Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

ANTI KRISTENISASI

HomeANTI KRISTENISASIJul 4, 2008
Assalamu'alaikum wr wb. Selamat datang di situs ini. Situs ini bertujuan membongkar modus operandi, taktik dan strategi dari gerakan kristernisasi yg ditujukan pada dunia Islam agar umat Islam tahu dan selalu waspada pada setiap modus operandi gerakan kristenisasi. Jika anda punya informasi, opini, tulisan. kritik dan saran / solusi kirim ke kolom : SUARA ANDA anda dg url : http://antikristenisasi.multiply.com/journal/item/18/SUARA_ANDA . Terima kasih atas kunjungan dan partisipasi anda.Wassalam.

===========================================================================================

Rencana Kristenisasi di Indonesia

Jakata, 21 Mei 1998
Nomor : 013/SGT - CSIS/V/98
Lamp. : 1 ( satu ) berkas
Sifat : SANGAT RAHASIA
Perihal : Rencana Kristenisasi di Indonesia

Kepada Yth :
1. Para pendeta PGI.
2. Para Pimpinan Wali Gereja.
3. Para Penginjil.
4. Ketua Umum G.M.K.I.
5. Ketua Umum P.M.K.R.I.
6. Para Ketua DEMA UKI.
7. Para Ketua DEMA Atma Jaya.

8. Para Ketua DEMA Sekolah Teologia Kristen Indonesia.
9. Para Jemaat PGI dan Wali Gereja yang terkasih.
10. Pimpinan Redaksi KOMPAS.
11. Pimpinan Redaksi SUARA PEMBAHARUAN.
12. Media Elektronika Radio / TV Swasta Afiliasi Kristen.
di Seluruh Indonesia

* Salam sejahtera dalam Kasih Tuhan, Jesus Kristus. Sebagai pernyataan rasa solidaritas Oikumene dan konsistensi serta eksistensi kita sebagai Ummat Kristiani di Indonesia, yang bergabung dalam wadah yang bernama " C.S.I.S. " dan " SINAR GARUDA TIMUR ", maka kami pemimpin kedua wadah tersebut bergandengan tangan dalam Oikumene menyerukan kepada segenap Ummat Kristiani di seluruh penjuru Indonesia dalam menghadapi tantangan berat dalam masa Reformasi dari "Orang-orang Islam" yang nota bene menggangap kita minoritas.

* Setelah memperhatikan sikap dan tindakan-tindakan orang-orang Islam di Indonesia baik yang menjadi Pejabat Tinggi Negara maupun pengusaha dan para ulamanya secara terus menerus ingin menghentikan perkembangan Kristen di Indonesia, apalagi mereka orang-orang Islam sudah mendominasi politik Golkar dan sudah mengendalikan Soeharto sehingga kegiatan mereka makin menjadi-jadi. Soeharto dan antek-anteknya sudah memilih pejabat-pejabat Islam lebih banyak daripada Kristen. Lebih-lebih dengan munculnya tokoh radikal Islam seperti Zainuddin MZ, Amin Rais, Nurcholis Madjid yang tergabung dalam ICMI. Hal tersebut rasanya menyulitkan kita untuk berkembang sebagaimana rencana kita 25 tahun silam. Namun demikian, nuansa baru telah tiba dengan adanya tuntutan REFORMASI dari para mahasiswa yang nota bene sangat menguntungkan kita dalam memperjuangkan kembali misi mulia kita yang sempat terhenti oleh antek-anteknya Soeharto. Dalam era ini, kita harus manfaatkan dengan sebaik-baiknya tiap momentum sehingga reformasi tetap disuarakan oleh mahasiswa sampai tumbangnya Habibie dengan ICMI-nya.

Saudara-saudara para gembala yang tergabung dalam Forum Reformasi Mahasiswa Kristen Indonesia (FRMKI), kita harus tetap berjuang dengan memboncengi unjuk rasa mahasiswa untuk agar tujuan kitra tercapai, "Kristen Jaya di Republik Indonesia" seperti periode awal era Soeharto. Sehubungan dengan momentum reformasi yang mulus ini, maka kami telah berkunjung ke Amerika Serikat untuk mendapatkan petunjuk tentang misi kita dalam menjadikan agama Kristen sebagai agama mayoritas penduduk Indonesia dan kalau perlu menghalangi dengan cara apapun untuk memecah belah antara Islam sehingga perkembangan Islam di Indonesia terhenti dan menjadikan mereka golongan minoritas seperti di Filipina, Bosnia, Kosovo, dll.

Dari hasil wawancara kami dengan pemuka agama Kristen Amerika yang duduk di Kongres Amerika dan pengusaha-pengusaha Kristen Amerika, mereka siap membantu kita dengan DANA dan TENAGA untuk menekan pemerintah Habibie sehingga rakyat makin menderita dan terus mengadakan reformasi, kalau perlu kita tiupkan nuansa REVOLUSI, yang nantinya akan dimanfaatkan oleh tokoh-tokoh kita yang pernah menjabat dalam pemerintahan Soeharto, seperti Jendral Benny Moerdani, Mayjen TB Silalahi, Pak Soemarlin, Pak Radius, Pak Moey. Pak Sudrajat, Pak Frans Seda, Pak SAE Nababan, Pak Romo Sandyawan, Pak Mochtar Pakpahan, Pak YB Mangunwijaya, dan tokoh muda kita sdr. Budiman Sudjatmiko, dan sdr. Pius. Misi mulia kita tetap satu.

Kristenisasi Indonesia dalam waktu 25 tahun dengan cara apapun. CIA dalam hal ini turut ini membantu kita, seperti bantuan mereka pada negara-negara lain untuk mengucilkan negara-negara Islam di seluruh Indonesia dan memecah belah persatuan dan kesatuan Islam.

* Program Kristenisasi secara umum diadakan di seluruh dunia di negara-negara Islam dan negara-negara mayoritas Islam, untuk mewujudkan misi mulia sang gembala dalam mendamaikan dunia dalam Kasih Tuhan Jesus Kristus Juru Selamat. Bila Kristen telah menjadi agama mayoritas di seluruh dunia, dunia akan aman dan damai,. Untuk itu, kita harus bersatu dalam OIKUMENE NASIONAL. Dalam mengkristenkan orang-orang Islam di Indonesia. Terutama generasi muda (siswa dan mahasiswa). Misi kita akan dipantau dan dibantu oleh Amerika dalam bentuk dana dan tenaga (CIA). Harus di upayakan agar misi kita tidak akan terbaca oleh mereka. Seakan-akan tuntutan reformasi murni dari orang-orang (mahasiswa dan pemuda) Islam. Insiden 12 Novemer 1991 di Dili dan peristiwa berdarah di Masjid Tanjung Priok merupakan bukti nyata kekuatan kita. Saudara seiman kita " Xanana Goesmau " harus segera dibebaskan agar dapat melanjutkan misinya dalam mengucilkan orang Islam di Dili. Jadi misi kita saat ini bermotifkan " Reformasi Mahasiswa " yang kita tumpangi secara tersamar dan ambil manfaat sebaik-baiknya agar tokoh-tokoh Islam tidak lagi mendapat simpati di hati rakyat Indonesia. Kita tonjolkan kedermawanan tokoh-tokoh Kristen untuk mendapatkan simpati rakyat. "

Daftar Hitam " yang harus diperhatikan amtara lain: Prof. Habibie dengan ICMI-nya, Amin Rais dengan Muhammadiyah-nya, Gus Dur dengan NU-nya, Nurcholis Madjid dengan Islam radikalnya, Emha Ainun Nadjib dengan Budaya Islamnya, Faisal Tanjung, Wiranto, Syarwan Hamid, Yunus Josfiah, dan rekan-rekannya. Tugas Utama kita yaitu mendukung Jendral Tri Sutrisno sebagai Presiden Priode mendatang, karena Pak Tri mudah dipengaruhi dan mudah dikendalikan. Juga orang-orang seperti Moerdiyono, Rudini, Emil Salim, Ali Sadikin, Sarwono, dan rekan-rekannya yang ambisi kekuasaan kita pegang mereka dan selanjutnya lakukan politik memecah belah mereka. Untuk itu tugas kita yang utama ialah menciptakan perselisihan dan pertengkaran antara orang-orang Islam fanatik dan Islam abangan sehingga terjadi perang saudara antara mereka, dengan memberikan sandang-pangan cuma-cuma, besiswa, anak asuh, pekerjaan yang dikelola oleh pengusaha Kristen Pribumi dan keturunan, seperti Sofyan Wanandi, dan Pak Yusuf Wanandi, Pak Salim Sudono, Pak Ciputra, Pak Usman Wibisono, Pak Eka Cipta, yang membantu misi mulia ini.

* Saudara-saudara seiman dalam kasih Tuhan Jesus Kristus, saudara-saudara harus ingat bahwa tugas kita ummat Kristiani adalah tugas mulia, dan harus dilaksanakan oleh setiap ummat Kristiani sejati sebagai wujud nyata kecintaan kita kepada sang Penebus kita, Yesus Kristus, pemberi terang dan tenteram bagi seluruh dunia.

Kasih Jesus Kristus Juru selamat kita pasti diberikan kepada kita yang berada di garis terdepan dalam melanjutkan perjuangan Sang Gembala selama hayat kita. Sarana informasi sangat dominan dalam mempercepat upaya kita untuk mewujudlkan peselisihan diantara orang Islam dan menimbulkan kekacauan di masyarakat, sehingga bantuan MF tidak dapat digunakan. Kita manfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya, membonceng reformasi yang lebih keras dan lebih revolusioner sampai pemerintahan Habibie jatuh. Dalam hal ini, media cetak dan elektronika seperti Kompas, Suara Pembaharuan, dan media cetak Kristen lainnya sangat membantu, demikian juga TV swasta yang berafiliasi kepada kita.

Lemparkan isue-isue yang sifatnya menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada Habibie cs.

* Rencana selanjutnya yaitu media cetak dan elektronika harus dikuasai oramg-orang kita sehingga dengan leluasa dapat memutarbalikan fakta di masyarakat. Tujuan utama kita menjatuhkan pemerintah Habibie dan ICMI selama-lamanya dari bumi Indonesia. Untuk itu kaum intelektual, pengusaha, dan kaum muda kita, utamanya mahasiswa yang pegang peranan aktif dalam hal ini, teruslah berjuang dan kalau perlu pakai jilbab dan pakai kopiah, berikan salam untuk mengibuli mereka. Budayawan Kristen seperti Pak Chris Pattikawa dan teman-temannya, Ibu Ratna Sarumpaet dengan kawan-kawannya mengikut sertakan artis Islam dalam segala kegiatan untuk melunturkan fanatisme mereka terhadap Islam. Kawini orang Islam dengan tujuan merobah mereka menjadi kristen taat, contohnya Rina Hasyim. Ini tugas mulia kita . Kita harus kuasai pemerintah pusat maupun daerah dan ABRI, jabatan-jabatan penting harus dikendalikan oleh tokoh-tokoh Kristen agar memberikan fasilitas dan segala kemudahan bagi orang Kristen untuk bekerja, sekolah, masuk ABRI, masuk universitas, kenaikan pangkat dan lain sebagainya sehingga suatu saat kita yang dominan di dalam pemerintah di pusat daerah ABRI contoh nyata yaitu Timor Timur, NTT/Kupang, Sulawesi Utara/Menado, dan Maluku/Ambon sudah dikuasi sehingga orang-orang Kristen dapat berkembang leluasa mendominasi orang Islam.

Yang masih harus kita bantu yaitu Sulawesi Selatan, disana orang Kristen (Tanah Toraja) sangat berani dan taat. Agar segera berkembang dan mendominasi orang Islam. Sementara itu, Jakarta, Surabaya, Yogya, Semarang, dan Medan harus segera dikuasai. Proses nepotisme kita utamakan bagi orang-orang kita, bukan bagi orang Islam. Kita tiupkan nepotisme dan toleransi agama kepada pejabat Islam, sehingga tidak dipercayai dan diganti orang kita, Islam abangan, atau golongan nasionalis. Adalah mulia bila saudara-saudara kedepankan misi suci Kristus Penebus Dosa daripada kepentingan pribadi.

* Angkatan Bersenjata mutlak harus dikuasi karena ABRI merupakan tulang punggung negara. Momentum ini sangat baik bagi kita untuk memecah belah kalangan ABRI sehingga ABRI yang fanatik Kristen dapat mendominasi Angkatan Bersenjata.

* Kita upayakan KB di kalangan orang Islam dengan berbagai cara, terutama informasi KB kepada ulama, kyai, santri, tokoh Islam, sehingga masyarakat Islam ber-KB. Kita sebagai orang Kristen dilarang untuk ber-KB karena itu menyalahi tugas mulia ya ng diemban oleh Yesus Kristus, Sang Penebus. Untuk menjalankan kebijaksanaan ini, maka sebagian besar dokter bidan, perawat, dan pegawai BKKBN haruslah orang-orang Kristen agar memudahkan KB mantap bagi pasangan-pasangan Islam. Selain Itu ummat kristiani harus mendirikan lebih banyak lagi Rumah Sakit di seluruh Indonesia untuk mencapai sasaran kita.

* Kita haus membantu perekonomian rakyat kecil dalam hal memberikan lahan kerja memberikan makanan cuma-cuma mengangkat anak asuh agar orang Islam abangan dapat mengikuti ajaran Kristus, membuat tempat ibadah di masyarakat Islam, menghidupkan judi, tempat pelacuran, bar-bar, memasok pil ektasi, bir, putaw, dll. agar digunakan oleh generasi muda Islam sehingga lambat laun akan mengganggu moral mereka dan menghilangkan
fanatisme mereka terhadap Islam.

* Posisi agama Kristen di bidang pendidikan sangat menetukan generasi mendatang Sarana pendidikan harus dikuasai oleh kita. Perbanyak SD, SMP SMU Universitas Kristen di seluruh Indonesia, dengan memasukkan ajaran Kristen penuh dalam Kurikulum pendidikan di sekolah penting dalam jajaran Departemen Pendidikan dan Kebudayaan harus dijabat oleh orang Kristen fanatik dan memberikan fasilitas kepada siswa dan mahasiswa Kristen karena mereka adalah asset utama Agama Kristen di masa mendatang.

* Demikianlah secara singkat rencana Kristenisasi kita yang pernah tertunda di zaman rezim Soeharto, dan pada era baru ini, kita harus cepat dan tanggap dalam membaca situasi dan tetap berusaha mendeskriditkan Pemerintahan Habiibie dan tetap menuntut SI MPR dilaksanakan agar Pak Tri dapat menduduki jabatan Presiden RI demi kemajuan Kristen di Indonesia. Pemimpin-peminpin dari media cetak kita telah siap memberikan informasi dan tanggapan yang mendeskreditkan Habibie agar rakyat tidak mempercayainya lagi,.

Untuk itu saudara-saudara harus turut membantu terutama kalangan intelektual budayawan, artis, tokoh muda , mahasiswa, siswa, dan semua gembala-gembala Yesus Kristus harus bersatu padu dalam OIKUMENE untuk mencapai cita-cita mulia kita. Mahasiswa harus tetap menjalankan unjuk rasa dan mengacaukan masyarakat. Daam hal ini pak Frans Seda, Pak Benny, Pak Romo Sadyawan, Pak Yacob Utama, Pak YB Mangunwijaya, Pak Mochtar Pakpahan, Ibu Ratna Sarumpaet, Pak Saban Sirait, Pak SAE Nababan, Sdr. Budiman Sudjatmiko, dan Sdr. Pius, serta reformis-reformis Kristen lainnya. Sebagai pelopor utama reformasi akan mengacaukan dan mengambil alih kekuasaan orang-orang Islam dalam pemerintahan. Saudara-Saudara harus ingat pesan kami : JANGAN PERCAYA setiap orang sebelum yakin bahwa dia adalah KRISTEN sejati pengemban misi Yesus Kristus Sang Penebus Dosa. Upayakanlah agar informasi ini tidak sampai ke tangan yang TIDAK BERTANGGUNG JAWAB yang pada akhirnya akan
mengacaukan misi mulia kita. Kami percaya bahwa " Yesus Kristus " selalu bersama kita dalam menegakkan keadilan dan kedamaian di dunia sesuai ajarannya
Vini.......Vidi........Vici.................................
Salam Oikumene !

a.n. Dewan Pengurus SGT & CSIS
ttd,
Jend. Benny Moerdani,
Drs. rans
Drs. Sabam Sirait,
Pdt. SAE Nababan,
YB Mangunwijaya,
Mayjend. TB Silalahi,
Ratna Sarumpaet,
Mochtar Pakpahan,
Budiman Sudjatmiko.
--------------------
Catatan :
Surat ini benar dan aktual! Berasal dari seorang teman di Menado (Sulawesi Utara), lalu dikirim ke UMJ (Universitas Muhammadiyah Jakarta), lalu disebarkan lagi kebeberapa kampus. Lembaran yang ditangan anda ini adalah salinan dari Sdr. M. Sohir (Mahasiswa Institut Agama Islam Al Ghurabaa' Rawamangun Jakarata Timur ).
Disalin sesuai Aslinya. Lembaran ini agar diperbanyak dan dibagikan kepada MAHASISWA ISLAM ! Jika Saudara masih meragukan kebenaran surat ini, silahkan hubungi: 1. Abba Taher Lamatapo ( Universitas Muhammadiyah Jakarta ) Telp.7470.9328 2. Mohammad Sohir (Fak. Tarbiyah Institut Agama Islam Al Ghurabaa') telp= 489.0055
Setelah membaca surat ini, marilah kita tingkatkan kewaspadaan kita terhadap makar para musuh-musuh Allah mari kita galang persatuan dan kesatuan DALAM ISLAM Ingat tanpa ISLAM cita-cita reformasi mustahil tercapai.
TTD
( Mohammad Sohir )
mahmud mustain
Research Student
Dept. of Geology
University of Leicester
Tel. 0116 252 5282 (Geophysic Lab.)
Fax. 0116 252 3918 (Department)

http://forum.swaramuslim.net/more.php?id=449_0_24_0_M


PROGRAM JANGKA PANJANG KRISTENISASI DI INDONESIA Jul 4, '08 8:12 AM
for everyone
WORLD MISTERY
http://siezhien.wen.ru
kristenisasi
INI RENCANA MEREKA, APA JAWAB KITA?
PROGRAM JANGKA PANJANG KRISTENISASI DI INDONESIA
KEPUTUSAN DEWAN GEREJA INDONESIA DI JAKARTA
Program Kristenisasi diatur hampir diseluruh dunia terutama dinegara-negara muslim. Dunia ini akan damai apabila seluruh dunia berhasil dikristenkan. Inilah yang menjadi tujuan kita umat Kristen. Untuk tujuan tersebut kita umat Kristen Indonesia harus bersatu. Usaha mengkristenkan orang Islam di Indonesia didukung oleh negara-negara yang kuat seperti Amerika, Inggeris dan lain-lain. Kita umat Kristen akan dengan mudah mendapatkan dana, setiap saat dari Amerika.

Program Kristenisasi ini adalah tugas kita yang suci dan kita harus berhasil dalam melaksanakannya. Dan lagi yang penting bagi umat Kristen adalah kita bersatu dahulu. Kita umat Kristen di Indonesia selalu dicintai, diberkati dan dilindungi oleh Yesus.

KONSEP-KONSEP, TUJUAN DAN KEGIATAN KRISTENISASI DI INDONESIA
MENGURANGI JUMLAH UMAT ISLAM DI INDONESIA

Sesuai dengan data statistik umat Kristen di Indonesia berjumlah 7 juta. Rencana kita populasi umat Kristen harus sama dengan jumlah umat Islam dalam waktu 50 tahun. Untuk mencapai tujuan tersebut gereja-gereja Indonesia harus memberikan instruksi kepada semua anggota umat Kristen sebagai berikut.

1. Keluarga berencana, pembatasan kelahiran atau pengurangan terencana bagi kelahiran anak harus secara ketat dilarang untuk umat Kristen dan harus dipropagandakan bahwa setiap orang Kristen yang mempraktekkan keluarga berencana akan menanggung dosa dan melawan doktrin gereja. Oleh karena itu tidak akan dicintai oleh Tuhan. Barang siapa yang melakukan pembatasan kelahiran akan dianggap sebagai pembunuh umat Kristen dan telah hilang kemuliaannya. Pembatasan kelahiran hanya dapat dilakukan apabila mendapat persetujuan gereja dengan perlindungan kesehatan bagi orang Kristen tersebut yang dalam bahaya kematian.

2. Propaganda pembatasan kelahiran dan keluarga berencana bagi orang Islam harus sangat intensif dilakukan dan didorong dengan berbagai cara. Diwilayah muslim plakat berisi slogan dan nasehat untuk KB dan pembatasan kelahiran harus ditempel dimana-mana untuk mengingatkan orang Islam dan mempraktekkan hal tersebut. Tapi diwilayah Kristen propaganda ini harus secara ketat dilarang. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan ini 75% dari seluruh dokter dan perawat diseluruh rumah sakit harus orang Kristen dan mereka harus diberi kuasa mutlak untuk mengelola kontrasepsi bagi orang muslim.

3. Keinginan orang Kristen untuk mempunyai anak banyak harus dibantu dan bagi mereka yang miskin harus diberi fasilitas baik secara materil maupun moril. Kita harus memberi kesempatan kerja diseluruh Indonesia bagi orang-orang Kristen dan menolak atau membatasi secara ketat kesempatan kerja bagi orang Islam.

4. Perintahkan kepada dokter dan perawat untuk merawat secara cepat dan khusus bagi pasien Kristen. Orang Kristen yang miskin harus ditolong pertama kali. Perlakuan ini jangan dilakukan terhadap pasien umat Islam dan bagi orang Islam harus dikenakan biaya yang mahal.

5. Masyarakat Kristen harus menyediakan rumah sakit sebanyak mungkin untuk mencapai tujuan diatas.

6. Gereja secara ketat melarang penguasa tanah Kristen untuk menyewakan atau menjual bangunan-bangunan, rumah-rumah, toko-toko bagi orang Islam. Mereka yang tidak mentaati ini tidak akan mendapat berkat dari Tuhan dan diboikot oleh gereja sampai mati. Itu semua adalah tujuan umat Kristen baik penguasa tanah atau bukan, untuk mengusir keluar semua orang Islam dari tempat tinggal yang dimiliki orang Kristen. Dengan penerapan poin-poin ini ratio umat Kristen-Islam pada populasi di Indonesia akan berubah. Dengan demikian jumlah orang Islam Indonesia akan berkurang sedang jumlah umat Kristen akan bertambah.

RENCANA KRISTENISASI DI BIDANG EKONOMI.
Kita umat Kristen harus saling membantu satu sama lain dan bersikap cukup darmawan. Kita harus memberikan lahan atau sewa bagi pengusaha Kristen yang ingin membuat bangunan. Dan orang-orang Kristen yang kaya harus membantu misi-misi kristenisasi yang dilakukan oleh Dewan Gereja Indonesia di Jakarta. Dana ini dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi sosial dari umat Kristen di Indonesia dan untuk meyakinkan bahwa kristenisasi telah berjalan begitu jauh. MENURUT STATISTIK, LEBIH DARI 80% KESEIMBANGAN KEKUATAN INTERN TELAH BERADA PADA UMAT KRISTEN. Kita mementingkan ketaatan dari umat Kristen untuk menyangga dan melindungi keseimbangan kekuatan yang menguntungkan dimasa yang akan datang. Dalam persoalan memperkuat pertahanan, masyarakat etnis Cina adalah sasaran kita, karena relatif lebih mudah untuk mengubah orang-orang Cina. Orang-orang Cina harus dilindungi sebaik mungkin karena pengaruhnya di Indonesia menguntungkan orang-orang Kristen, Oleh karena itu kita mengingatkan orang-orang Kristen yang menjabat dikantor-kantor pemerintah untuk berhubungan baik dengan orang Cina dan orang-orang Kristen secara ketat dilarang mempunyai hubungan dengan orang Islam kecuali menguntungkan orang Kristen.

RENCANA KRISTENISASI DI BIDANG PENDIDIKAN
Standar pendidikan gereja harus lebih diperbaiki dari sebelumnya, karena orang Islam telah memperbaiki sistem dan standar pendidikan di masjid-masjid dan sekolah-sekolah agama dengan meniru gereja-gereja Kristen kita. Kita harus melihat, bahwa para guru dan para instruktur dibidang akademi militer, sekolah kedokteran dan sekolah keteknikan seperti juga fungsionaris pemerintahan dikontrol 75% oleh orang Kristen. Sistem yang diterapkan dari taman kanak-kanak sampai universitas harus dibawah kontrol orang Kristen. Ujian masuk harus dibuat mudah bagi orang Kristen dan dipersulit bagi orang Islam. Jumlah bangunan sekolah harus dibatasi sehingga tidak banyak orang-orang Islam yang mendapatkannya. Semua tempat-tempat pendidikan harus diisi oleh orang Kristen sehingga murid-muridnya mayoritas Kristen. Pendaftaran harus dilakukan sampai perbandingan Kristen:Islam adalah 5:1. Orang orang Kristen harus membantu pemerintah untuk mengurangi dan membatasi pengadaan akademi-akdemi Islam dan universitas-universitas Islam untuk mengurangi dihasilkannya intelektual muslim di Indonesia.

RENCANA KRISTENISASI DI BIDANG POLITIK
Kita orang Kristen harus bisa menjamin bahwa kebijaksanaan pemerintah selalu berorientasi ke Barat terutama orientasi ke Amerika. Anda semua harus tahu bahwa partai GOLKAR dan pemerintahan GOLKAR berorientasi ke Amerika. Karena itulah kita memberikan instruksi kepada orang-orang Kristen untuk masuk GOLKAR dan membuatnya berjaya dalam Pemilihan Umum. Semua orang Kristen harus tahu bahwa GOLKAR adalah partai orang Kristen dan partai inilah yang membuat kita umat Kristen berjaya di Indonesia

RENCANA KRISTENISASI DI BIDANG INFORMASI
Lapangan informasi harus dikontrol paling tidak 75% oleh orang Kristen, karena informasi merupakan persenjataan yang paling tajam untuk mengontrol umat Islam. Dengan propaganda/informasi, kita dapat meremehkan atau menganggap kecil umat Islam dan menggiringnya agar menjadi tidak berarti dalam kancah nasional. Kita harus tahu bahwa surat kabar, radio, dan TV selalu menulis, menyiarkan kejadian-kejadian sedemikian rupa untuk memberi kesan buruk tentang Islam dan ummatnya serta untuk menciptakan pertikaian diantara mereka. Slogan kita adalah "Bikin orang Islam berkelahi satu sama lain dan pecah satu sama lain, kontrol dan kendalikan kehidupan mereka". Semua koran dan media cetak di Indonesia ada dipihak kita dan harus digunakan sebaik-baiknya untuk menyebarkan propaganda agar persatuan umat Islam terpecah belah.

RENCANA KRISTENISASI DI BIDANG PEMBANGUNAN, PERBAIKAN DAN PENGEMBANGAN.
Pastikan bahwa pembangunan dan pengembangan ditempatkan didaerah-daerah yang dihuni oleh orang-orang Kristen seperti Indonesia bagian timur. Kita telah melihat bahwa pemerintahan pusat di Jakarta mempunyai kebiasaan memberi kesempatan bagi perwira-perwira ABRI yang Kristen untuk menduduki jabatan dan posisi penting didaerah-daerah sebagai gubernur, bupati dan lain-lain, dan nama mereka berubah menjadi nama Islam dan kadang-kadang bertitle "haji" untuk mengelabui umat Islam setempat agar kehadirannya bisa diterima.

RENCANA KRISTENISASI DI BIDANG HUKUM DAN UNDANG-UNDANG.
Umat Kristen tentu saja diperkenankan untuk bertingkah melawan hukum dengan dalih mendukung kepentingan negara. Semua orang Kristen sekarang mengisi/menduduki mayoritas hakim, jaksa dan sidang perorangan di Indonesia. Dengan ini dianjurkan agar memutuskan orang Kristen benar dan orang Islam selalu dipersalahkan. Kalau perlu dihukum yang lebih berat, walaupun orang Kristen sebagai tertuduh.

KEPUTUSAN MASALAH INTERNAL DALAM PEMERINTAHAN
Permintaan-permintaan kita harus dibuat sebaik mungkin didalam pemerintahan itu sendiri:
1. Pemerintah harus bersedia mengakui status bishop sebagai petugas protokol negara dan bishop harus mempunyai hak untuk didengar oleh penguasa.
2. Semua menteri yang penting harus diangkat berdasarkan mandat dari orang-orang Kristen.
3. Abri harus selalu dimanuver untuk selalu bermusuhan dengan Islam dan kita mendapat keuntungan dari keadaan yang demikian.
4. Pemuda Kristen sebanyak mungkin harus masuk ke profesi militer.
5. 75% kepala dari departemen-departemen yang ada dipemerintahan harus disusun oleh pejabat ex militer yang beragama Kristen.
6. 75% Kepala seluruh agen-agen sipil dan pemerintahan propinsi harus orang Kristen.
7. Sebagai orang yang menentukan prinsip tertinggi, semua orang Kristen dipemerintahan baik menteri, gubernur atau yang umum atau prajurit rendahan, harus menurut perintah bishop.
8. Umat Kristen harus punya radio transmitter nasional sebagai miliknya untuk propaganda yang ampuh.
9. Di daerah-daerah dimana muslim merupakan mayoritas harus ada orang Kristen yang diangkat secara konstan untuk mengevaluasi kelemahan-kelemahan orang Islam.

Note:
*) Disadur dari majalah Crescent International, terbitan Toronto, Canada edisi 16-30 November 1988 hal 8. Mediah Dakwah Juni 90 juga memuat naskah asli majalah Crescent International.
Sesudah Dokumen Rahasia ini dipublikasikan dalam Media Dakwah No.192,Zulqa'idah 1410/Juni 1990, Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja Indonesia, Pdt.Dr.J.M. Pattiasina, mengirimkan surat bantahan.
Dalam surat bantahan yg dimuat dalam Media Dakwah No.193, Zulhijjah 1410/Juli 1990 itu, Pattiasina antara lain menyatakan bahwa, "tulisan tersebut baik secara tersurat maupun tersirat sama sekali tidak mengandung kebenaran."
Menjawab bantahan Pattiasina, Media Dakwah menulis sbb :
"Naskah yg anda maksudkan, memang kami sadur sepenuhnya dari majalah Crescent International, Toronto, Canada, edisi 16-30 November 1988, halaman 8, tanpa dikurangi apalagi dilebih-lebihkan. Bahwa kami tidak mengecek kepada anda, karena tulisan ini sudah lama sekali beredar di luar negeri, dalam bahasa Inggris dicetak di Canada, disebarluaskan dari London, dan beredar secara internasional termasuk di Asia, Malaysia, sampai Indonesia, tanpa bantahan dari PGI.
Adapun tentang kebenaran isi informasi tersebut, tentu kami serahkan sepenuhnya kepada para pembaca utk membandingkannya dg kenyataan yg ada dalam masyarakat.
http://siezhien.wen.ru/mistery/kristenisasi.html

http://antikristenisasi.multiply.com/journal/item/13/PROGRAM_JANGKA_PANJANG_KRISTENISASI_DI_INDONESIA


Kristenisasi Di Dunia Islam Hasil Konspirasi Misionaris Dan Imperialis
Oleh : Fakta 09 Aug, 04 - 12:43 am

Oleh: M. Ramdhan Adhi
imageBelum lagi kontroversi rencana pembangunan Gedung Menara Doa Jakarta tuntas, kaum Muslim di negeri ini kembali dikejutkan dengan laporan Republika (23/6/2004) tentang kehebohan yang melanda SLTP 1 Pakan Kamis, Sumatera Barat. Kehebohan itu dipicu oleh adanya al-Qur’an ber-‘Yesus’. Pada pelapis dalam cover tebal terdapat kertas bertuliskan huruf-huruf latin berbunyi ‘Yesus Kristus’; juga ada tulisan ‘Bunda Mariah’, ‘domba gembala’, ‘gereja’, dan bait-bait lagu gereja. Kabar dari Ranah Minang itu kembali membuka mata kita, bahwa kristenisasi di Indonesia kian agresif dan berani.

Motif Kristenisasi
Kristenisasi memiliki setidaknya dua motif. Pertama, motif agama. Dalam Kitab Perjanjian Baru, Markus: 28: 18-19, disebutkan: Kepadaku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

Ayat ini menjadi acuan bagi kaum Kristiani mengenai keharusan menyebarkan agama Kristen ke seluruh dunia. Yang menjadi sasaran dalam motif ini ialah setiap penduduk bumi yang non-Kristen. Artinya, motif ini menghendaki agar seluruh warga bumi dikristenkan.

Kedua, motif ideologis. Dalam hal ini, kristenisasi menjadikan Islam dan umatnya sebagai sasaran utama. Menurut Kardinal Lavie Garry, “Tanpa diragukan lagi, agama yang paling kuat dan tidak bisa ditaklukkan adalah agama Islam. Oleh karena itu, para misionaris berharap agar seluruh kaum Muslim menjadi Kristen.”

Kekalahan dalam Perang Salib membuat Kristen menaruh dendam kesumat terhadap Islam. Perang Salib juga menjadi inspirasi bagi lahirnya ‘Perang Salib Baru’. Lutfi Liqunian, seorang penulis Kristen, menulis, “Dengan Perang Salib Baru ini, Eropa ingin mencapai tujuannya tanpa pertumpahan darah. Dalam usahanya ini, Eropa memanfatkan gereja, sekolah-sekolah, dan rumah sakit, serta menyebarkan misionaris mereka.”

Raymond Lull adalah orang Kristen pertama yang mengumandangkan kristenisasi menyusul kekalahan Kristen pada Perang Salib. Menurutnya, cara untuk menaklukkan Dunia Islam bukanlah dengan kekuatan senjata atau kekerasan, melainkan dengan kata, logika, dan kasih.

Norman Daniel, dalam Islam and the West: The Making of an Image, menuturkan, penentangan politik dunia Kristen terhadap Dunia Islam berubah menjadi satu pemikiran yang menguasai Barat. Ide ini terus tertanam dalam pikiran Barat meskipun ideologi persatuan Eropa telah hancur dan agama Kristen telah terpecah menjadi Katolik dan Protestan.

Kerjasama Misionaris Dan Imperialis

Paus Iskandar VI memberikan dukungan kepada pemerintah Spanyol dan Portugal, dengan syarat, kedua imperialis ini memberikan jalan kepada misionaris untuk masuk ke negara jajahan dan mendukung segala upaya dan aktivitas misionaris Kristen di sana.

Kerjasama misionaris dan imperialis ini menguntungkan kedua belah pihak. Para misionaris berperan sebagai pembuka jalan bagi imperialis dengan menghancurkan moralitas penduduk pribumi. Setelah berdiri, pemerintahan imperialis melindungi aktivitas misionaris agar penyebaran kebudayaan Barat terus berjalan. Mengapa misionaris mau bekerjasama dengan imperialis?

Dalam China and the West, Pak mengutip ucapan Napoleon, “Delegasi misionaris agama bisa memberikan keuntungan buatku di Asia, Afrika, dan Amerika; karena aku akan memaksa mereka untuk memberikan informasi tentang semua negara yang telah mereka kunjungi. Kemuliaan pakaian mereka tidak saja melindungi mereka, tetapi juga memberi mereka kesempatan untuk menjadi mata-mataku di bidang politik dan perdagangan tanpa sepengetahuan rakyat.”

Akhirnya, kristenisasi menjadi salah satu strategi negara-negara Barat untuk menguasai Dunia Islam. Negara-negara Barat dan perusahaan-perusahaan multinasionalnya menanamkan modal yang sangat besar pada yayasan-yayasan misionaris. David Waren, penanggungjawab Ensiklopedia Dunia Kristen, menyatakan bahwa 70 miliar dolar telah dihabiskan untuk membiayai aktivitas misionaris pada tahun 1970 saja. Menurutnya, kurang dari dua dekade jumlah ini telah mencapai hampir dua kali lipatnya dan akan terus meningkat. Muhammad Imarah mencatat, pada 1991 Organisasi Misionaris Dunia memiliki 120.880 lembaga khusus untuk kegiatan kristenisasi di kalangan Islam; 99.200 lembaga pendidikan untuk mencetak kader penginjil; 4.208.250 tenaga profesional; 82 juta komputer; 24.000 majalah; 2.340 stasiun pemancar radio dan televisi; 10.677 sekolah dengan jumlah 9 juta siswa; 10.600 rumah sakit; 680 panti jompo; 10.050 apotik; anggaran kegiatan kristenisasi sebesar 163 miliar dolar. Tahun sekarang pastinya lebih dari itu.

Setiap tahunnya, para misionaris biasanya berkumpul pada 22 Juni yang merupakan Hari Kristenisasi Internasional untuk mengevaluasi kinerja mereka selama setahun ke belakang dan menentukan cara-cara baru yang lebih mumpuni.


Strategi Kristenisasi

Kristenisasi menempuh dua strategi. Pertama, membina dan memasukkan orang Islam ke dalam agama Kristen. Strategi ini terhitung kurang ampuh, mengingat ajaran Kristen sendiri memiliki kelemahan internal sehingga orang yang berakal sehat tidak akan sudi secara sadar memeluknya. Oleh karena itu, strategi kedua dianggap lebih realistis dan efektif, yaitu mengeluarkan orang Islam dari agamanya atau menjauhkannya dari ajaran Islam. Dalam Konferensi Misionaris di kota Quds (1935), Samuel Zweimer, seorang Yahudi yang menjabat direktur organisasi misi Kristen, menyatakan, “Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslim sebagai seorang Kristen... Tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas dan hanya mengejar kepuasan hawa nafsu.”

Strategi inilah yang berhasil meruntuhkan Khilafah Utsmaniyah.


Kristenisasi Pada Masa Kekhilafahan Islam Terakhir

Gerakan misionaris menimbulkan dampak yang sangat merusak di Dunia Islam. Apa yang tidak dapat dicapai oleh kaum kafir dalam ribuan tahun menggunakan kekuatan senjata, dapat diraih oleh kaum misionaris hanya dalam waktu satu abad.

Awalnya, gerakan ini bertujuan untuk menyebarkan pemikiran Kristen dan mengganti agama kaum Muslim. Namun, usaha ini gagal. Dalam metode barunya, alih-alih mengajarkan ajaran Kristen, mereka malah mempropagandakan kebudayaan Barat dan nasionalisme. Metode ini banyak dilakukan oleh misionaris asal Amerika. Seperti diakui oleh penulis Barat, George Antonius, benih-benih pemikiran pertama Barat seperti penolakan agama, liberalisme, dan sekularisme terus-menerus ditanamkan oleh misionaris Kristen di Dunia Islam. Tujuannya ialah memperlemah keislaman kaum Muslim dan mempersiapkan kondisi bagi terlaksananya imperialisme. Para misionaris menyebarkan dasar-dasar pemikiran Barat dan mempromosikan peradaban Barat di Dunia Islam dengan mendirikan sekolah-sekolah, pusat keilmuan, dan universitas.

Universitas St. Joseph di Suriah dan Universitas Amerika di Beirut adalah dua pusat keilmuan yang didirikan para misionaris. J.B. Gibb, dalam Suriah, Libanon, dan Jordania, menulis, “Kedua universitas ini membuka jalan bagi masuknya pemikiran Barat ke Suriah, Lebanon, dan Yordania; unsur pemikiran baru terpenting yang mereka sebarkan adalah nasionalisme.”

Universitas St. Joseph menekankan pada pengkristenan kaum Muslim dan penyebaran kebudayaan Barat di Suriah, sementara Universitas Amerika di Beirut berusaha menyampaikan pahamnya dengan metode westernisasi dan liberalisasi. Universitas ini menerapkan rencananya dengan jalan menyebarluaskan materialisme, nasionalisme, dan liberalisme. Akibatnya, terjadilah gelombang penjajahan dan penindasan budaya pribumi serta masuknya ideologi-ideologi dan pendidikan Barat. Sedangkan bidang industrialisasi dan kemajuan ekonomi dan ilmu-teknologi sama sekali tidak dikembangkan di negara-negara Islam.

Joseph Szyliowicz, dalam Pendidikan dan Modernisasi di Timur Tengah, mengakui bahwa program-program kedua universitas ini lebih banyak bermanfaat bagi Prancis dan Amerika daripada memenuhi kebutuhan masyarakat Timur Tengah. Shabir Ahmed dan Abid Karim, dalam Akar Nasionalisme di Dunia Islam, mencatat bahwa Inggris dan Prancis mendalangi disintegrasi wilayah Khilafah Utsmaniyah. Mereka berhasil memaksa Khilafah untuk memecah wilayah Syam menjadi dua provinsi, yakni Lebanon dan Suriah. Lebanon dikuasai orang Kristen dan sejak itu menjadi penghubung antara negara asing imperialis dan Dunia Islam. Rongrongan para misionaris ini pada akhirnya mampu meruntuhkan Khilafah Utsmaniyah yang pernah berjaya sekitar 700 tahun lamanya.

Dengan runtuhnya Khilafah dan naiknya Kamal Attaturk, para misionaris semakin leluasa menjalankan aktivitasnya. Kebijakan politik Attaturk sejalan dengan tujuan para misionaris. Attaturk menutup semua sekolah Islam di Turki dengan alasan penyeragaman kurikulum pendidikan. Sebaliknya, pusat-pusat pendidikan misionaris Barat diizinkan untuk terus beroperasi, bahkan pada 1930, sekolah-sekolah AS di Turki dibebaskan dari pajak. Minggu ditetapkan sebagai hari libur menggantikan Jumat. Huruf Arab diganti huruf latin. Penanggalan Hijrah diganti penanggalan Masehi. Kebijakan itu diambil Attaturk demi menyingkirkan nilai-nilai Islam dari tengah-tengah masyarakat Turki. Sebaliknya, Attaturk menyebarluaskan pengaruh kebudayaan Barat di negara itu.


Kristenisasi Di Indonesia

Riwayat kristenisasi di Indonesia dimulai dengan datangnya para kolonialis. Selama lebih dari tiga abad Indonesia dijajah oleh Spanyol, Portugis, Belanda, dan Inggris. Status sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia sekaligus memiliki kekayaan alam yang melimpah menjadikan Indonesia target penting bagi misionaris dan kolonialis.

VOC atau Perusahaan Belanda di Hindia Timur yang dibentuk pada 1602 merupakan wakil imperialisme Belanda di Asia Tenggara. Latourette, dalam A History of Christianity, mengakui, “Prinsip dan kaidah Kristen dalam kebijakan-kebijakan imperialisme Belanda memainkan peranan yang sangat banyak.”

Aqib Suminto, dalam Politik Islam Hindia Belanda, menuturkan bagaimana pada 1661 VOC melarang umat Islam melaksanakan ibadah haji. Kebijakan ini merupakan realisasi anjuran Bogart, seorang Katolik ekstrem di parlemen Belanda. Bogart menilai para haji sangat berbahaya secara politis. Karena itu, melarang perjalanan ibadah haji jauh lebih baik ketimbang menembak mati para haji itu.

C. Guillot, dalam Kiai Sadrach: Riwayat Kristenisasi di Jawa, menuturkan bahwa pada awalnya pusat penyebaran Kristen adalah Maluku. Banyak orang Maluku yang menjadi tentara yang kemudian dikirim ke kawasan-kawasan utama militer Belanda di Jawa, seperti Batavia, Semarang, dan Surabaya. Mereka itulah yang pertama kali membentuk jemaah Kristen pribumi.

Dalam menjalankan kristenisasi, VOC meniru cara-cara yang dilakukan Spanyol dan Portugis, yaitu cara-cara memaksa. Penjajah Belanda memaksa rakyat pribumi untuk menerima ajaran Kristen. Sebaliknya, jika seorang Belanda masuk Islam, keuangannya akan dihentikan dan orang itu akan ditangkap serta dikeluarkan dari wilayah tersebut. Perlindungan para imperialis Barat membuat para misionaris memiliki posisi penting di masyarakat. Ketika Indonesia merdeka, orang-orang Kristen menduduki jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan dan memiliki pengaruh besar dalam percaturan politik. Perubahan dalam mukadimah UUD RI dari “Ketuhanan yang Mahaesa dengan menjalankan kewajiban syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” merupakan contoh kuatnya pengaruh Kristen di Indonesia.

Selanjutnya, setiap rancangan undang-undang atau peraturan pemerintah yang dianggap menguntungkan kaum Muslim selalu ditolak keras oleh kalangan Kristen, misalnya dalam perdebatan seputar RUU Peradilan Agama 1989. Sebaliknya, yang dianggap dapat menjauhkan kaum Muslim dari ajaran Islam selalu didukung penuh, seperti dalam perdebatan RUU Perkawinan 1973.

Berbagai konflik sejak 1997 yang melibatkan pemeluk Islam dan Kristen di Kalbar, Timtim, NTT, Ambon, Irian, Poso, dan Maluku, sebenarnya tidak lain adalah buah dari aktivitas kristenisasi yang tak kunjung padam dan dipadamkan.


Modus Kristenisasi

Banyak cara ditempuh para misionaris demi memurtadkan umat Islam. Media Dakwah (No. 192/Juni/1990) memuat bocoran dokumen Keputusan Dewan Gereja Indonesia di Jakarta tertanggal 31 September 1979 perihal program jangka panjang kristenisasi di Indonesia yang intinya bertujuan meningkatkan populasi umat Kristen agar sama dengan umat Islam. Ini dilakukan dengan mempropagandakan program keluarga berencana kepada kalangan Muslim dan mengharamkannya bagi kalangan Kristen. Berikut ini ialah sebagian modus kristenisasi yang ada di lapangan.


Pendidikan

Bagi para misionaris, pendidikan merupakan jalan terbaik untuk mempengaruhi masyarakat. John Moot, misionaris Amerika, mengatakan, “Kami harus mengajarkan ajaran agama kepada anak-anak. Sebelum dewasa, anak-anak itu harus kami tarik ke Kristen dan sebelum konsep Islam terbentuk dalam jiwa anak-anak itu, jiwa mereka harus kami tundukkan.”

Karena itu, mereka mendirikan lembaga pendidikan dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, tentu saja dengan kualitas pendidikan dan fasilitas yang canggih. Karenanya, bisa dimaklumi mengapa kalangan Kristen seperti kebakaran jenggot ketika RUU Sisdiknas hendak di-UU-kan.


Kesehatan Dan Pengobatan

Di dunia ini akan selalu ada orang yang sakit dan orang sakit akan selalu memerlukan dokter. Di mana ada kebutuhan terhadap dokter, di sana ada kesempatan untuk menyebarkan ajaran agama. Di rumah sakit Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, pasien Muslim biasanya mendapat brosur tentang penghiburan dan penyembuhan Yesus Kristus. Di rumah sakit Advent Bandung, pasien Muslim diajak berdoa bersama oleh rohaniwan rumah sakit dengan tatacara peribadatan Kristen. Tahun 2003 lalu diselenggarakan Bandung Festival 2003 di GOR Saparua, Bandung. Dalam poster dan selebaran tertera bahwa di sana akan ada pengobatan gratis oleh Peter Youngren. Dari susunan acara yang mencantumkan doa bersama, dari sosok Peter Youngren yang mejeng di poster, dan dari penyelenggara acara itu, mudah ditebak bahwa itu adalah ajang pemurtadan di tengah kota.


Perkawinan/Pemerkosaan

Khairiyah Anniswah alias Wawah, siswi MAN Padang, diculik dan dijebak oleh aktivis Kristen. Ia diberi minuman perangsang lalu diperkosa. Setelah tak berdaya, ia dibaptis. Linda, siswi SPK Aisyah Padang, diculik, disekap, dan diteror secara kejiwaan supaya murtad ke Kristen dan menyembah Yesus Kristus. Di Bekasi, seorang pemuda Kristen pura-pura masuk Islam lalu menikahi seorang gadis Muslimah salihah. Setelah menikah, mereka melakukan hubungan suami-istri. Adegan ranjang yang telah direncanakan itu difoto oleh kawan pemuda Kristen itu. Setelah dicetak, foto itu ditunjukkan kepada sang Muslimah dibarengi pertanyaan, “Tetap Islam atau pindah ke Kristen?” Jika tidak pindah agama, foto-foto telanjang Muslimah itu akan disebarluaskan. Karena tidak kuat mental, akhirnya sang Muslimah terpaksa dibaptis demi menghindari aib.


Narkoba

Di Desa Langensari, Lembang, Bandung, Yayasan Sekolah Tinggi Theologi (STT) Doulos menyebarkan Kristen dengan cara merusak moral calon korbannya terlebih dulu. Di sana, para pemuda berusia 15 tahunan dicekoki minuman keras dan obat-obatan terlarang sampai kecanduan berat. Setelah kecanduan, para pemuda itu dimasukkan ke panti rehabilitasi Doulos untuk disembuhkan sambil dicekoki injil (Republika, 10 dan 12/4/1999).


Filantropi

Para misionaris sering menampilkan diri sebagai orang yang penuh belas kasih terhadap sesama manusia. Mereka mendatangi orang-orang miskin sambil menawarkan makanan (beras, mi instan, gula, dan lain-lain.) secara gratis. Mereka juga memberi obat-obatan, pakaian bekas, alat-alat pertanian (bibit, pupuk, obat pembunuh serangga/hama, dan lain-lain.). Setelah orang desa merasakan manfaatnya, barulah para misionaris menyatakan maksud yang sebenarnya, bahwa mereka adalah pelayan dari Yesus Kristus, dan bantuan yang orang desa nikmati itu adalah dari Yesus. Lalu sang misionaris bertanya, mana yang lebih baik, Islam atau Kristen? Singkatnya, masyarakat desa dibaptis.


Menggunakan Idiom-idiom Islam

Para misionaris menggunakan idiom-idiom keislaman dalam tatacara peribadatan serta menerbitkan buku-buku dan brosur berwajah Islam, tetapi isinya memutarbalikkan ayat-ayat al-Quran dan Hadis Nabi, untuk mendangkalkan akidah umat. Ayat-ayat Ilahi dipermainkan untuk melecehkan Islam sembari menjunjung tinggi Kristen. Maksudnya jelas, agar kaum Muslim meragukan ajaran Islam lalu pindah ke Kristen. Cara ini dilakukan, misalnya, dengan meniru kebiasaan umat Islam dalam hal bangunan dan tatacara ritual. Bangunan gereja GPIB Padang memakai lambang-lambang Minang untuk merayu orang Minang agar tertarik kepada Kristen. Di beberapa desa di Yogyakarta, misionaris meniru adat kebiasaan umat Islam, seperti tahlilan, pakai kopiah yang biasa dipakai umat Islam, dan tak lupa mengucapkan salam ‘assalamualaikum’, dan lain-lain. Ada juga shalat 7 waktu dengan pakai peci, sajadah, tilawah Injil dan kasidah versi Kristen yang dilakukan oleh Kristen sekte Ortodoks Syria. Mereka juga sering mengadakan Natalan bersama dengan memakai atribut Islam, seperti yang pernah dilakukan jemaat Doulos di Kampung Sawah.


Penerbitan Buku

Buku yang diterbitkan ada yang berwajah Islam dan ada yang langsung menghujat Islam. Contoh yang berwajah Islam adalah Ayat-ayat al-Qur’an karya Drs. A. Poernarna Winangun, sementara Islamic Invasion: Confronting the World’s Fastest Growing Religion oleh Robert Morey adalah contoh yang menghujat. Masih banyak lagi buku-buku sejenis.

Ada dua target yang ingin dicapai dengan menerbitkan buku-buku berwajah Islam. Pertama, target ke dalam, yaitu memantapkan ajaran Kristen, seolah-olah ajaran Kristenlah yang benar. Kedua, target ke luar, yakni mengelabui umat Islam yang masih dangkal pemahaman agamanya, agar mau membaca lalu meyakini doktrin Kristen.

Buku-buku itu diterbitkan oleh Yayasan Jalan Al-Rachmat, Yayasan Christian Center Nehemia Jakarta, Yayasan Pusat Penginjilan Alkitabiah (YPPA), Dakwah Ukhuwah, dan Iman Taat kepada Shiraathal Mustaqiim. Sebaliknya, buku yang menghujat biasanya terjemahan tanpa identitas penerbit asli.


Mistik

Para misionaris kini kerap menggunakan jurus-jurus alam gaib untuk memurtadkan orang Islam. Majalah Sabili (Edisi 12/Desember/2003) dan Gatra (Edisi 51, 31/Oktober/2003), menurunkan laporan mengenai maraknya aksi pemurtadan lewat jin, sihir, dan hipnotis di Sumatra Barat. Banyak Muslimah di sana yang dibuat kesurupan lantas diajak masuk Kristen.

Demikianlah sepak terjang kristenisasi di Dunia Islam, yang harus selalu diwaspadai oleh kaum Muslim. [Majalah al-wa'ie, Edisi

http://swaramuslim.net/more.php?id=193_0_1_0_M


Hj. Irene Handono : 16 hal Utama Strategi Pemurtadan
Oleh : Fakta 15 Feb, 04 - 4:02 am

Sekilas kisah pemateri Ustadzah Irene Handono ( Mantan Biarawati Gereja ) Beliau dahulunya ada seorang biarawati yang lama belajar dalam kependidikan khusus pastur akhir.

Suatu ketika beliau mendapatkan materi Islamologi, yang bertujuan 'mengenalkan Islam' agar dapat memusuhinya. Ketika belajar Islamologi ini, ada beberapa hal yang dapat ia bantah kepada pengajarnya antarara lain bahwa Islam adalah agama orang-orang miskin, dan terbelakang, dengan mengambil sampel negara Indonesia.

Beliau membantah dengan argumen-argumen cerdas sebagai berikut :

* Mexico adalah Negara miskin, dimana hampir seluruh mayoritas penduduknya adalah Kristen

* Mesir, disana kebanyakan majikan beragama Islam dan justeru yang menjadi pembantu kebanyakan yang beragama Kristen

* Irlandia, terdapat konflik horizontal antara Khudustan dan Katolik.

* Italia, negara sumber mafioso yang justeru mayoritasnya beragama Kristen



Akhirnya ia meminta izin kepada pengajarnya untuk mempelajari Islam lebih detail dari sumbernya, dan akhirnya disetujui. Awal pembelajarannya adalah membuka surah Al Ikhlas, dan disanalah nanti akhirnya beliau mendapatkan hidayah.

Beberapa Catatan Penting

1. Meski Internal Kristen (Protestan dan Katolik), dan dengan Yahudi terdapat konflik yang cukup panjang, tapi menghadapi Islam, mereka bersatu padu, atas nama Kristen

2. Dalam bible dikatakan : "Carilah domba tersesat, dan kabarkanlah injil ke seluruh dunia." Ayat inilah yang menjadi inspirasi kaum Kristen militan dalam mengkristenisasi umat lain, sebagai karcis mereka memasuki surga

3. Kristen ketika berjumlah sedikit senantiasa menyampaikan ajarannya dengan lemah lembut, namun ketika jumlah mereka sudah banyak dan mayoritas mereka beralih kepada jalan kekerasan. Contoh terdekat adalah kasus Ambon, Idul Fitri Berdarah

4. Kristen mulai naik daun di era pemerintahan Gus Dur

5. Kristenisasi ditopang oleh beberapa faktor, diantaranya :
- Perintah Agama
- Perintah Politik, dengan peluncuran beberapa program :

5.1. Program YERICHO, Target Pulau Jawa terkuasai dalam 2004, bahkan termasuk didalamnya Sukabumi dan Madura
5.2. Program ANDALAS, Target Padang dan Sumatera
5.3. Program PACARISASI dan HAMILISASI Dengan target anak-anak para tokoh, pemimpin masjid dan ta'lim
5.4. Program YOSEPH 2004, dimana target presiden adalah Kristen

6. Agama Islam tidak mungkin punah kecuali Kiamat, tapi Islam di sebuah Negara amat mungkin untuk punah, sebagaimana yang telah terjadi di Spanyol dan Rusia, dan boleh jadi di Indonesia kelak

7. Pola Kristenisasi yang dilakukan, berdasarkan kehidupan masyarakat, sbb. :
- Masyarakat menengah ke atas mengubah pola fikir Masyarakat bawah dengan kebutuhan sandang pangan contoh kecil : tayangan Sisilia, Dorce Maria, yang berkisah tentang biarawati

8. DR. Suradi, seorang dokter yang tinggal di Jalan Proklamasi, membuka rumahnya untuk berobat gratis dan obat

9. Tilawatil Injil, adalah sejenis bacaan mirip murottal Al Qur'an, nada imam Madinah, yang merupakan salah satu teknik pengkaburan ajaran Islam di masyarakat selain melalui brosur/selebaran, dan Khitanan Masal yang diselenggarakan pihak Gereja

10. Metoda Tangkap Ayam adalah metoda yang digunakan oleh para misionaris, dimana dengan umpan sandang pangan (contoh : beras), mengajak para kaum miskin dan fakir untuk memeluk ajaran mereka

11. Target mereka adalah : 40 juta pemeluk di tahun 2002 dan 60 juta pemeluk di tahun 2004. Dengan jumlah sebanyak itu dan mereka bersatu atas nama Kristen, maka bukan tidak mungkin jika suara mereka bulat dalam memilih Presiden beragama Kristen dari kalangan mereka, maka demikianlah akhir bangsa Indonesia

12. JUMS, adalah sebuah organisasi militant Kristen yang telah mengaku sebagai penginjil tulen, yang berniat membangun 1000 buah sekolah gratis

13. Katolik Jawa, adalah sebutan bagi pemeluk Kristen Katolik di Pulau Jawa, dimana diketahui bersama bahwa Gereja Katolik adalah sebagai think tank, atau konseptor dari gerakan Kristenisasi. Katolik dikenal berperangai halus, namun memiliki pedang bermata tiga, yakni pendidikan, kesehatan, dan perekonomian

14. SYJ adalah gelar bagi pendeta yang militant, singkatan dari Serikat Yesus Jesuit. Sebagai contoh adalah Romo Sandi (Sandiawan SYJ) yang mau tinggal di perkampungan kumuh di salah satu simpul di Jakarta yang dekat dengan kaum ibu, dan hidup dengan cara masyarakat sekitar

15. Sekolah Kanisius memang bertarif 12,5 juta rupiah bagi calon murid baru dari Katolik, tapi jangan lupa bahwa mereka mengenakan tarif GRATIS bagi calon murid baru dari Islam

16. Saat ini sudah mulai dimasyarakatkan 'Idil Maulid Isa a.s. hampir mirip dengan Maulid Nabi Muhammad SAW

Penulis: Ustadzah Irena Handono
alhikmah.com
Penanggung Jawab Isi : Divisi Kajian
Musholla Al Barokah Gedung Cyber
Ringkasan materi Kajian Pemantapan Aqidah
http://albarokah.lamalif.org

http://swaramuslim.net/fakta/more.php?id=1486_0_16_0_M


1001 Cara Kristenisasi
Oleh : Fakta 24 Jul, 03 - 8:32 am

Berbagai cara ditempuh untuk melancarkan proyek kristenisasi. Ada yang memalsukan Al-Quran, pendeta mengaku haji, imagesampai upaya memurtadkan kiai ternama. Ada pula tokoh Muslim yang "mendukung" kristenisasi

Kawin antar-agama hanyalah salah satu cara kristenisasi. Lainnya, banyak. Menurut kristolog Abu Deedat Shihab, kaum misionaris dan zending perlu menempuh berbagai macam cara karena selama ini merasa gagal. Kini, kristenisasi lebih diprioritaskan untuk menjauhkan ummat Islam dari agama, baru kemudian memurtadkannya. Abu Deedat merujuk pada Al-Quran Surat Al-Baqarah: 109, "Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman..." Juga Al-Baqarah: 120, "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka."

Sinyalemen Al-Quran itu memang benar. Dalam Konferensi Misionaris di kota Quds (1935), Samuel Zweimer, seorang Yahudi yang menjabat direktur organisasi misi Kristen, menyatakan, "Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslimin sebagai seorang Kristen, namun mengeluarkan seorang Muslim dari Islam agar jadi orang yang tidak berakhlaq sebagaimana seorang Muslim. Tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas dan hanya mengejar kepuasan hawa nafsu."

Plesetan Al-Quran

imageAl-Quran, sebagai tuntunan hidup ummat Islam, kini dimanfaatkan sebagai sarana kristenisasi. Tentu saja bukan Al-Quran sungguhan, tapi palsu. Salah satunya adalah The True Furqan, yang sempat beredar di internet dan menggegerkan publik Jawa Timur, awal Mei lalu. Dalam Al-Quran buatan Evangelis (Ev) Anis Shorrosh itu, ada surat bernama Al-Iman, At-Tajassud, Al-Muslimun, dan Al-Washaya yang isinya memuji-muji Yesus.

Selain ada Al-Quran palsu, juga bertebaran buku-buku plesetan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits. "Cara ini yang sekarang paling banyak terjadi. Pemberian Supermie atau bantuan uang sudah tidak manjur lagi," tutur Abu Deedat.

Kenapa cara itu ditempuh? Dalam wawancara dengan majalah Jemaat Indonesia (edisi 4 Juni 2001), Pdt R Muhamad Nurdin —Muslim murtad— menyebut trik itu sebagai cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. "Saya membuat buku agar dibaca umat Kristen, kemudian disalurkan kepada umat beragama lain. Saya tulis untuk kalangan sendiri, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Demikian bagi orang Yahudi aku seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang Yahudi. Itu cara yang hati-hati dalam merebut hati kaum Muslimin. Jangan sampai ada vonis mati seperti untuk Suradi dan Poernama," ujarnya. Dua nama terakhir adalah pendeta yang divonis mati oleh Forum Ulama Ummat (FUU) Bandung karena menghina agama Islam.

Buku-buku Nurdin laku keras. Dalam tiga tahun, 5000 eksemplar ludes. Hasilnya, menurut penuturan Wakil Gembala Gereja Kristen Maranatha Indonesia (GKMI) Rawamangun Jakarta ini, banyak orang Islam yang akhirnya menerima Yesus alias murtad. "Bahkan ada yang menjadi penginjil."

Contoh buku karangan Nurdin adalah Ash-Shadiqul Masdhuq (Kebenaran yang Benar), As-Sirrullahil Akbar (Rahasia Allah yang Paling Besar), dan Ayat-ayat Penting dalam Al-Quran.

Selain buku, juga bermunculan brosur atau pamflet sejenis lembar Jumat. Judul yang dipilih pun seolah-olah Islami. Misalnya "Allahu Akbar Maulid Nabi Isa as", "Kesaksian Al-Quran tentang Keabsahan Taurat dan Injil", dan "Siapakah yang Bernama Allah itu?" Bertebaran pula stiker kaligrafi Arab yang isinya pujian kepada Yesus.

Buku dan brosur itu diterbitkan oleh Yayasan Jalan Al-Rachmat, Yayasan Christian Center Nehemia Jakarta, Yayasan Pusat Penginjilan Alkitabiah (YPPA), Dakwah Ukhuwah, dan Iman Taat kepada Shiraathal Mustaqiim.

Anak-anak sekolah juga menjadi sasaran empuk. Siti Muflikhah, santri Pesantren At-Taqwa Bekasi, pernah mendapat surat berisi komik anak-anak dari sebuah lembaga yang menamakan diri Klab17. Di bagian awal, komik itu berisi cerita keseharian anak-anak. Namun di bagian akhir ada pernyataan, "Saya percaya akan Engkau, Yesus sebagai juruselamat saya."


Mengaku Mantan Haji

Bidang kesehatan juga dibidik. Ini antara lain dialami keluarga Hartono, warga Kupang, Surabaya. Istrinya, Jam'iyah, sakit dan dirawat di RS RKZ Surabaya. Biaya yang harus dikeluarkan selangit sehingga Hartono yang cuma bekerja sebagai mandor kontraktor kebingungan.

Datang misionaris menawarkan bantuan biaya pengobatan. Namun ada syaratnya: masuk Kristen. Hartono terpikat. Suami istri itupun akhirnya menjadi penganut Kristen.

Cara yang cukup sulit diidentifikasi adalah tipu daya dengan meniru adat atau kebiasaan komunitas Muslim. Di Cirebon, ada kelompok qasidah yang menyanyikan puji-pujian kepada Yesus. Hal serupa juga dilakukan jemaat Kanisah (Kristen) Ortodoks Syiria (KOS) yang menyelenggarakan tilawatul Injil, memakai peci, ibadahnya mengamalkan shalat 7 waktu, memakai sajadah, dan mendendangkan qasidah.

Duta-duta Injil (begitu kalangan Kristen menyebutnya —red) juga berani mengaku sebagai mantan ustadz, bertitel haji atau hajjah, atau anak kiai terkenal. Pengakuan-pengakuan seperti itu direkam dalam kaset dan diedarkan di tengah masyarakat.

Misalnya di Cirebon, murtadin Ev Danu Kholil Dinata alias Theofilus Daniel alias Amin Al-Barokah, mengaku sebagai sarjana agama Islam, yang pindah menjadi pemeluk Kristen setelah mempelajari Nabi Isa versi Islam di STAI Cirebon. Ternyata ijazah sarjana yang dipakai untuk kesaksian itu palsu.

Ada lagi Ev Hj Christina Fatimah alias Tin Rustini alias Sutini alias Bu Nonot, pemberita Injil dengan memperalat Al-Quran di Gereja Bethel Pasir Koja, Bandung. Mengaku pernah berkali-kali menunaikan ibadah haji. Menurut penuturan Sumarsono, mantan suaminya, Sutini tidak pernah belajar di pesantren. Selama berkeluarga tidak pernah shalat. Memang dia pernah pergi ke Arab Saudi, bukan untuk ibadah haji tetapi menjadi TKW.

Banyak lagi kaset-kaset yang berisi rekaman kesaksian palsu, misalnya kesaksian HA Poernama Winangun alias H Amos, Pdt R Muhamad Nurdin, Pdt M Mathius, Pdt Akmal Sani, Niang Dewi Ratu Epon Irma F Intan Duana, dan Ev Paulus Marsudi.


Sekolah dan Tawaran Kerja

Biaya sekolah yang kian mahal juga dimanfaatkan untuk menjerumuskan kaum Muslimin. Mereka mendirikan sekolah (yang seolah-olah) Islam, seperti Institut Teologi Kalimatullah Jakarta yang dikelola Yayasan Misi Global Kalimatullah. Juga ada Sekolah Tinggi Teologi (STT) Apostolos Jakarta, yang mempunyai kurikulum Islamologi bermuatan 40 sks.

Lapangan kerja juga menjadi lahan subur. Ini misalnya dilakukan pasangan misionaris Robert Antony Adam dan Traccy Carffer di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Warga Amerika Serikat yang terang-terangan mengaku utusan Yesus itu berhasil memurtadkan 123 orang Minang, dengan bekal jabatan konsultan kehutanan Global Partners Forestry Unit (GPFU).

Robert-Traccy yang masuk Pesisir Selatan sejak Desember tahun silam, menawarkan rekayasa teknologi tepat guna pemberdayaan jati emas, pala super, dan kapas transgenik. Robert lantas menjual bibit jati mas, pala, dan kapas dengan harga 50% lebih murah daripada harga pasaran. Kalau mau dapat gratisan, bisa saja. "Asal masuk Kristen," ujar Masrizal, aktivis dakwah di Pesisir Selatan.

Banyak warga yang tergiur dan akhirnya menjual keyakinan karena terobsesi keuntungan jutaan rupiah. Untung misionaris ini segera dideportasi karena pelanggaran visa, pertengahan bulan lalu.

Kasus serupa terjadi di Bekasi. Bulan April lalu terbongkar praktik kristenisasi berbungkus lapangan kerja. Sekitar 50 orang Muslim asal Gorontalo dibawa ke Bekasi dengan janji akan dipekerjakan dan diberi beasiswa oleh Yayasan Dian Kaki Emas. "Tapi setelah sampai di sini, mereka dididik dan dipaksa pindah agama Kristen oleh Pendeta Edi Sapto," ungkap Hamdi, Ketua Divisi Khusus Forum Bersama Ummat Islam, dalam acara konferensi pers di Masjid Al Azhar, Klender Jakarta Timur.

Warga Muslim itu disekap, didoktrin ajaran Kristen, disuruh ikut kebaktian, dan dilarang shalat. Mereka juga diwajibkan memelihara babi-babi yang ada di kompleks yang berdiri di atas tanah seluas 5 hektar itu. Akhirnya kompleks kristenisasi terselubung itu digerebeg warga dan aparat.


"Dukungan" Tokoh Muslim Liberal

Proyek kristenisasi ternyata mendapat `dukungan' dari beberapa orang yang sering disebut cendekiawan Muslim. Tokoh-tokoh ini memperkenalkan paham liberalisme dan pluralisme yang kerap mengusung slogan `membangun dunia baru', dengan penyatuan agama dan melepaskan fanatisme agama.

Salah satunya adalah Prof DR Said Agil Siradj, MA. Gagasan pluralnya antara lain tampak dalam pengantar buku Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam. Buku ini dikarang oleh Bambang Noorsena, pendiri Kanisah Ortodoks Syiria (KOS) di Indonesia.

Di situ Said Agil menulis bahwa KOS tidak berbeda dengan Islam. Secara al-rububiyyah, KOS mengakui bahwa Allah adalah Tuhan sekalian alam yang harus disembah. Secara al'uluhiyyah, telah mengikrarkan Laa ilaha ilallah (Tiada Ilah selain Allah) sebagai ungkapan ketauhidannya. Jadi dari tauhid sifat dan asma Allah secara substansial tidak jauh berbeda dengan Islam.

Perbedaannya, menurut Said Agil, hanya sedikit. Jika dalam Islam (Sunni) kalam Tuhan yang Qadim itu turun kepada manusia (melalui Muhammad) dalam bentuk Al-Quran, maka dalam KOS kalam Tuhan turun menjelma (tajassud) dengan Ruh al-Quddus dan perawan Maryam menjadi Manusia (Yesus). Perbedaan ini tentu saja sangat wajar dalam dunia teologi, termasuk dalam teologi Islam. "Pandangan seperti itu merupakan salah satu bentuk penghancuran aqidah," timpal Abu Deedat.

Tokoh lainnya adalah DR Nurcholis Madjid. Dalam buku Pluralitas Agama, Kerukunan dalam Keragaman, Cak Nur menjelaskan bahwa pengikut Isa Almasih menyebut kitab Injil sebagai Perjanjian Baru berdampingan dengan kitab Taurat yang mereka sebut sebagai Perjanjian Lama. Kaum Yahudi tidak mengakui Isa Almasih dengan kitab Injil-nya, menolak ide Perjanjian Lama ataupun Perjanjian Baru itu, namun Al-Quran mengakui keabsahan keduanya sekaligus.

Dengan nada agak tinggi, Abu Deedat menyebut pendapat Cak Nur itu sebagai upaya pendangkalan aqidah. "Para pengikut Nabi Isa as (kaum Hawariyun) tidak pernah menyebut Injil sebagai kitab Perjanjian Baru. Nabi Isa sendiri tidak pernah menerima atau mengetahui kitab Perjanjian Baru karena Injil yang diturunkan Allah kepada Nabi Isa bukanlah Perjanjian Baru yang isinya kebanyakan surat-surat Paulus yang sangat bertentangan dengan ajaran Nabi Isa itu sendiri," katanya.

Selain kedua tokoh di atas, Abu Deedat juga memasukkan Alwi Shihab sebagai tokoh pluralis. Sementara Adian Husaini dalam Islam Liberal menunjuk beberapa nama seperti dosen-dosen Universitas Paramadina (Komaruddin Hidayat, Budhy Munawar Rahman, Luthfi As-Syaukanie), dosen UIN Syarif Hidayatullah (Azyumardi Azra, Muhammad Ali, Nasaruddin Umar), dan beberapa nama lain yang menjadi kontributor Jaringan Islam Liberal.

Menurut Adian yang juga anggota Komisi Kerukunan antarumat Beragama MUI, melalui pluralisme, ummat Islam diprovokasi agar melapaskan aqidahnya. Tidak lagi meyakini agamanya saja yang benar, dan kemudian diajak untuk mengakui bahwa agama Kristen juga benar. "Teologi pluralis sebenarnya adalah pembuka pintu bagi misi Kristen dan sejalan dengan imbauan Paus Yohanes Paulus II agar misi Kristen terus dijalankan," ujarnya.

Kaum Kristen juga tak segan-segan "menyerang" tokoh-tokoh Muslim yang dikenal sebagai pejuang tegaknya syariat Islam. Misalnya KH Kholil Ridwan (Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia) dan KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii (Pimpinan As-Syafiiyah, Jakarta).

Sekitar 5 bulan lalu, keduanya mendapat kiriman brosur dari STT Apostolos. "Isinya tidak secara langsung mengajak kepada agama Kristen, namun mengajak saya agar masuk ke dalam Apostolos. Itu artinya Apostolos mengajak saya untuk masuk ke dalam agama Kristen," kata Abdul Rasyid.

Abdul Rasyid segera melaporkan kejadian itu kepada aparat, sebab cara itu sudah melanggar ketentuan hukum, yakni larangan mengajak ummat suatu agama untuk masuk ke agama lain. Kemudian ada pemberitahuan dari aparat bahwa pihak Apostolos melalui Pdt Yusuf Roni membantah telah mengirim surat dan brosur itu.

"Terlepas dari benar tidaknya bantahan itu, yang jelas apa yang saya alami merupakan indikasi bahwa sasaran kristenisasi tidak hanya kalangan akar rumput, tapi juga ulama dan tokoh masyarakat," ujar Abdul Rasyid.


Yerikho 2000 dan Doa 2002

Misi Kristen di Indonesia didukung oleh kekuatan dana yang sangat besar, di antaranya melibatkan konglomerat keturunan Cina, James T Riady (bos Grup Lippo). Seperti terungkap di majalah Fortune (16 Juli 2001), James berencana membangun seribu sekolah di desa-desa miskin di Indonesia. James bekerjasama dengan Pat Robinson (misionaris dunia) juga akan mendirikan organisasi jaringan umat Kristiani.

Hebatnya, ummat Islam secara tidak sadar turut mendukung cita-cita besar James T Riady. Antara lain dengan menjadi nasabah Bank Lippo, belanja di Mal Lippo, membeli rumah di Lippo Karawaci dan Cikarang, berobat ke RS Siloam, pelanggan Lippo Shop, Link Net, Lippo Star, Kabel Vision, dan Asuransi Lippo.

Indonesia memang akan dijadikan pusat perkembangan Kristen di Asia Pasifik. Demikian kata Pdt George Anatorae dari The Lord Familly Church Singapore dalam seminar kerjasama Global Mission Singapore dan Galilea Ministry Indonesia, di Hotel Shangrila Jakarta (9-12 Juni 1998). Sejauh mana keberhasilan program itu, perlu diteliti lebih lanjut. Yang pasti, data tahun 1999 menunjukkan jumlah umat Islam di Indonesia anjlok dari 90% menjadi 75% (Siar No 43, 18-24 November 1999). Keberhasilan itu berkat kerja keras 38 agen kristenisasi, 1573 misionaris pribumi, 62 misionaris asing, dan 421 misionaris lintas kultural (data dari Operation World 2001 yang dihimpun India Missions Association, Japan Evangelical Assocation, dan Korea Research Institute for Missions).

Salah satu lembaga yang gencar melaksanakan kristenisasi adalah Doulos World Mission (DWM). Saat ini DWM sedang melaksanakan Proyek Yerikho 2000, yaitu program pengkristenan wilayah Jawa Barat, dengan sentra kegiatan digerakkan di kawasan pinggiran Jakarta.

Proyek ini bertujuan "mewujudkan Kerajaan Allah di bumi Parahyangan menyongsong abad XXI". Menurut Hendrik Kraemer, peneliti dan penginjil dari Belanda, Jawa Barat adalah wilayah "paling gelap" di Indonesia dan sangat tertutup bagi Injil. Karena itu aktivis DWM bertekad, "Kita harus merebut tanah Pasundan bagi Kristus."

Yerikho 2000 juga digerakkan di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Pusat kegiatan DWM berada di kawasan Rawamangun (Jakarta Timur) dan Tangerang (Banten).

Program lainnya adalah Doa 2002, yang dilaksanakan sejak tanggal 19 Oktober 2001 sampai 6 Desember 2002. Secara khusus program ini menyebut beberapa komunitas Muslim sebagai objek kristenisasi. Di antaranya adalah suku Kaili Ledo (Sulawesi Tengah), Melayu Riau, Betawi, Aceh, Melayu Kalimantan, Tenggarong Kutai, Bima, Maluku, Banda, dan Papua. Rencana program Doa 2002 tertuang dalam buku 40 Hari Doa Bangsa-Bangsa yang telah diterjemahkan ke dalam 35 bahasa di dunia.

Muslim Betawi misalnya, harus didoakan oleh segenap orang Kristen pada tanggal 9 November 2001 lalu. Itu perlu dilakukan agar hati Bapa mengasihi dan merindukan orang Betawi. Selain itu, agar Bapa mengutus duta-duta kerajaan-Nya untuk mengembangkan pelayanan kesenian Betawi, literatur, dan radio dalam bahasa Betawi. Juga, agar Tuhan mencurahkan kuasa-Nya dan mengubah kehidupan orang-orang yang berpengaruh dalam suku Betawi, baik para penyanyi, penari, tokoh agama, masyarakat, pemuda, dan wanita.

Secara khusus, orang Kristen mendoakan Presiden Megawati dan beberapa pemimpin dunia. Harapannya, agar Megawati (dan para pemimpin) mendapat pewahyuan tentang Ketuhanan Yesus dan keluarganya datang mengenal Kristus.

Duta-duta Injil juga sedang menggencarkan ritual Doa 5 Patok. Yakni meningkatkan doa 5 kali sehari dengan pelaksanaan minimal 30 menit lebih awal sebelum waktu shalat (bagi orang Islam). Tujuannya adalah untuk mengadakan penghadangan ruhani sekaligus pembersihan atmosfir ruhani agar kaum Muslimin dapat menerima Yesus.

Ritualnya dilaksanakan sebelum waktu shalat ummat Islam, yakni subuh (mulai 03.15-selesai), pagi (10.30-selesai), siang (14.00-selesai), sore (17.00-selesai), dan malam (18.00-selesai). Pada Kamis malam, dilakukan doa semalaman dan peperangan ruhani sambil berkeliling kota/lokasi tertentu. Awas, hati-hati!• (ahmad, dodi nurja, amz, pam/Hidayatullah)

http://swaramuslim.net/fakta/more.php?id=214_0_16_0_M


Combat Kit : Strategi Umat Islam Dalam Menghadapi Arus Pemurtadan
Oleh : Fakta 21 Jan, 06 - 1:00 am

imageimageIsu "Pemurtadan" memang bukan isu yang baru terdengar saat ini. Isu itu sudah berkembang sejak puluhan tahun yang lalu. Namun, gerakan antisipasi umat Islam belum dilakukan secara maksimal. Hal ini terjadi, mungkin dikarenakan gerakan pemurtadan itu sendiri yang masih dilakukan dengan penuh malu-malu. Sehingga umat Islam terkesan menganggapnya sebagai "angin lalu".

Tapi, beberapa tahun belakangan ini, gerakan pemurtadan sudah semakin berani dan dilakukan dengan beragam cara/pola (bantuan ekonomi, misi kemanusiaan, pengelabuan, mistik, dan lain sebagainya). Untuk itu, umat Islam hari ini tidak boleh lagi menganggap sebelah mata alias sepele dalam menyikapi kasus pemurtadan yang kian gencar terjadi khususnya ditujukan kepada generasi-generasi penerus panji-panji Islam di masa akan datang.

"Pemurtadan" adalah suatu gerakan untuk mengajak orang lain yang sudah beragama untuk masuk memeluk agama lain.

Secara sederhana dan sempit konsep ini bisa disamakan dengan dakwah/misi (menyeru/mengajak). Semua agama memiliki konsep tersebut. Tapi, hakikatnya "pemurtadan" adalah berkonotasi negatif yang tentunya sangat berbeda dengan dakwah. Gerakan pemurtadan adalah gerakan menyimpang yang melanggar ketentuan agama dan Undang-undang. Sebab, ada beberapa kesalahan, antara lain adalah:

Pertama, mengajak orang yang sudah beragama.

Kedua, dilakukan dengan cara-cara yang tidak jujur (seperti, pengelabuan kepada pemeluk agama tertentu untuk beralih ke agama lain dengan iming-iming imbalan tetentu atau bersembunyi di balik misi kemanusiaan padahal mengemban misi agama tertentu).

Ketiga, menyusupkan, menambah atau mengurangi isi dari kitab suci agama tertentu dan memasukkan isi dari ajaran agama lain.

Keempat, membodohi umat lain dengan dogma-dogma yang menyesatkan.

Kelima, target utama (The Main Target) adalah anak-anak atau remaja belia yang masih belum tahu banyak tentang agamanya.Gerakan pemurtadan ini sangat berbahaya bagi umat Islam. Untuk itu, umat Islam harus membuka matanya lebar-lebar dan menyusun strategi jitu dalam membumi hanguskan gerakan pemurtadan ini di bumi pertiwi Indonesia. Islam adalah agama yang dipeluk oleh mayoritas bangsa Indonesia.

Kebangkitan Islam akan ditunjukkan oleh umat Islam di Indonesia. Yakinkanlah! Bahwa kita bukan "Singa yang sedang tertidur" tapi kita adalah "Sang penakluk Singa". Umat Islam bukan umat yang mudah terlena dengan bujuk rayu harta, jabatan atau wanita. Tapi, umat Islam adalah umat yang istiqomah (teguh pendirian) untuk memperjuangkan agamanya sampai akhir hayatnya. 'Iis 'Azizan au Mut Syahidan (Hidup mulia atau mati syahid).

Strategi Menghalau Gerakan Pemurtadan

Masalah pemurtadan bukan lagi masalah nomor dua apalagi sampai ke seratus, tapi sudah termasuk masalah utama. Apabila hal ini dibiarkan terus berlanjut, maka kita telah menghancurkan agama sendiri. Sebab, gerakan pemurtadan adalah gerakan yang mengancam eksistensi umat Islam ke depan. Untuk itu, ada beberapa langkah dalam mengantisipasi penyebar luasan "pemurtadan". Antara lain adalah:

Pertama, umat Islam harus memiliki keyakinan yang tangguh (aqidah=tauhid) dan ruhiyah yang kuat. Meyakini bahwa Allah SWT telah menetapkan bahwa Islam adalah agama yang paling benar dan diridhai oleh-Nya. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanya-lah Islam.

Tiada berselisih orang-orang yang diberi al-kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian yang ada pada mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisabnya. (QS. Al-Imran:19) Dalam ayat 89 Allah kembali menegaskan: "Barang siapa yang mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi." Ayat-ayat ini yang membantah secara langsung adanya pendapat yang menyatakan bahwa "semua agama itu sama". Pandangan seperti ini akan berakibat kurangnya keyakinan terhadap kebenaran agama yang telah dianutnya.

Kedua, saat sekarang ini "pemurtadan" mengincar generasi muda yang merupakan generasi emas. Mengapa target operasional (TO) mereka adalah generasi muda. Gerakan pemurtadan ini berorientasi puluhan tahun ke depan. Jadi, bila misi mereka berhasil pada hari ini, maka mereka akan menuai hasilnya nanti. Di prediksikan bila umat Islam adem ayem saja, maka porsentasi kuantitas akan berbanding terbalik, minimal 50-50 (sama).

Dengan demikian, kesiapan orang tua hari ini untuk membekali anak-anaknya dengan kemampuan (material=ilmu atau mental-spritual=nilai agama/moral). Ketidak perdulian orang tua terhadap kondisi anak-anaknya merupakan jalan mempermudah mulusnya gerakan pemurtadan. Allah SWT berfirman: "Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya meninggalkaan anak-anak mereka dalam keadaan lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan dengan perkataan yang benar." (An-Nisa':9) Jadi, bekalilah anak-anak kita dengan ilmu dan iman. Tanamkan sejak dini kepada mereka akan keyakinan kepada agamanya dan didiklah mereka dengan pendidikan yang benar.

Ketiga, tumbuhkan semangat membantu sesama. Para orang kaya (aghniya') membantu para dhu'afa' (fakir/miskin). Sehingga umat Islam yang kesulitan ekonomi akan terbantu. Hari ini, gerakan pemurtadan banyak menggunakan pola bantuan ekonomi. Karena kesusahan akhirnya agamanya pun tergadai.

Keempat, menjaga muslimah. Wanita muslimah sangat menjadi incaran oleh lelaki kafir. Makanya ada salah satu pola gerakan pemurtadan "Pacari, hamili, murtadkan". Untuk itu, lelaki muslim wajib menjaga wanita muslimah. Terlebih wanita muslimah harus menjaga dirinya dari pergaulan dan memperketat diri dengan busana syar'I (menutup aurat). Allah SWT berfirman: "…dan janganlah kamu tampakkan perhiasan kecuali yang boleh ditampakkan (muka dan telapak tangan)." (QS. An-Nur:31)

Kelima, sikap pro-aktif umat Islam dalam memperjuangakan masalah penyimpangan dalam pola penyebaran agama (seperti: penculikan, penganiayaan, pemaksaan, hipnotis, mistik, bersembunyi atas nama kemanusiaan) kepada pemerintah agar melakukan tindakan tegas terhadap pelaku-pelaku tersebut. Untuk itu, umat Islam harus senantiasa menggalang persatuan daan kesatuan demi keselamatan bersama.

Keenam, mewaspadai setiap gerakan yang mencurigakan dengan bersikap hati-hati. Mereka punya 1001 cara untuk memurtadkan umat Islam, jadi selalu waspada/hati-hati dengan pola-pola tersebut. Manakala menemukan sesuatu yang mencurigakan segeralah koordinasi bersama umat Islam. Jika sudah terbukti melanggar Undang-Undang yang berlaku maka biarlah hukum yang menyelesaikannya.

Penutup

Menghalau gerakan pemurtadan merupakan salah satu pola memelihara agama (hifz aldin) dari kehancuran. Hal ini merupakan suatu kemestian bagi umat Islam (dharuriyah). Untuk itu, mari kita semua (umat Islam) "satukan tekad, melangkah bersama, usir arus pemurtadan dari bumi Indonesia dengan mekanisme yang benar." Mudah-mudahan Allah SWT meridhai jalan orang-orang yang tetap teguh (istiqomah) di jalan-Nya dalam menegakkan panji-panji Islam. Amiin. Wallahu a'lamu.
http://swaramuslim.net/fakta/more.php?id=58_0_16_0_M


Ustadz Drs. H. Hartono Ahmad Jaiz, Perang terhadap JIL

Katagori : Counter Liberalisme
Oleh : Redaksi 02 Jul 2005 - 12:30 am

Selamatkan IAIN Dari Permurtadan
imageimageAda upaya sistematis pemurtadan pada mahasiswa IAIN akhir-akhir ini. Itulah sebabnya, patut diketahui alasan, kenapa IAIN dan UIN perlu dicermati dan diwaspadai. Target pemurtadan itu bisa dirasakan, ketika mahasiswa IAIN-UIN begitu terkagum-kagum dengan pemikiran kaum orientalis, diantaranya Ulil Absar Abdalla, dedengkot Jaringan Islam Liberal (ML).

Fenomena maraknya kelompok yang menamakan dirinya sebagai Islam Liberal, belakangan semakin berkembang saja di kampus IAIN maupun UIN. Bahkan ditenggarai justru IAIN dan UlN-lah yang menjadi lahan subur maraknya barisan pengusung paham liberal. Sehingga pengusung paham pluralisms agama, nikah beda agama, pikiran-pikiran yang keluar dari mainstream Qur'an-Sunnah banyak sekali dilahirkan dari rahim IAIN.

Kendati masih acte kelompok mahasiswa di IAIN dan UIN yang memegang teguh pada Al Qur'an dan As-Sunnah. Hanya saja, mereka seperti tenggelam. Mahasiswa kelompok ini seolah kalah publikasi. Maklum, Mahasiswa IAIN-UIN yang sering nyeleneh karena otak liberalnya itu, telah dibackingi oleh Amerika, terutama dari segi dana, sehingga anak-anak muda di "kampus hijau" itu tidak menemui kesulitan ketika harus mengadakan forum-forum diskusi yang nara sumbernya didatangkan sendiri dari kalangan mereka yang juga liberal dan sekuler. Dengan kata lain, misi dan propaganda Barat dapatterakomodir oleh segelitir anak-anak IAIN-UIN yang belakangan mulai terkikis akidah lslamnya.

Hingga saat ini tokoh-tokoh liberal di IAIN sudah semakin terang-terangan menghina Allah, dan ajarannya terns menerus dijajakan ke masyarakat. Lebih ironis lagi, keliberalan itu dijadikan kurikulum dan diwajibkan bagi para mahasiswanya, Bahkan kini ditambah pelajaran hermeneutika untuk mengganti metode tafsir Al Qur'an.

Menurut Ustadz Hartono Ahmad Jaiz, dalam acara bedah buku "Ada Pemurtadan di IAIN" beberapa waktu lalu, ada upaya sistematis pemurtadan pada mahasiswa IAIN akhir-akhir ini. Itulah sebabnya, patut diketahui aiasan, kenapa IAIN dan UIN perlu dicermati dan diwaspadai. Pertama, adanya ajakan dzikir dengan lafal Anjing hu Akbar oleh mahasiswa seniorfakultas Ushuluddin (filsafat) IAIN Bandung kepada mahasiswa baru dalam acara ta'aruf, September 2004. Termasuk adanya pernyataan, "Selamat bergabung di area bebas Tuhan" di acara yang sama.

Alasan kedua, adanya dosen IAIN yang di depan kelas dengan bangganya mengaku sudah tiga bulan tidak shalat. Ketiga, Zainun Kamal (dosen UIN Jakarta) telah menikahkan Muslimah dengan lelaki Kristen di Hotel Kristal Pondok Indah Jakarta. Keempat, adanya mahasiswa IAIN Bandung yang dengan bangga mengenakan kalung salib dan zionis pada lehernya, dan masih banyak lagi.

Sejak masuknya para orientalis ke kampus ini, sudah cukup banyak wacanayang belakangan tak sekedar lagi wacana. Tapi sudah menjadi sebuah paham, ideology, dan "agama baru". Wacana kotor dan beracun yang hendak ditularkan itu antara lain: "Surga Tuhan itu nanti mungkin terdiri dari banyak "kamar" yang bisa dimasuki dengan beragam jalan atau agama"; semua agama sama, semuanya menunju kebenaran; tidak boleh mengklaim dirinya yang paling benar; Syariat Islam akan membuat kaum perempuan menderita; menghalalkan nikah beda agama; menggagas penyamaan waris antara laki-laki dan perempuan; menghalalkan goyang ngebor; mengakui keberadaan kaum gay dan lesbi; mengatakan Al Qur'an itu produkbudayadan sudah tidak relevan lagi; menyerukan kondom sebagai solusi, dan sebagainya.

Gejala sesat menyesatkan lewat jalur sistematis yaitu perguruan tinggi Agama Islam se-lndonesia, justru dibiarkan oleh pitiak akademik (kampus), termasuk Departemen Agama sendiri. Seolah-olah, pemikiran sesat itu dibiarkan. berkembang, dan betul-betul dijadikan pegangan mahasiswa sebagai pendekatan keiimuan dalam memahami Islam.

Sarang Pemurtadan?

imageDikatakan Ustadz Hartono Ahmad Jaiz, akar masalah lancarnya pemurtadan dan kristenisasi adalah sistem pendidikan Islam yang telah diselewengkan. Kurikulum perguruan tinggi Islam, nyatanya tidak Islami lagi, karena diambil dari hasil eksperimen dan rancangan orientalis Barat yang misinya adalah penjajahan, kristenisasi, dan westernisasi (pembaratan).

Bahkan kurikulum IAIN, UIN, STAIN, dan STAIS kini penekanannya lebih pada socio histories. Lebih bahaya lagi, motode yang digunakan di perguruan tinggi Islam itu adalah mencoba menafsiri Bible, yakni apa yang mereka sebut hermeneutika. Perlu diketahui, hermeneutika adalah metode tafsir Bible, yang di kembang kan oleh para filosof dan pemikir Kristen di Barat menjadi metode interpretasi teks secara umum. Oleh sebagian cendekiawan Muslim, metode ini diadopsi dan dikembangkan, untuk dijadikan sebagai alternatif dari metode pemahaman Al Quran yang dikenai sebagai ilmu tafsir. Jika metode atau cara pemahaman Al Quran sudah mengikuti metode kaum Yahudi dan Nasrani dalam memahami Bible, maka patut dipertanyakan, bagaimanakah masa depan kaum Muslimin di negeri ini nantinya?

"Akibat itu, dosen IAIN-UIN yang tadinya mendidik mahasiswa agar memahami Islam, berubah mengajari mahasiswa agar bingung terhadap Islam. Atau paling tidak menjadikan anak didik yang kerjanya mengkritisi Islam, bukan mengamalkannya dengan taat kepada Allah dan Rasulnya. Nah, kalau dosennya saja bingung, apalagi mahasiswanya," ujar Hartono.

Tapi, apa kata dosen IAIN-UIN sendiri saat membela mahasiswanya yang nyeleneh: "Ini sekadar wacana", "ini pembahasan akademis", "jangan dimaknakan secara tekstual, literal, atau secara dangkal". Dalihnya lagi, "kita perlu Islam Progresif", "kita perlu Islam Emansipatoris", "jangan suka merasa benar sendiri", dan sebagainya. Jadi itu semua adalah senjata mereka untuk menutupi kekacauan pemahaman mereka, sekaligus menipu mahasiswa agar mudah dijebak kekacauan pemahaman Islam model mereka.

Dengan sistem pendidikan Islam yang kacau seperti itu, maka para orang tua yang menguliahkan anak-anaknya dengan harapan agar menjadi ulama yang saleh menjadi terabaikan. Yang muncul justru, sarjana-sarjana agama Islam (S.Ag) yang pemahaman Islamnya tidak berlandaskan Al Quran dan As-Sunnah dengan manhaj (metode pemahaman) salafus shalih (generasi awal Islam, sahabat Nabi SAW, tabi'in dan tabi'it tabi'in). Tentu tidak dipantas bila titel S.Ag kemudian diplesetkan orang menjadi "SarjanaAuahGelap".

Tampaknya sudah bukan rahasia umum lagi, jika kampus IAIN – UIN atau perguruan tinggi Islam lainnya, menjadi target pemurtadan dan Kristenisasi yang dilakukan oleh para orientalis, kaum kafir dan muanfiqin. Yang pasti, pemurtadan dan kristenisasi yang dilancarkan, tidak semata-mata mengiming-imingi harta dan semacamnya kepada kaum Muslimin agar masuk Kristen, namun mereka mulai gencar menempuri berbagai cara dan menyiapkan strategi canggihnya untuk merealisasikan proyek pemurtadan, bukan hanya di perguruan tinggi Islam, tapi juga menyusupi pesantren-pesantren, bahkan sampai majelis taklim kaum ibu di kampung-kampung, hingga musholla-musholla. Itu diakui sendiri oleh Ulil Absar Abdalla yang terobsesi menyampaikan pesan Islam Liberal hingga ke musholla.

Sekarang ini cara konvensional (mengiming-imingi supermie dan sejenisnya) plus teori Snouck Hurgronje masih dijalankan, namun kemudian polanyatelah ditingkatkan menjadi bentuk-bentuk iming-iming dana segar untuk menjalankan misi pemurtadan, kristenisasi, dan perusakan Islam. Sehingga cara-cara kristenisasi model lama itu dipadukan, lalu dimodifikasi, maka tercapailah target Kristenisasi, pemurtadan, dan penjauhan umat dari Islam secara sistematis (tiga paket).

"Jadi dana-dana yang tadinya untuk disebarkan kepada masyarakat umum (Muslimin) untuk dijadikan korban, kini diubah sistemnya agar lebih efektif, yaitu dikumpulkan menjadi satu, diberikan kepada tokoh-tokoh Islam plus lembaga-lembaganya, lalu disetir agar para tokoh Islam beserta lembaga-lembaganya itu mengoperasionalkan tiga paket tadi. Jadi paket-paket dana itu sebagai upah jasa pemasaran paket materi perusakan Islam, yang sejak awal memang didesign dengan rapi, dan canggihnya," tandas Hartono.

Ihwal dana segar dari Amerika sebagai paket pemurtadan, KH. Ahmad Kholil Ridwan dari BKSPPI (Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia) mengatakan, "Saya serukan kepada para kiai pesantren agar tidak mau menerima dana dari Amerika lewat Departemen Agama sebesar Rp. 50 juta, terutama kalau disuruh mengubah kurikulum pesantren model mereka."

Bisa dirasakan, bila target pemurtadan itu ditujukan kepada generasi muda Islam, lebih khusus lagi adalah mahasiswa IAIN-UIN dimanapun berada. Tak heran bila, mahasiswa IAIN menyebar ke pelbagai paham dan aliran, sebut saja, seperti aliran sesat Ahmadiyah, LDII, JIL, dan sebagainya. Bila menyaksikan sendiri, di setiap diadakan seminar atau diskusi-diskusi agama, hampir sebagian besar mahasiswa IAIN begitu mengagumi pemikiran dedengkot JIL, Ulil Absar Abdalla. Mereka (mahasiswa) bahkan memberi aplus untuk tokoh muda NU itu, setiap kali menjabarkan kesesatannya.

Tentu bukan hanya sosok Ulil yang sering dijadikan nara sumber dalam sebuah forum diskusi. Masih banyak stock pengusung JIL (Jaringan Islam Liberal) yang menjadi acuan mahasiswa IAIN-UIN. Para pembicara itu, ada yang diantaranya dari dosen IAIN-UIN sendiri atau mantan IAIN. Tokoh Islam Liberal itu adalah: Cak Nur, Abdul Munir Mulkhan (Wakil Rektor UIN Jogjakarta), Djohan Effendi, Gus Dur, Zainun Kamal (dosen UIN Ciputat), Kautsar Azhari Noer (dosen UIN Jakarta), Masdar F. Mas'udi (alumni IAIN Jogjakarta), Luthfi Assyaukani (dosen Paramadina), Prof. Dr. M.Amien Abdullah (Rektor IAIN Jogjakarta), Taufik Adnan Kamal (dosen Ulumui Qur'an IAIN Makasar), Abdul Moqsith Ghazali (alumni IAIN), Dr. Siti Musdah Mulia (dosen pascasarjana UIN Jakarta), Hussein Muhammad (pengasuh ponpes Darut Tauhid Cirebon), dan sebagainya.

Tahun lalu (September 2004), misalnya, orang-orang IAIN atau UIN mendatangkan Nasr Hamid Abu Zaid yang sudah divonis murtad oleh Mahkamah Agung Mesir 1996, diantaranya karena tulisan-tulisan dan pehdapatnya yang mengatakan bahwa Al Qur'an itu adalah produk budaya.

Target orientalis terhadap perguruan tinggi Islam, seperti IAIN atau UIN, memang harus diwaspadai. Mereka menghendaki agar pemikiran generasi muda Islam diracuni dan dikacaukan. Bahkan bukan hanya dikacaukan, tapi dimurtadkan dengan pola yang sangat sistematis. Minimal, generasi muda Islam menjauhi ajarannya (meninggalkan shalat), mengagumi Barat sebagai ideology. Ujung-ujungnya adalah bergaya hidup sekuler, jauh lebih liberal dari Barat itu sendiri.

Percaya atau tidak, Departemen Agama RI punya peran sendiri untuk mensekulerkan negeri ini, yakni dengan membuat grand design strategy yang intinya menegaskan: apabila Indonesia ingin maju/modern, Indonesia harus dibangun menjadi negara sekuler. Untuk itu agama harus dipisahkan dari urusan negara. Agama adalah urusan pribadi-pribadi. Lembaga-lembaga resmi agama harus dihapuskan dari tugas pemerintahan sebab lembaga tersebut mempersubur dan menjadi akar keberadaan agama dan umat Islam yang dianggap faktor penghambat modernisasi. Demikian diakui oleh mantan penjabat tinggi Depag. Kafrawi Ridwan yang juga mantan Ketua Umum PPDMI.

Adalah tugas umat Islam semuanya untuk menyelamatkan IAIN dari tangan-tangan liberal sekular yang semakin gencar dan bahu membahu menghancurkan IAIN, sehingga keberadaannya dapat dikembalikan ke garis Islam yang sebenarnya. Semoga saja, IAIN tidak seperti yang diplesetkan orang, yakni: Ingkar Allah ingkarNabi. Jubah, titel tidaklah menjadikan seorang lulusan IAIN-UIN lebih mulia, ketika dirinya malah semakin jauh dari Al Quran dan As-Sunnah. (Amanahonline)

Ustadz Drs. H. Hartono Ahmad Jaiz, Perang terhadap JIL

imageDi kalangan komunitas kampus, bukan rahasia lagi bahwa orang yang paling sengit menentang pemikiran Ulil Absar Abdallah dengan ketompok Jaringan Islam Liberalnya adalah Ustadz Hartono Ahmad Jaiz, pria kelahiran Boyolali 1 April 1953. Sudan beberapa buku ditulisnya untuk mengcounter pembaruan pemikiran gaya Jaringan Isiam Liberal (JIL) yang ditudingnya menyesatkan. Itu pula sebabnya, kelompok JIL seringkali mencap Ustadz Hartono sebagai seorang yang suka mengkafirkan orang lain.

Belum lama ini Ustadz Hartono baru saja selesai menulis buku kontroversial berjudul Ada Pemurtadan di IAIN (Penerbit Pustaka Ai-Kautsar). Buku tersebut beberapa waktu lalu dibedah di kampus Universitas Islam Negeri (DIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. UIN adalah penjelmaan IAIN. Tentu saja acara itu cukup ramai, kalau tak hendak dikatakan menghebohkan. Tak sedikit mahasiswa UIN yang tertarik mengikutinya, apalagi penulis buku, Ustadz Hartono sendiri hadir berhadapan langsung dengan musuh bebuyutannya, Ulil Absar dan Abdul Moqsith Ghazali yang juga sama-sama berpikiran liberal.

Bukan sesekali Ustadz Hartono mendapat serangan balik dari Ulil. Ironisnya, setiap kali Ulil bicara, mahasiswa UIN menyambutnya dengan tepuk tangan tanda setuju. Apakah ini suatu bukti bahwa banyak mahasiswa UIN telah tersusupi pemikiran-pemikiran JIL? Alasan itulah agaknya yang mendorong Ustadz Hartono mengungkapkan telah terjadi pergeseran akidah di kampus UIN. Setidaknya, ia ingin mengimbangi, bahkan membendung, jangan sampai mahasiswa UIN diracuni oleh paham-paham yang nyleneh, sesat dan menyesatkan.

Ada sejumlah alasan, kenapa Ustadz Hartono v mengungkapkan adanya upaya sistematis pemurtadan pada mahasiswa UIN akhir-akhir ini. Pertama, tentang adanya ajakan zikir dengan lafal Anjing hu Akbar oleh mahasiswa senior fakultas Ushuluddin (filsafat) IAIN Bandung kepada mahasiswa baru dalam acara ta'aruf, September 2004 Termasuk adanya pernyataan, "Selamat bergabung di area beb Tuhan" di acara yang sama.

Alasan kedua, adanya dosen IAIN yang di ruang depan para mahasiswanya) dengan bangganya mengaku tiga bulan tidak shalat. Ketiga, Zainun Kamal (dosen UIN Jakarta) telah menikahkan seorang Muslimah dengan lelaki Kristen di Hotel Kristal, Pondok Indah, Jakarta, dan masih banyak lagi.

Yang mengherankan, menurut Ustadz Hartono, adalah bahwa gejala sesat menyesatkan lewat jalur sistematis yaitu perguruan tinggi Agama Islam se-Indonesia, justru dibiarkan oleh pihak akademik (kampus), termasuk Departemen Agama sendiri. Seolah-olah, pemikiran sesat itu dibiarkan berkembang, dan betul-betul dijadikan pegangan mahasiswa sebagai pendekatan keilmuan dalam memahami Islam.

"Adalah tugas umat Islam semuanya untuk menyelamatkan IAIN dari tangan-tangan liberal sekuler yang semakin gencar dan bahu membahu menghancurkan IAIN, agar dapat dikembalikan ke garis Islam yang sebenarnya.

Semoga saja, IAIN tidak seperti yang diplesetkan orang, yakni: Ingkar Allah
Ingkar Nabi," ujar Ustadz Hartono yang banyak meneliti tentang aliran-aliran dan paham sesat di Indonesia.

http://swaramuslim.net/more.php?id=193_0_1_0_M
.
Blog EntryBlogJul 8, 2008
Peringatan Kepada Kaum Gay, Lesbian, Homoseksual Senin, 7 Mei 2007 02:02:58 WIB PERINGATAN KEPADA KAUM GAY, LESBIAN, (HOMOSEKSUAL) Oleh Syaikh Nabil Muhammad Mahmud DALIL DARI SUNNAH TENTANG HARAMNYA HOMOSEKSUAL... more
Previous blog entries:
Jul 7-SUARA ANDA
Jul 4-STRATEGI BELAH BAMBU DAN ADU DOMBA ALA RAND CORPORATION (Dept.Pertahanan & Intelijen AS)
Jul 4-“Teori Konspirasi” Anti-Porno
   View All
.
.
.
NoteGuestbook
   
sweetsugar17 wrote on Sep 16, '11
katzeh wrote on Jan 8, '10
Sorry nebeng,kebetulan nemu web ini.
Perkenalkan saya salah seorang pengikut Kristen,saya sempat membaca sedikit teks diatas.
Kalau menurut saya itu bukan ditulis oleh orang2 yg benar2 agama Kristen,kalau menurut saya teks diatas ada kemungkinan palsu (karena saya sendiri yg cukup aktif di gereja tidak pernah denger agenda tsb).Dan andaikata memang dibuat oleh orang Kristen maka dapat dikatakan org tersebut Kristen KTP,dan ada motif politik/kekuasaan dalam agenda mereka.Perlu diingat ke Kristenan berbicara mengenai sikap hati antara manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia.Jadi dalam Kristen tidak ada/tidak pernah diajarkan untuk menekan orang lain.Ke Kristenan berbicara mengenai damai sejahtera dan keselamatan dari Tuhan (dalam hal ini kita percaya Yesus sebagai juru selamat manusia).Esensi dalam KeKristenan adalah sebagai berikut.
1.Kekristenan berbicara hub antara manusia dengan Tuhan,jadi org Kristen tidak diperkenankan untuk memaksa org lain untuk masuk
Kristen.Bagian org Kristen adalah Hanya sebatas mengabarkan Firman Tuhan dan menjadi pelaku Firman,bukan maksa org.Kekristenan
berbicara mengenai sikap hati kita terhadap Tuhan,org yg dipaksakan utk menganut agama tertentu sudah pasti hatinya nolak dan hal ini
tdk berkenan dihadapan Tuhan.(atau misalnya org terpaksa masuk Islam,karena takut durhaka kepada ortu,maka ini juga tidak benar
dihadapan Tuhan.)
2.Dalam Kristen kita diajarkan untuk tidak membangkang terhadap pemerintahan yg ada,kita yakin pemerintahan yg ada juga atas seijin
TUhan.Yg kita lakukan adalah berdoa bagi pemerintahan supaya mereka bertugas dengan adil dan jujur.(Kalau tidak percaya coba masuk
kebeberapa gereja dan dengar doa mereka,tidak ada satupun gereja yg berdoa utk menghancurkan pemerintahan.)
3.Kita sebagai umat Kristen diibaratkan sebagai domba dan Yesus Tuhan sebagai gembala kita,domba berarti kita tidak punya kemampuan
apa2 untuk mebela diri kita,yg membela kita adalah Tuhan,Jadi walaupun kami terdesak atau didesak karena kami minoritas tapi kami
tidak pernah takut karena ada tangan Tuhan yg menopang kami.Jadi,kami tidak perlu membuat pemberontakan apapun,cukup berdoa dan
melakukan Firman Tuhan.Dan ini terbukti banyak org yg percaya/kembali kepada Tuhan.

Kesimpulan saya,
1.Bahwa tulisan itu sengaja dibuat untuk memecah belah bangsa Indonesia.Bukan untuk Kristenisasi Indonesia.

Dapat dibuktikan dengan pura2 jadi org Kristen dan masuk kedalam gereja dan dengar doa mereka/ajaran Kristen.
2.Jangan memusuhi orang Kristen, karena terima atau tidak terima.Kami org Kristen yakin ada tangan Tuhan yg bela kami.Penghukuman
bukan dari manusia tapi dari Tuhan.Tuhan ajarkan untuk tidak memusuhi org lain,kalau kita nekat memusuhi org lain maka Tuhan yg
menghakimi org tersebut dan BUKAN ORANG KRISTEN(kami tidak pernah diajarkan utk rusuh/perang dan menjadi hakim bagi org lain).
3.Tuhan mengasihi semua manusia (Kristen,Islam,Budha,Hindu,dlll), Tuhan mau kita bertobat dan kembali ke jalanNya.kalau Islam tidak
terima ajaran Kristen tidak ada alasan bagi kami untuk kudeta. Cukup bagi kami berdoa dan pelaku Firman Tuhan.
GBU
valiekiki wrote on Oct 21, '09
aduh... ngeri nian sih cara menjelek2kan agama orang.
Mending kita beribadah sesuai dengan agama kita aja... tidak usah menjelek2kan agama lain.
SANGAT MERUSAK menurut saya.
KAMU dan saudara kandung kamu saja punya cara yang berbeda untuk menafsirkan sesuatu apalagi orang lain.
Bagi orang lain mungkin Yesus itu adalah TUHANnya, BUDDA adalah DEWAnya. kalau kamu MUHAMMAD SAW nabimu.... ya terima saja dong, JANGAN MENGGANGGU AGAMA LAIN. Selama kamu tidak diganggu aku rasa tidak apa2
Memangnya kamu pernah diteror oleh orang Kristen? Dilukai orang kristen gara2 KAMU MUSLIM? Seperti yang santer di TV itu, menge-BOM ORANGLAIN hanya gara2 agama. ITU BARU MEMALUKAN
Satu hal yang lebih fakta....
Umat SELAIN MUSLIM didunia ini bukan cuma 1 orang, 10 orang, 1000 orang, 1 juta orang, 10 juta orang saja. TAPI MILYARAN ORANG
Kamu pikir mereka SEBEGO APA sampai tetap percaya sama TUHANNYA? Terlepas dia MUSLIM, KRISTEN, HINDU, BUDHA atau agama lain?
Dan kalo aku sama seperti jalan pikiranmu, dan jika saya bukan MUSLIM, dari artikelmu yang diatas, saya juga akan berpikir "ORANG INI BEGO SEKALI SIH SAMPAI DIA MAU MASUK MUSLIM!!"

Jadi kesimpulannya, sebelum kamu menjelekkan orang lain, sifat orang lain, kepercayaan orang lain. BERCERMIN DULU PADA DIRIMU SENDIRI. "APA KAMU SUDAH SESUCI APA SIH SAMPAI KAMU BERHAK MENGHAKIMI KEPERCAYAAN ORANG LAIN?"

Maaf jika komentar saya menyakitkan...

Assalam
elay3 wrote on Sep 25, '09
ea salm sejah tera semua,
--------------------------------------
kn ada statement "xlo ppara pelaku jihad (perang ataupun lainnya) kususnya cowok mati masuk surga plus dilayanin sm BIdadari cantik segalanya."

yg saya tanyakan, bagaimana dengan yg cewek... ? apakah jg sama atw dilayani sama malaikat lainnya..??

mohon jawbn dari saudara sekalian (xlo bisa ada aytnya dari al-Quran ya).
+ forward ke ely3boys@yahoo.com. thanks
elay3 wrote on Sep 25, '09
berpikir luas sedikit hai km manusia, kog lucu y yg buat ini (anti kristenisai)? kalian gk pnh bca kitab injil atw al-quran yaa...
bc lage dgn seksama....
hehe..pisss
saran para pembaca:
1* baca KITAB saudara msg dan bedoa memohon petunjuk DARI TUHAN ttg APA YG DIMAKSUD DARIPADA firman itu.
2* jgn mudah percaya dengn apa yg dikatakan KYAI atupun PENDETA, (mereka jg manusia ) karna manusia blum tentu ngajak kita ke arh yg benar. sebab manusia tak luput dari dosa

*mari qt sadarkn & doa kn kaum gay,lesby,bencong,dan sejenisnya kerna mreka sebenarnya butuh sentuhan tangn TUHAN

ini salah satu kutiban injil
_________________________________________________
GALATIA 5 AYAT 1- 26 ( Hidup menurut daging atau Roh )
-------------------------------^^------------------------------------^^--------------!!
(1) Kita sekarang bebas, sebab Kristus sudah membebaskan kita! Sebab itu pertahankanlah kebebasanmu, dan jangan mau diperhamba lagi.
(2) Ingat, kalau kalian minta disunat, itu berarti Kristus tidak ada gunanya bagimu. Yang mengatakan ini adalah saya sendiri, Paulus.
(3) Sekali lagi saya memberi peringatan kepada orang yang minta disunat, bahwa ia wajib menjalankan seluruh hukum agama!
(4) Kalau kalian berusaha berbaik dengan Allah melalui hukum agama, itu berarti hubunganmu dengan Kristus sudah putus. Dengan demikian kalian hidup di luar lingkungan rahmat Allah.
(5) Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.
(6) Sebab kalau kita sudah bersatu dengan Kristus Yesus, hal menuruti atau tidak menuruti peraturan sunat tidak menjadi soal lagi. Yang penting hanyalah percaya kepada Kristus, dan itu nyata dalam kasih kita kepada orang lain.
(7) Dahulu kalian berjuang dengan baik! Sekarang mengapa kalian tidak taat lagi kepada kemauan Allah? Siapa sudah membujuk kalian?
(8) Pasti yang melakukan itu bukanlah Allah yang sudah memanggil kalian!
(9) "Ragi yang sedikit akan mengembangkan seluruh adonan," kata orang.
(10) Meskipun begitu saya masih percaya bahwa kalian tidak akan menganut pendirian lain, sebab kita sudah bersatu dengan Kristus. Dan saya yakin bahwa siapa pun yang mengacaukan pikiranmu, akan dihukum Allah.
(11) Mengenai saya, Saudara-saudara, mengapa saya terus saja dimusuhi kalau saya masih memberitakan bahwa peraturan sunat itu perlu? Kalau saya memang memberitakan demikian, maka pemberitaan saya mengenai salib Kristus tidak menimbulkan persoalan.
(12) Lebih baik orang-orang yang mengacaukan pikiranmu itu langsung saja keluar sekaligus dari jemaat!
(13) Saudara sudah dipanggil untuk menjadi orang yang bebas. Tetapi janganlah memakai kebebasanmu itu untuk terus-menerus melakukan apa saja yang kalian ingin lakukan. Sebaliknya, kalian harus saling mengasihi dan saling melayani.
(14) Seluruh hukum agama tersimpul dalam perintah yang satu ini, "Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri." (15) Tetapi kalau kalian saling cakar-mencakar, awas, nanti kalian sama-sama hancur.
(16) Maksud saya begini: Biarlah Roh Allah membimbing kalian dan janganlah hidup menurut keinginan tabiat manusia.
(17) Sebab keinginan manusia bertentangan dengan keinginan Roh Allah, dan keinginan Roh Allah bertentangan dengan keinginan manusia. Kedua-duanya saling berlawanan, sehingga kalian tidak dapat melakukan apa yang kalian inginkan.
(18) Tetapi kalau Roh Allah memimpin kalian, maka kalian tidak dikuasai oleh hukum agama.
(19) Keinginan tabiat manusia nyata dalam perbuatan-perbuatan yang cabul, kotor, dan tidak patut;
(20) dalam penyembahan berhala dan ilmu guna-guna; dalam bermusuh-musuhan, berkelahi, cemburu, lekas marah, dan mementingkan diri sendiri; perpecahan dan berpihak-pihak,
(21) serta iri hati, bermabuk-mabukan, berpesta-pesta dan lain sebagainya. Terhadap semuanya itu saya peringatkan kalian sekarang sebagaimana saya peringatkan kalian dahulu juga, bahwa orang-orang yang melakukan hal-hal seperti itu tidak akan menjadi anggota umat Allah.
(22) Sebaliknya, kalau orang-orang dipimpin oleh Roh Allah, hasilnya ialah: Mereka saling mengasihi, mereka gembira, mereka mempunyai ketenangan hati, mereka sabar dan berbudi, mereka baik terhadap orang lain, mereka setia
(24) Orang-orang yang sudah menjadi milik Kristus Yesus, orang-orang itu sudah mematikan tabiat manusianya dengan segala nafsu dan keinginannya.
(25) Roh Allah sudah memberikan kepada kita hidup yang baru; oleh sebab itu Ia jugalah harus menguasai hidup kita.
(26) Kita tidak boleh menjadi sombong, dan saling menyakiti hati, serta iri hati satu sama lain.
amin...

saya tidak akn membandingkan dengn kitab yg lain
jangan penah MENGKRISTENISASI / MENGISLAMKAN ORANG laen.lihat dirumuw sendiri dulu, apakh km sudah merasakn rahmad NYa dan menerapkan/mengamalkn kepada orang lain???...
IMAN TANPA PERBUATAN AKN MATI(SIA-SIA)
km bisa mengubah agama nya tp. hatinya blum tentu,
karna kepercayaan adalah HUBUNGAN PRIBADI YG SECRET DGN TUHAN.
________________________________________________
coment bs forward ke email : ely3boys@yahoo.com. GBU
------------------------------------------------------------------------------------
ryanfxangel wrote on Mar 5, '09
mohon bantuan buat memberi kebenaran dari pemutarbalikan fakta tentang islam di www.bb17.info dalam sub forum fightclub.

masuk aja ke link ini http://www.bb17.info/forumdisplay.php?f=45

tolong bantuannya ya!!!
aibnu2 wrote on Oct 17, '08
....diperkosa_sampai_hamil_di_arab_saudi......

LIHAT, KAMI PUNYA YANG KALIAN TAK PUNYA......:

An Nur. 33.
========
Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu . DAN JANGANLAH KAMU PAKSA BUDAK-BUDAK WANITAMU UNTUK MELAKUKAN PELACURAN, SEDANG MEREKA SENDIRI MENGINGINI KESUCIAN,, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka itu) sesudah mereka dipaksa itu "

An’Nahl 106. ;
==========
Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang DIPAKSA KAFIR padahal HATINYA TETAP BERIMAN (maka dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.

Apapun namanya KORBAN karena PAKSAAN itu "WAJAR"...dapat dimaklumi, Tetapi BANDINGKAN dan lihat MANUSIA BERADAB atau BINATANG yang BERIDIOLOGI/ BEAGAMA seperti ini dijaman moderen .....click ( yang ini tampil beda lho)...

http://akuzugabiza.multiply.com/photos/hi-res/1/1?xurl=http%3A%2F%2Fakuzugabiza.multiply.com%2Fphotos%2Falbum%2F1%2FINTERNATIONAL_FAITHFREEDOM_COMMUNITY_IN_WALLFACE_ACTION_%231

WANITA-WANITA INI JELAS PERBUDAKAN......bukan ?
aibnu2 wrote on Oct 17, '08
TERUS TERANG ANA NGGAK HABIS PIKIR.....kok tega2nya pendeta ini berdusta...click :

http://forum.dudung.net/index.php/topic,11543.msg150210.html#msg150210
habibalihadun wrote on Oct 8, '08
fitnah adalah kepandaian utama arab
kata fitnah sendiri berasal dari bahasa arab.
jangan heran arab dan pengikutnya pandai sekali fitnah
errorreligion wrote on Aug 22, '08
PENGUMUMAN PENTING:

Kunjungi blog resmi 2i2h di blogspot,

http://admin2i2h.blogspot.com

enjoy :D
ceprotceprot wrote on Jul 22, '08
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=12761

DERITA MUSLIMAH DUNIA DAN AKHIRAT

Muqadimah:

Malang memang nasib muslimah-muslimah di negara-negara yang menjalankan Syariat Islam secara total menurut perintah dalam Al Quran dan Hadist. Derita muslimah bukan hanya di dunia ini tetapi juga di akhirat nanti. Tragis memang, tapi apalah daya muslimah yang tidak akan mampu melawan atau mendobrak dominasi lelaki yang dilegalkan oleh “wahyu ilahi” dalam Quran dan sunnah Nabi dalam Hadist.

A). Muslimah juga mahluk kotor yang dapat membatalkan sholat.

Al Maa-idah 5 :
[6] Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

note:

Menurut ayat diatas, wanita itu :

1. Sama kotornya seperti pergi ke WC/kakus. Sama seperti sehabis dari WC, maka setelah menyentuh wanita sebelum solat, harus membersihkan badan.

2. Lebih kotor dari tanah. Sebelum solat, kamu menyentuh wanita dan tidak ada air untuk membersihkan tubuh, maka muslim dapat membersihkan tubuh dengan mempergunakan TANAH.

B) Muslimah mayoritas masuk neraka dan kurang intelek

Bukhari Volumn 001, Buku 006, Hadis no. 301.
Dikisahkan oleh Abu Said Al-Khudri : Suatu ketika, Rasulullah pergi ke musholla …. Kemudian dia dilewati oleh seorang wanita dan berkata, “O wanita, berilah derma, karena aku telah melihat mayorias penghuni neraka adalah wanita”.... Rasulullah berkata, “Bukankah kesaksian 2 wanita bernilai seperti kesaksian satu laki-laki”. Mereka membenakannya. Rasulullah berkata, “Ini adalah kekurangan dalam intelegensinya, bukankah wanita tidak boleh sholat dan berpuasa selama masa haidnya?”. ….. Rasulullah berkata, “Ini adalah kekurangan dalam agamanya”

C). Muslimah = binatang

Muslim, buku 004, nomor 1032
Abu Dharr melaporkan : Rasulullah berkata : “Saat kamu berdiri untuk sholat …….., sholatnya akan berhenti karena lewatnya KELEDAI, WANITA dan ANJING HITAM. Aku berkata : “O Abu Dharr, apa yang membedakan anjing hitam dari anjing merah dan anjing kuning?” ………. Rasulullah berkata : Anjing hitam adalah setan.

Muslim, buku 004, hadis 1034
Abu Huraira melaporkan : Rasulullah berkata : “SEORANG WANITA, SEEKOR KELEDAI DAN SEEKOR ANJING MENGHANCURKAN SHOLAT, tetapi sesuatu seperti bagian belakang pelana menjaganya terhadap hal tersebut.

Sunan Abu Dawud, buku 2, nomor 703
Dikisahkan oleh Abdullah ibn Abbas :
Qatadah berkata : Aku mendengar Jabir ibn Zaid yang melaporkan atas otoritas Ibn Abbas dan Shubah, melaporkan bahwa Rasulullah berkata : “WANITA YANG SEDANG HAID DAN ANJING menghentikan sholat”

D).

Tirmidi, nomor 315
Dikisahkan oleh kaken Adi ibn Thabit
Rasulullah berkata : bersin, mengantuk, menguap saat sholat dan MENSTRUASI, muntah dan mimisan ADALAH DARI SETAN

E) kalaupun masuk syurga tergantung suami

Dari Ummi Salamah, sesungguhnya nabi SAW telah berkata, “Barangsiapa diantara wanita yang meninggal dunia dan ketika itu suaminya suka kepadanya maka wanita itu akan masuk surga.” (H.R. Ibnu Majah dan Tirmizi) ……

F) kalau masuk syurga muslimah ttp menderita

QS 52 : 17 – 20 :
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam syurga dan kenikmatan. Mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka ; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka. (Dikatakan kepada mereka) : “Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan.” Mereka bertelekan diatas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.”

G) muslimah menjadi pelampiasan sex

Nabi mengutus Ali kepada Khalid untuk menbawa Khumus (pampasan perang) dan saya (Buraida) sangat membenci Ali, dan Ali sudah mandi (sesudah melakukan hubungan sex dengan budak perempuan dari hasil Khumus). Saya (Buraida) mengatakan kepada Khalid, “Tidakkah kamu melihat ini (i.e Ali)?” Ketika kita menemui Nabi saya menyampaikan hal itu kepadanya. Dia (nabi) berkata, “Oh Buraida! Apakah kamu membenci Ali?” Saya mengatakan, “Ya”. Dia mengatakan, “Apakah kamu membencinya karena dia berhak mendapatkan lebih dari itu dari Khumus?”.

Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 137:
Kami mendapatkan wanita-wanita tangkapan dalam pampasan perang dan kami biasanya melakukan “coitus intteruptus” dengan mereka. Jadi kami menanyakan pada Rasulullah mengenai hal ini dan dia berkata, “Apakah kalian benar-benar melakukan itu?” mengulangi pertanyaan tersebut tiga kali, “Tidak ada jiwa yang sudah ditakdirkan untuk ada tapi akan datang, sampai Hari Kebangkitan.”

Quran 2:223
Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah ahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.

Sunaan Abu Dawud (Book 11, Number 2155)
Nabi (saw) berkata: Jika ada dari kamu yang mengawini seorang wanita atau membeli seorang budak, dia seharusnya mengatakan: “Oh Allah, Saya memohon Engkau untuk yang terbaik darinya, dan dalam karakter alaminya yang telah Engkau berikan padanya; Saya berlindung pada Mu dari iblis dalam dirinya, dan karakter alami yang sudah Engkau berikan padanya.” Ketika dia membeli seekor onta, dia seharusnya memegang bagian atas onoknya (bagian yang menojol pada onta) dan mengatakan hal yang sama (seperti saat mengawini wanita atau membeli budak).

H) Muslimah mendatangkan kesialan

Shahih Muslim (Book 026, Number 5523)
Abdullah b. Umar memberitakan Rasulullah (saw) mengatakan: “Jika ada kesialan, itu ada di rumah, di isteri, dan di kuda.”

Apakah anda masih mengharapkan Islam akan melindungi wanita, I think not
serbuiff wrote on Jul 16, '08
lucutekali
lucutekali wrote today at 1:03 AM
hi...hi...hi ada site bagus lho. Miliknya orang gila tak bertuhan, yang kabur dari rumah sakit jiwa. Konon dia simpanannya John Vanriza. Pendeta gay yang domilisi di Yogyakarta. Kasian sekali bencong yang satu ini. Tidak jelas agamanya tapi terobsesi sama kolornya yesus...........AGAMANYA KRISTEN OM..... Si doi juga ngefans ama ajaran tuyul Ali Sina. ....ALI SINA JUGA BERAGAMA KRISTEN TAPI DIA PENGECUT NGAKUNYA ATHEIS ....Ajaran yang di dapat dari hasil pertapaannya di goa maria. Klik deh sitenya di...ceprotceprot.multiply.com............CEPRAT CEPROT JUGA BERAGAMA KRISTEN TAPI DIA PENGECUT , NGAKUNYA KAGA ADA AGAMA............YAH BEGITULAH MEMANG KEBUKTI MEREKA KUMPULAN KAUM HOMO PENGECUT......PADAHAL DI PERJANJIAN LAMA KAUM HOMO ADALAH KAUM YANG DIMURKAI TUHAN...TAPI MEREKA NGAKUNYA SOK SUCI PADAHAL MEREKA PALING DOYAN TUH SEX BEBAS SESAMA HOMO......DAN SEKARANG MEREKA PUNYA AGENDA JANGKA PANJANG DAN TERSELUBUNG DI INDONESIA UNTUK MENERAPKAN KAWIN SESAMA JENIS DAN LEGALISASI PORNOGRAFI....MAKANYA MEREKA MATI2 MENYERANG ISLAM YG MERUPAKAN BATU PENGHALANG BAGI AGENDA MEREKA ITU ....HATI2 ....WASPADA....KAUM HOMO INI JUSTRU PALING MENENTANG ISLAM KARENA ISLAM DENGAN TEGAS MENHARAMKAN PERBUTAN HOMOSEXUAL DAN PORNOGRAFI ...DAN MEREKA BERSEKUTU DENGAN GERAKAN GAY DAN LESBI INTERNASIONAL, GERAKAN KRISTENISASI DAN ZIONIS YAHUDI UNTUK MENYERANG ISLAM DIINDONESIA ...JIKA ISLAM INDONESIA HANCUR ITULAH CITA2 MEREKA.... ....SEKALI LAGI WASPADA PADA GERAKAN MEREKA YG HALUS DAN TERENCANA.........

buruan ya! Sebelum koit di report abuse......OK OM............
serbuiff wrote on Jul 15, '08
ZIONIS BERGANDENGAN DENGAN KRISTEN EKSTREM
Aspirasi & Muslim Voice Oleh : Redaksi 07 Apr 2005 - 8:10 am

Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Aam Ikhwanul Muslimin, Mesir
imageTema Kristenisasi Internasional yang diangkat SABILI pada edisi lalu, ternyata mendapat respon tersendiri dari negeri piramida, Mesir. Kasus Wafa Konstantin dengan Gereja Koptik Mesir, serta ketenangan Asywik Collin Yaneq tentang ancaman Kristenisasi pada gerakan Islam tertua di dunia, Ikhwanul Muslimin (IM), memang sedang hangat dibicarakan di negara itu.

Karena sedang hangat, Mursyid Aam Ikhwanul Muslimin Muhammad Mahdi Akif menerima wartawan SABILI di Mesir, Yusuf Burhanudin dan memberikan keterangan. Gerakan Kristenisasi, memang telah mengancam, tidak saja Ikhwanul Muslimin, tapi juga dunia Islam secara keseluruhan.

Ditemui di markas Ikhwanul Muslimin, Muhammad Mahdi Akif yang tergolong susah ditemui, merasa perlu memberikan pesan-pesannya pada SABILI. Sebab, Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia tidak akan lepas pula dari ancaman global ini.

“Yang perlu diwaspadai adalah, gerakan Kristenisasi tak pernah dilakukan terang-terangan. Mereka selalu menempuh jalur bawah tanah dan menggunakan segala cara,” pesannya pada Yusuf Burhanudin. Ia juga memberikan resep-resep penting guna menangkal dan menghalau gerakan Kristenisasi menyerang umat Islam.

Mahdi Akif terpilih menjadi Mursyid Aam Ikhwanul Muslimin yang ke enam. Ia duduk pada kursi tertinggi organisasi yang selalu dianggap lawan politik terberat pemerintah Mesir ini setelah pendahulunya, Makmun Hudhaibi, meninggal awal tahun lalu. Muhammad Mahdi Akif, selain tercatat membangun karir organisasinya di Ikhwanul Muslimin, ia juga veteran Perang 1948 antara Mesir dan Israel. Hari-hari ini, ia dan Ikhwanul Muslimin sedang disibukkan dengan rencana pemilihan Presiden Mesir mendatang.

Beberapa lamaran sudah masuk ke Ikhwanul Muslimin. Tapi Akif sepertinya akan menolak. “Kita punya kandidat sendiri yang mampu mengatur dunia dan tidak Mesir saja,” ujarnya penuh percaya diri. Berikut petikan wawancara SABILI dengan Muhammad Mahdi Akif:

Anda percaya gerakan Kristenisasi itu sedang menyerang dunia Islam?

Sebenarnya, tidak ada satu pun gerakan Kristenisasi di dunia Islam ini. Dalam arti, gerakan yang terang-terangan. Tapi semua itu dilakukan di bawah tanah dan jauh dari permukaan. Yang jelas, semua usaha kristenisasi menunjukkan kegagalannya sejak abad yang lalu.

Menurut Anda, tujuan gerakan ini murni misi keagamaan atau ada kaitannya dengan imperialisme?

Gerakan mereka terselubung dan didanai oleh berbagai lembaga internasional guna melancarkan tujuan-tujuan tersembunyi pula. Tetapi ingat, upaya mereka itu sedikit pun tidak akan membawa hasil yang berarti.

Asywik Collin Yaneq, mantan Sekjen Persekutuan Gereja Internasional di Tengah dan Timur Afrika mengungkap rencana Kristenisasi di dunia Islam.

Salah satu agenda terpenting adalah melucuti kekuatan gerakan Ikhwanul Muslimun, komentar Anda?

Mereka boleh merencanakan apa saja sesuai dengan apa yang mereka kehendaki. Mereka juga boleh mengajukan misi apa saja terhadap dunia Islam. Ikhwanul Muslimun hampir selalu menjadi target utama dalam misi mereka. Itu disebabkan komitmen Ikhwanul Muslimun pada Islam, komitmen terhadap risalah kenabian, dan yang terpenting memiliki kedisiplinan terhadap manhaj gerakan yang telah digariskan.

Mereka sebenarnya ingin mendekati masyarakat. Salah satu hal terpenting dalam pendekatan ke masyarakat, terutama masyarakat beragama, tentunya yang hampir selalu berpegang teguh pada pokok-pokok keimanan kepada Allah SWT. Sungguh ini sebuah gambaran kondisi masyarakat yang memiliki pondasi akidah yang kuat dan secara tulus menjadikan Islam sebagai agama mereka. Tentu saja, siapapun akan merasa kesulitan bahkan riskan dalam melancarkan berbagai aksi dan gerakan kristenisasi kepada model masyarakat seperti di atas. Meski harus diintervensi dengan kekuatan atau kekuasaan, harus dibujuk rayu dengan uang dan kekayaan, semuanya sama sekali tidak akan mempan.

Islam adalah akidah sekaligus risalah. Mengamalkan keduanya dalam segenap kehidupan, membuat segala ancaman yang datang, dengan mudah terhalau. Demikian kira-kira resep yang di antaranya senantiasa dipegang oleh kebanyakan umat Islam, khususnya yang ada di belahan Jazirah Arab.

Penahanan 58 anggota IM kemarin terkait dengan misi penting Kristenisasi?

Tidak. Itu semua tidak ada kaitannya dengan rencana Kristenisasi. Ini adalah persoalan Ikhwanul Muslimun dengan pemerintah. Falsafah pemerintah itu adalah, selalu memerangi gerakan Ikhwanul Muslimun, bagaimanapun caranya.

Pemerintah agaknya mulai mencium bahwa berbagai gerakan Ikhwanul Muslimun banyak mendapat simpati dan meraih banyak pengikut. Demikian pula peran Ikhwanul Muslimun dalam politik maupun perundang-undangan. Semakin banyak mendapat dukungan rakyat bawah. Dan seperti biasa, dapat ditebak, pemerintah yang berkuasa jelas tidak menghendaki itu semua. Sekali lagi, ini tidak ada kaitannya dengan campur tangan Kristen ekstrem dalam memenjarakan beberapa anggota Ikhwanul Muslimun kemarin. Ini soal kebencian pemerintah saja.

Apa kiat Ikhwanul Muslimun menghalau semua kelemahan umat Islam tersebut?

Pada prinsipnya, kami senantiasa siap menghadapi kekuatan yang datang mengancam dari mana pun. Terlebih gerakan-gerakan yang bisa merusak akidah dan menistakan umat. Semuanya kami tegakkan berdasarkan misi agama yang kami yakini dan juga tuntunan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Tidak luput pula mengedepankan nilai-nilai moral yang kokoh di garda terdepan. Inilah yang membuat ajaran Islam unggul dibanding yang lainnya. Boleh dikatakan, tidak ada satu ajaran mana pun di muka bumi ini yang selengkap ajaran Islam.

Maka itu, kami akan selalu “menyambut” seluruh gerakan kristenisasi yang datang dari negeri manapun di dunia ini. Meski mereka didukung oleh dana miliaran dolar dan fasilitas yang luar biasa, itu semua tidak ada artinya dibanding dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepada kami untuk senantiasa beriman, mempercayai-Nya dan berusaha keras sekuat tenaga meraih surga-Nya.

Ada kaitan antara misionaris dengan zionisme atau imperialisme dunia?

Zionisme internasional itu telah sejak lama bergandengan mesra dengan kelompok Kristen ekstrem terutama dalam menghantam dan melumpuhkan gerakan-gerakan Islam. Mereka, selalu sepakat menggempur kekuatan umat Islam. Wajar jika mereka mau bekerjasama mengerahkan segala daya dan upaya yang mereka miliki guna menghasut umat Islam.

Apakah di Mesir gerakan Kristenisasi juga terjadi?

Di hampir semua tempat, gerakan berlangsung. Belum berhenti hingga hari ini. Akan tetapi upaya mereka senantiasa menemukan kegagalan dalam segala rencana yang digencarkan.

Seiring dengan itu pula, mereka tanpa henti terus-menerus mengutus para misionarisnya, mendirikan gereja-gereja, ataupun mendirikan lembaga-lembaga sosial guna “membantu” masyarakat Muslim yang lemah dan berkekurangan secara ekonomi. Ini senjata klasik yang sering mereka gunakan sebagai kedok nyata bagi persiapan penjajahan agama.

Apabila semua itu telah dilakukan, langkah berikutnya adalah mudah dikristenkan. Tetapi saya katakan, tidak usah khawatir, karena segala upaya itu selalu berujung dengan kegagalan dan kesia-siaan.

Daerah mana saja di Mesir yang rawan Kristenisasi?

Yang jelas, mereka selalu mengincar daerah-daerah kumuh dan miskin. Biasanya, aksi yang dilakukan adalah membagi-bagikan bantuan finansial, bahan pokok sehari-hari seperti makanan. Pokoknya, meliputi kebutuhan sandang, pangan, bahkan papan.

Lucunya, meski kaum Muslimin itu telah berhasil ditarik memeluk Nasrani, tetapi ketika disuruh membaca tahlil, mereka ternyata masih bisa berteriak fasih laa ilaaha illallaah muhammadun rasulullaah! Benar-benar membingungkan! Ini pertanda, betapa geliat dan fitrah Islam telah mendarah daging dalam watak, kebiasaan, dan seluruh tradisi umat ini.

Ada kaitan antara gerakan misionaris dengan American University di Kairo?

Kaitan secara langsung, mungkin tidak ada. Pendirian Univeristas Amerika tersebut, hanya untuk kepentingan satelit politik Amerika saja. Dengan kata lain, sebagai pelaksana berbagai kepentingan politik Amerika di negeri orang lain.

Sekarang ini kita memang patut bersyukur. Universitas Amerika tersebut kini penuh sesak oleh orang-orang Islam yang taat dan shalih. Sehingga, secara logika, tidak mungkin mereka kemudian dengan gampang dimurtadkan. Apalagi hendak dicetak menjadi misionaris-misionaris yang kelak menjalankan misi Kristenisasi.

Apakah benar bahwa Amerikanisasi bagian dari Kristenisasi?

Gereja-gereja di Amerika memang memiliki peran dan artikulasi kekuatan, dalam arti dana dan SDM yang cukup luar biasa. Dari hitung-hitung logika kekuatan, mereka memang cukup unggul sehingga bisa menerobos dunia Islam dengan sangat mudah.

Demikian juga kerja sama kekuatan mereka dengan persekutuan gereja-gereja Kristen, baik yang ada di Jerman dan Swiss dengan dana miliaran dolar. Dana besar-besaran itu memang dialokasikan semuanya untuk mendanai kaum misionaris demi menjalankan proyek Kristenisasi. Tidak banyak yang tahu soal itu, karena cenderung bergerak secara rahasia dengan rencana yang terselubung.

Tetapi umumnya, mereka tidak mempan menembus masyarakat Muslim, terutama pada umat Islam di seluruh dunia Arab. Alih-alih keberhasilan yang bisa didapat, yang terjadi justru selalu mendapatkan kenihilan dalam proyek-proyek besar mereka itu. Hal ini disebabkan kekompakan masyarakat kita sendiri yang menolak program berbagai rencana mereka itu sejak jauh-jauh hari.

Menurut Anda, kenapa kristenisasi di Indonesia berlangsung begitu marak?

Menurut saya, ini karena masyarakat Indonesia mendapat tekanan dari pemerintah. Terutama dalam menekan dan melumpuhkan seluruh gerakan umat Islam. Di samping tentunya tekanan asing yang tak kalah dahsyatnya. Ini benar-benar kelihatan sekali di Indonesia.

Terlebih, gerakan Kristenisasi ini seolah mengincar kelompok masyarakat yang berkekurangan sehingga cenderung mendapat sambutan luar biasa, terutama bagi orang-orang fakir, miskin. Karenanya, ketika belenggu kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan bisa dienyahkan, maka seketika itu pula gerakan Kristenisasi akan terhalau. Di situlah sebenarnya kuncinya.

Adakah strategi khusus menghadapi hal ini?

Solusi bagi kita itu sudah begitu gamblang. Bahwa umat Islam sudah semestinya mulai mengenal dengan seksama hakikat dan tujuan agama mereka itu sendiri. Setiap kita harus memahami akidah Islam dengan benar, menjalankan syariat Islam dan berdisiplin dalam menunaikan berbagai kewajiban yang telah digariskan. Mulai dari praktik shalat hingga bagaimana belajar mencintai orang lain.

Yang terpenting, ajarkanlah kepada mereka yang awam, apa itu Islam. Seandainya umat Islam mengerti apa arti Islam yang sesungguhnya, maka dijamin tak ada seorang pun yang mampu menarik umat Islam kepada agama yang ditawarkan para misionaris itu. Saya sampaikan, bahwa pihak yang mempersilakan para misionaris menjalankan proyek Kristenisasi, khususnya di Indonesia, memang merupakan krisis lanjutan dari sebuah serial diktatorisme yang selama puluhan tahun berlangsung di Indonesia. Tetapi kalau memang kini rakyat Indonesia telah merasakan udara kebebasan, maka nikmatilah.

Di Timur Tengah Kristenisasi pada umumnya tidak segencar di Indonesia. Apa masalahnya menurut Anda?
Ya, demikianlah risiko sebuah kebebasan. Semua gerakan bisa masuk tanpa filter yang ketat. Tetapi jangan khawatir. Segencar apapun kristenisasi di Indonesia, mereka tetap akan hancur. Tetap akan menemui kegagalan dan berakhir sia-sia.

Saya justru lebih percaya akan terjadi kebangkitan umat Islam di Indonesia. Terutama saat ini seluruh umat Islam Indonesia telah mulai menikmati udara kebebasan. Tinggal bagaimana mengelola seluruh kebebasan itu menuju kebebasan yang sesungguhnya. Sebuah kebebasan dimana tidak ada lagi ruang kehidupan bagi Kristenisasi. Dan umat Islam Indonesia saat ini, insya Allah, tengah menuju puncak kebebasan luhur ini.

Apa sebenarnya persoalan mendasar yang mesti diperhatikan oleh umat Islam saat ini?

Semua gejala di atas yang saya sebutkan tadi itu tiada lain menunjukkan secara gamblang, bahwa kebanyakan pemerintah kita selalu ditekan dan bergantung pada kekuatan asing. Inilah sebenarnya persoalan penting yang menjadi kendala mendasar negara-negara di dunia Islam seluruhnya. Semuanya berkaitan dengan politik dan kebijakan dalam negeri itu sendiri, apakah terpengaruh atau tidak oleh kekuatan asing. Mandiri, independen, atau malah didikte. (Sabili)


http://agamaislam.multiply.com/journal?&page_start=20
serbuiff wrote on Jul 14, '08
Frederick Blake Burks, Bekas Penerjemah Departemen Luar Negeri Amerika Serikat
"Presiden Bush Bukan Dalang"

Frederick Blake Burks tengah menjadi buah bibir di Indonesia. Ini tak lain karena pernyataan Burks tentang upaya Amerika merekayasa penangkapan Amir Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Ba'asyir. Mantan penerjemah Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ini, Kamis dua pekan lalu, tampil sebagai saksi dalam persidangan Ba'asyir di gedung Departemen Pertanian, Jakarta Selatan.

Selama di Indonesia, ia selalu ditemani seorang polisi berpakaian preman. Tapi amankah Burks di tanah airnya setelah membeberkan rahasia itu? Kepada Nur Hidayat dari Tempo, dia mencoba menjelaskan kondisi terbarunya dan alasan mengemukakan pernyataan tentang Ba'asyir. Berikut ini petikan wawancaranya:

Setelah berkunjung ke Indonesia, kapan Anda kembali ke Amerika Serikat?
Saya tiba di rumah pada 18 Januari.

Selama di perjalanan, Anda baik-baik saja?
Tidak ada masalah sedikit pun dalam perjalanan pulang.

Anda sempat bertemu bekas Presiden RI Megawati? Apa yang dia katakan kepada Anda?
Megawati memberikan sebuah kehormatan besar sekali dengan menghadiri pesta perpisahan saya di rumah pengacara Adnan Buyung Nasution pada 16 Januari malam. Kami berdua sempat berbincang cukup lama. Saya bilang kalau saya memang kagum bahwa dia berani menolak permintaan tentang Ba'asyir itu. Dia menjawab bahwa memang dia harus berpikir tentang apa yang terbaik untuk negaranya. Megawati juga memberikan nomor telepon Karen Brooks (anggota Dewan Keamanan Nasional) supaya saya nanti bisa bertanya kepada Karen ada apa sebenarnya dengan intervensi semacam ini. Oleh karena sibuk terus, saya belum sempat menelepon Karen.

Ketika tiba di Amerika, adakah teguran atau bahkan teror?
Sampai sekarang, saya bersyukur, tidak terjadi apa pun. Saya tahu kalau Paul Wolfowitz (Wakil Menteri Pertahanan Amerika Serikat) memang marah kepada saya. Namun, mungkin dia tahu kalau dia atau teman-temannya berbuat sesuatu terhadap diri saya, hal itu akan menjadi berita di Indonesia. Nanti, kalau terjadi apa pun, akan saya beri tahukan kepada Anda.

Bagaimana sikap kolega Anda yang kini masih menjadi penerjemah?
Dari beberapa rekan yang sudah bertemu atau menghubungi saya, mereka mendukung saya dan merasa bahwa saya cukup berani melakukan semua ini.

***


Dalam persidangan Ba'asyir pekan lalu, Burks mengakui bahwa Megawati telah bertemu dengan utusan Presiden Amerika Serikat George W. Bush. Mereka adalah Karen Brooks, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Ralph L. Boyce, serta seorang wanita anggota CIA. Dalam pertemuan di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, kata Burks, Megawati diminta menangkap Ba'asyir dan langsung menyerahkannya kepada Amerika sebagaimana Al-Farouq.

Namun, Megawati menolak permintaan tersebut. Rahasia itu diungkap Burks setelah keluar dari Departemen Luar Negeri pada Oktober 2004. Burks mengundurkan diri karena diharuskan menandatangani pernyataan bahwa semua penerjemah dilarang membocorkan rahasia presiden ke mana pun juga. Namun, Burks menilai bahwa rahasia soal Ba'asyir tersebut akan merugikan warga Amerika Serikat jika terus dipendam.
***


Anda tidak merasa berkhianat karena mengungkap rahasia tersebut?
Sejak awal, saya tidak merasa berkhianat. Bahkan sebaliknya, jika pemerintah kita melakukan sesuatu yang merugikan masyarakat AS atau dunia, lalu saya tidak membukanya, ini yang namanya pengkhianatan.

Jadi Anda mencoba melawan rezim?
Bukan rezimnya. Tapi ada begitu banyak orang yang bermain di balik layar dalam rezim ini. Saya tidak suka itu dan akan menentang orang yang merugikan masyarakat. Setiap orang di Amerika harus mendukung itu.

Ada landasan hukum yang kuat untuk melakukan itu?
Di Amerika ada undang-undang khusus. Artinya, orang dalam pemerintahan yang tahu ada hal yang merugikan masyarakat, ia harus membuka rahasianya untuk rakyat. Jadi memang ada perlindungan hukum untuk membuka rahasia tersebut.

Orang yang tetap melanjutkan kontrak (sebagai penerjemah) bisa menuntut berdasarkan undang-undang tersebut?
Betul sekali. Kalau misalnya saya dipecat karena saya membocorkan rahasia, saya bisa menuntut karena saya tidak bisa dipecat dalam kasus ini. Dengan demikian, saya tidak mengkhianati siapa pun.

Bisa dijelaskan kelompok apa yang berdiri di belakang Presiden Bush itu?
Kalau bicara soal ini, saya bicara bukan sebagai penerjemah tapi peneliti. Selama tiga tahun terakhir ini kan saya melakukan penelitian semacam itu. Karena itu, saya bukan merekayasa. Nah, saya lihat ada kelompok yang saya namakan penguasa elite. Mereka ini tetap ingin berkuasa dan mengeruk untung dari masyarakat.

Bagaimana caranya?
Mereka harus berusaha agar orang-orang merasa takut. Kalau dulu kan ada Uni Soviet yang dijadikan momok. Nah, kalau orang sudah takut, mereka akan rela mengeluarkan uang untuk militer atau masuk ke industri yang akan mengamankan kita semua.

Ketika Soviet jatuh, maka akan dicari yang baru. Sekarang yang paling kuat kan agama. Agama itu paling bagus untuk memisahkan orang. Agar mereka tetap berkuasa, mereka harus memisahkan orang, membuat orang saling bermusuhan. Nah, yang dicari sekarang kan Islam melawan Kristen, Yahudi, atau yang lainnya.

Mungkin ada model yang lain?
Ada. Orang yang di dalam pemerintahan sekarang yang justru menginginkan agar kiamat cepat datang. Soalnya, kalau mau kiamat kan harus ada Armageddon. Harus ada perang dunia ketiga. Nah, mereka ingin agar ini bisa meletus, kalau tidak salah di Israel. Jika kemudian kiamat itu benar terjadi, tidak penting lagi bagi mereka. Yang penting, perang itu tadi.

Semuanya punya niat pribadi yang jahat dan menyodorkannya kepada Bush?
Bukan begitu. Mereka ini bukan hanya satu faksi saja yang berkuasa atas seluruh dunia. Tapi banyak yang berpengaruh. Ada yang berpikir adanya kiamat, ada yang cari untung, tapi ada juga yang baik di antara para elite ini. Jangan berpikir bahwa mereka semua jahat.

Para elite itu siapa saja?
Mereka bukan dari partai saja. Ada permainan agar selalu terjadi polarisasi. Para elite selalu berkeinginan bahwa sebagian dari mereka tetap berkuasa, tapi sebagian lainnya menjadi oposan. Mereka ini hanya ingin agar kita semua saling bermusuhan. Ini semacam rekayasa juga.

Apakah pihak oposan tahu juga bahwa semuanya ini rekayasa?
Banyak di antara mereka yang tidak saling tahu. Bush sendiri tidak tahu semua ini. Bush itu bukan dalang. Di belakang dia, saya yakin ada dalangnya lagi. Dia hanya diberi informasi yang diperlukan saja. Para presiden di mana pun harus mengandalkan penasihatnya. Soalnya kan dia sangat sibuk menghadiri acara ini atau acara itu. Sehingga dia sangat mengandalkan diri kepada penasihatnya. Nah, siapa yang dapat mengontrol penasihatnya, dia itulah biasanya yang menjadi dalangnya.

Bukankah ini mirip teori konspirasi?
Memang, selama ini dikenal teori konspirasi. Mereka bekerja sama untuk satu tujuan tertentu. Tapi, sekali lagi, tidak sesederhana itu.

Kenapa orang-orang tersebut selalu memilih jalan perang dan bukan bisnis?
Kalau bisnis, kita harus mencari untung. Kalau misalnya saya harus mendirikan bisnis, kalau saya sukses, mungkin saya akan untung 10 persen, 20 persen, 50 persen, atau bahkan 100 persen. Tapi kalau di masa perang, pemerintah bisa mengambil keputusan bahwa kita membutuhkan dana sekian miliar dolar sekaligus.

Coba saja, perang Irak, misalnya, sudah US$ 100 miliar dalam tempo satu tahun. Uang itu hilang ke mana? Sebagian besar ke kantong para penguasa. Kalau kita mengikuti jejak uang, bisa tidak dalam setahun kita menghasilkan uang sebanyak itu lewat usaha? Tidak mungkin!

Nilai kapital yang mereka peroleh dari tahun ke tahun, bagaimana?
Nilai keuangannya naik terus. Misalnya, diberitakan di CBS, Menteri Pertahanan Amerika Serikat mengaku bahwa US$ 2,3 miliar yang harusnya dipakai Departemen Pertahanan hilang entah ke mana. Itu diberitakan pada 2002. Dia mengumumkan itu sehari sebelum peristiwa 11 September. Ini kan aneh sekali. Tapi ternyata tidak diberitakan. Kami menduga dana itu untuk proyek hitam.

Sejak kapan Anda tahu soal proyek hitam itu?
Sudah lama. Proyek ini adalah proyek yang tidak boleh diakui adanya secara hukum. Tapi tentang rekayasa ini saya baru tahu tiga tahun lalu.

Kenapa harus ada proyek gelap?
Ini karena peran intel. Kan selama ini ada intel dari Rusia, Cina, Israel, dan berbagai negara lain. Mereka semua ingin mencuri rahasia ini. Kalau mereka bisa mencuri data bagaimana membangun pesawat atau senjata, tentunya mereka bisa mengimbangi Amerika. Pihak Amerika jelas tidak mau ada orang lain tahu tentang teknologi yang mereka kembangkan. Tapi yang namanya intel kan pintar sekali. Selain itu, ada agen ganda.

Wah, kok persis seperti yang ditampilkan dalam film?
Memang. Bahkan banyak isi film itu yang sebenarnya didasarkan pada realitas. Tidak semua, tapi cukup banyak. Saya tahu itu karena para sutradara sering diberitahu. Kalau nanti ketahuan, mereka akan bilang, ini kan hanya untuk keperluan film. Saya tahu benar, Stephen King, misalnya, sering kali diberi informasi.

Kalau ini terus terjadi, kenapa pers Amerika bungkam?
Orang awam tidak tahu. Sedangkan pers terlalu dikontrol oleh penguasa elite belakangan ini. Kalau dulu, perusahaan pers yang ternama banyak sekali. Pada 20 tahun lalu, bisa lebih dari 50 perusahaan pers. Sekarang, perusahaan itu digabung semua karena konglomerasi sehingga tinggal delapan untuk semua pangsa pasar. Maka kalau ada wartawan yang terlalu berani, dia akan ditolak oleh atasannya.

Anda punya bukti?
Saya punya beberapa kenalan yang mengalami peristiwa seperti itu. Ketika dia mulai memberitakan persoalan yang sebenarnya membuka tabir masalah, akhirnya dia dipecat atau diganggu. Pokoknya (apa yang ditemukan datanya) tidak bisa diberitakan.

Tidak melalui proses persidangan?
Ada juga yang berusaha melalui persidangan, tapi itu sulit sekali. Sebuah buku berjudul Into The Buzzsaw karya Kristina Borjesson yang mengisahkan bagaimana pers dikontrol. Buku ini ditulis para wartawan yang pernah mengalami masalah ini. Mereka pernah ingin memberitakan sesuatu yang besar sekali yang perlu diketahui masyarakat. Tapi, dari atas, bukan redakturnya, bukan pemimpin redaksinya, tapi dari yang paling atas, dihabisi. Dari buku itu saja, mestinya orang Amerika tahu. Tapi resensinya tidak pernah dimuat di satu media pun di Amerika. Padahal buku itu ditulis pemenang hadiah Pulitzer. Begitulah kontrol pers di Amerika.

***


Kini, Burks tengah melakukan penelitian besar tentang pengeboman menara kembar World Trade Center pada 11 September 2001. Sebagaimana dilansir di beragam media, Presiden George W. Bush menuding Usamah bin Ladin sebagai pengebom. Namun, dalam penelitian yang dilakukan Burks, Usamah bukanlah orang yang menjadi dalang peristiwa tersebut.
***


Oya, ada fakta baru soal 11 September?
Tidak ada. Tapi, kalau dipikir pakai akal sehat, Amerika punya sistem radar yang sangat hebat. Katakanlah ada rudal meluncur dari Soviet ke Amerika, artinya dia terbang dua kali lebih cepat daripada pesawat biasa. Cepat sekali. Tapi Amerika sudah punya sistem. Rudal seperti ini bisa dijatuhkan dalam dua atau tiga menit.

Kan, tidak semuanya berhasil?
Ada yang berhasil. Tapi ada yang gagal juga. Pertanyaannya, bagaimana mungkin ada empat pesawat sipil yang geraknya lamban bisa ke Pentagon. Kita pakai akal sehat saja. Ketika Pentagon kena, pada hari itu juga, saya sudah tahu kalau ini rekayasa. Saya kan bekerja dengan para jenderal sehingga tahu bahwa ada pesawat khusus yang bisa mendekati pesawat mana saja dalam sepuluh menit. Anehnya, sekitar 90 menit setelah pembajakan, pesawat itu mengenai Pentagon. Ini sangat tidak mungkin.

Konstruksi gedung tersebut tentunya sangat kuat?
Oke, kalau konstruksi gedung yang kuat memang patut dipertanyakan. Tapi ada fakta bahwa gedung WTC-7 kalau tidak salah 46 lantai. Gedung ini pukul 5 sore hancur, padahal tidak terkena pesawat. Seratus meter dari gedung tersebut ada gedung yang kena sedikit pengaruh tapi tidak begitu banyak. Bagaimana mungkin gedung sebesar itu bisa roboh. Kalau dilihat dari rekaman video amatir, runtuhnya gedung itu seperti gedung yang sengaja dirobohkan secara rapi. Jadi kita tidak perlu mempersoalkan dua menara kembar, tapi kita mengincar WTC-7. Gedung ini sangat kuat!

Kalau benar dirobohkan, apa alasannya?
Karena di dalamnya ada berkas-berkas rahasia yang mengarah ke konglomerat besar. Dokumen itu bisa memberatkan konglomerat dalam beberapa kasus besar.

Upaya meruntuhkan WTC-7 itu hanya sekadar menghilangkan bukti hukum para konglomerat atau ada indikasi lain?
Ada lagi yang lebih besar. Mungkin sekali markas untuk mengatur semuanya itu ada di gedung tersebut. Setahu saya, markas untuk mengatasi keadaan darurat memang berada di gedung itu. Kalau tidak salah di lantai 21. Jadi semua rekayasa dikontrol dari gedung itu, lalu diledakkan.

Anda punya bukti?
Sudah terbukti memang ada satu ruangan yang dibangun Wali Kota New York khusus untuk keadaan darurat. Ada segala macam keistimewaan di satu lantai tersebut. Bisa jadi ada bukti tentang pengaturan peristiwa 11 September.

Bagaimana pendapat masyarakat Amerika terhadap segala macam penemuan itu?
Sama seperti pertanyaan, bagaimana pendapat masyarakat Indonesia tentang SBY. Jawabannya bisa bermacam-macam. Sama di Amerika. Tapi kalau bagaimana pendapat kebanyakan masyarakat Amerika, maka jawabannya adalah kebanyakan masyarakat tidak tahu.

Kenapa?
Karena mereka ditipu oleh media massa. Media tidak pernah memberitakan masalah ini dengan baik. Tapi sekarang sudah banyak orang seperti saya yang sudah tidak percaya lagi dengan media lalu mencari informasi dari media alternatif. Semakin banyak orang yang ragu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan ada jajak suara oleh Reuters pada Agustus lalu. Salah satu pertanyaannya, "Apakah Anda percaya bahwa pengeboman itu sudah diketahui pemerintah sebelumnya dan pemerintah membiarkannya terjadi?" Ternyata, 49,7 persen responden bilang iya. Yang paling menarik, hasil jajak pendapat Reuters itu tidak pernah diberitakan di satu pun surat kabar di Amerika.

Anda tahu dari mana?
Dari website-nya. Ini aneh sekali. Syukurlah, ada satu jutawan yang marah sekali. Dia lalu membeli halaman iklan dan memasang hasil penelitian itu satu halaman penuh di New York Times selama beberapa hari. Sehingga ada banyak orang yang akhirnya tahu tentang riset tersebut. New York Times yang tidak pernah memuat berita itu tetap bersedia memasang iklan tersebut. Saya yakin, dua atau tiga tahun lagi, seluruh dunia akan tahu tentang rekayasa ini.

Menurut Anda, apa target utama mereka melakukan pengeboman?
Target utama adalah menakut-nakuti masyarakat. Sekali lagi, kalau sudah ditakut-takuti, masyarakat akan gampang dimanipulasi. Itu yang paling penting.




Hidup dari Tunjangan Hari Tua

Setelah mundur dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Burks mengaku jadi penganggur. "Saya tidak punya penghasilan sama sekali setelah mundur dari Deplu AS dua bulan lalu," kata lelaki yang hanya membawa tiga baju ketika berada di Indonesia ini.

Kedatangannya ke Indonesia pun tidak didukung dengan biaya yang besar. Menurut pengacara Adnan Buyung Nasution, Burks hanya diberi tiket pulang-pergi. Untuk menghemat biaya, Burks kemudian tidur di rumah pengacara berambut perak tersebut.

Perhatian Burks kini sepenuhnya tertuju kepada beberapa website yang sekarang dikelolanya. Sebagian website itu berisi tentang ilmu pengetahuan. Namun, sebagian lainnya berisi tentang persahabatan.

Menurut Burks, sumbangan memang sudah masuk ke website. "Tapi belum cukup untuk menutupi ongkos pengelolaan semua website. Terpaksa untuk sementara ini saya hidup dari tabungan untuk hari tua," katanya. Wah! nur hidayat

http://www.korantempo.com/news/2005/1/23/Tamu/46.html

Bush Pernah Minta Megawati untuk Tangkap Ba'asyir
Kamis, 30 Desember 2004 | 18:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Amerika Serikat George Walker Bush pernah punya rencana menangkap Amir Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Ba'asyir secara rahasia sebagaimana yang dilakukan atas Umar al-Faruq.

"Hal itu disampaikan utusan khusus Presiden Bush dalam pertemuan rahasia di rumah Megawati," ujar Fred Burks, mantan penerjemah Presiden George Walker Bush yang dihubungi Tempo melalui telepon genggamnya, Rabu (29/12). Menurut dia, pertemuan rahasia tersebut berlangsung pada Senin, 16 September 2002.

Burks telah menjadi penerjeman Presiden Bush sejak 1986. Dia mengundurkan diri secara resmi pada 18 November 2004. Burks adalah lulusan Universitas Humeolt State, California, pada 1982. Dia mengambil jurusan Ilmu Sosial. Dia sempat belajar bahasa Indonesia kepada Arief Budiman selama satu tahun ketika Arief mengambil studi doktor di Universitas Santa Cruz, 1980. Pada 1981, Burks bekerja sebagai pengajar bahasa Inggris untuk pegawai Departemen Kesehatan di Pontianak, Kalimantan Barat.

Burks menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, Megawati hanya seorang diri tanpa didampingin siapapun. Pihak Amerika sendiri, hadir utusan khusus Presiden Bush yang juga seorang agen CIA, Duta Besar Ralph L. Boyce, Ahli Indonesia di Dewan Keamanan Nasional (NSC) Karen Brooks, dan dia sendiri.

"Megawati sama sekali tidak tahu kalau utusan khusus itu seorang agen CIA," kata Burks. Pasalnya, kata dia, Boyce hanya memperkenalkan wanita tersebut sebagai utusan khusus Bush.

Pertemuan itu sendiri berlangsung singkat, hanya sekitar 20 menit. Dia menambahkan, Boyce dan Brooks tidak banyak berbicara. Menurut dia, percakapan yang berlangsung di dominasi antara Megawati dengan utusan khusus tersebut.

Utusan khusus itu, lanjut dia, menyampaikan pesan khusus Bush yang meminta Megawati untuk menangkap Ba'asyir. Tenggat waktu yang diberikan Presiden Bush, kata dia, sebelum berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Los Cabos, Meksiko, Oktober 2002. "Tidak mungkin, orang ini terlalu terkenal di Indonesia. Nanti kalau dia hilang akan menyulitkan saya," kata Burks mengutip pernyataan Megawati saat itu.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, utusan khusus tersebut menerima penolakan Megawati itu. Dalam pertemuan tersebut, lanjut dia, Megawati mengatakan, Ba'asyir dapat ditangkap bila persepsi masyarakat tentang Ba'asyir berubah, dari mendukung menjadi membenci. Dia menambahkan, di akhir rapat, Megawati mengatakan, agar tidak ada gangguan hubungan antara kedua negara menyangkut hal ini.

Menanggapi pernyataan Megawati itu, Boyce, Brooks, dan utusan khusus tersebut, kata Burks, sangat terkejut. Dia menambahkan, mereka bertiga sampai harus bertanya kepada dia untuk memastikan kebenaran ucapan Megawati di akhir pertemuan.

Lebih lanjut Burks mengungkapkan, pertemuan itu merupakan inisiatif Presiden Bush sendiri. Dia menjelaskan, pada Jumat, 15 September 2002 sore, dirinya ditelepon Karen Brooks yang meminta kepada dia untuk pergi bersama dengannya ke Jakarta. "Saya bertemu Brooks di Taiwan pada saat ganti pesawat," jelas dia.

Dia menambahkan, dirinya berangkat dari San Fransisco, sedangkan brooks berangkat dari Washington DC.

Soal utusan khusus, kata Burks, bertemu di Jakarta. Dia mengatakan, Brook dan utusan khusus tersebut menginap di rumah Boyce di Taman Suropati. Sedangkan Burks sendiri menginap di hotel. Setelah pertemuan, lanjut dia, utusan khusus tersebut terbang ke Afganistan dan dia kembali ke Amerika.

Faisal
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2004/12/30/brk,20041230-51,id.html

serbuiff wrote on Jul 14, '08
Wanita dalam Pandangan Islam
Oleh admin • Monday, 21 April 2008 - 2:11 am • 13 Rabiul Akhir 1429 H • infokito.net • dilihat 503 kali
Sebelum kedatangan Islam, perbuatan tak berperikemanusiaan dan amoral terjadi di mana-mana. Bayi perempuan dikubur, istri berzina demi bibit unggul, pelacuran berbalut kesucian, dan banyak lagi. Kemudian agama rahmatan lil’alamin itu pun datang dan membebaskan wanita dari semua kehinaan itu.
Ketika Islam muncul di muka bumi, barulah wanita mendapatkan posisi yang terhormat. Islam datang dengan cahayanya, kezhaliman terhadap wanita pun sirna. Islam menetapkan insaniyyah (kemanusiaan) seorang wanita sama dengan seorang lelaki di hadapan Allah SWT.
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan perempuan….” (QS Al-Hujurat: 13).
“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan-mu, yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya, dan dari keduanya Allah menurunkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah, yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan berhubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS An-Nisa: 1).
“Siapa yang beramal shalih dari kalangan laki-laki ataupun perempuan sedangkan ia dalam keadaan beriman, Kami akan menganugerahkan kepadanya kehidupan yang baik, dan Kami akan memberikan balasan pahala kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang mereka amalkan.” (QS An-Nahl: 97).
Allah SWT berfirman, “…. Agar Allah mengazab orang-orang munafik, baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan, dan orang-orang musyrik, baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan. Dan agar Allah mengampuni orang-orang yang beriman, baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan…” (QS Al-Ahzab: 73).
Allah SWT mengharamkan wanita dijadikan barang warisan sepeninggal suaminya. “Wahai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kalian mewariskan para wanita secara paksa.” (QS An-Nisa: 19).
Bahkan wanita dijadikan salah satu ahli waris harta kerabatnya yang meninggal. “Bagi para lelaki ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orangtua dan kerabat-kerabatnya. Dan bagi para wanita ada hak bagian dan harta peninggalan kedua orangtua dan kerabat-kerabatnya, baik sedikit maupun banyak, menurut bagian yang telah ditetapkan.” (QS An-Nisa’: 7).
Dalam masalah pernikahan, Allah SWT membatasi laki-laki hanya boleh mengumpulkan empat istri, dengan syarat harus berlaku adil dengan sekuat kemampuannya di antara para istrinya. Dan Allah SWT wajibkan bagi suami untuk bergaul dengan ma’ruf terhadap istrinya. “Dan bergaullah kalian dengan para istri dengan cara yang ma’ruf.” (QS An-Nisa’: 19).
Allah SWT juga menetapkan adanya mahar dalam pernikahan sebagai hak wanita yang harus diberikan secara sempurna kecuali bila si wanita merelakan dengan kelapangan hatinya. “Dan berikanlah mahar kepada para wanita yang kalian nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kalian sebagian dari mahar tersebut dengan senang hati, makanlah (ambillah) pemberian itu sebagai sesuatu yang baik.” (QS An-Nisa: 4).
Wanita pun dijadikan sebagai penanggung jawab dalam rumah tangga suaminya, sebagai pemimpin atas anak-anaknya. Nabi SAW bersabda, “Wanita adalah pemimpin atas rumah tangga suaminya dan anak suaminya, dan ia akan ditanya (dimintai pertanggungjawabannya di hari kiamat) tentang mereka.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Pada masa Rasulullah, peran wanita meliputi segala bidang. Mulai dari keilmuan hingga turun ke medan laga. Kita mengenal wanita yang paling setia kepada Rasulullah, yakni Khadijah, yang telah berkorban dengan jiwa dan hartanya.
Kemudian Aisyah, yang banyak belajar dari Rasulullah kemudian mengajarkannya kepada kaum wanita dan pria. Bahkan, ada pendapat ulama yang mengatakan, seandainya ilmu seluruh wanita dikumpulkan dibanding ilmu Aisyah, ilmu Aisyah akan lebih banyak. Ada juga wanita yang ikut berperang, seperti Nasibah binti Kaab, yang dikenal dengan Ummu Imarah.
Tidak dapat dipungkiri, Islamlah pelopor utama dan pertama yang menempatkan wanita pada proporsi yang layak dan terhormat, sederajat dengan kedudukan pria. Islam menempatkan kedudukan perempuan dalam posisi yang tinggi.
Namun sayang beribu kali sayang, setelah berabad-abad syariat Islam turun dengan sempurna, menghapus segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan, serta mengangkat derajat kaum perempuan dengan semulia-mulianya, mengapa kini muncul tuduhan, terutama dari Barat, bahwa Islam mengungkung dan menindas kaum perempuan? [triyono-infokito]
Wallahu a’lam
Wabillahi taufik wal hidayah
***Disarikan dari majalah alKisah
http://infokito.net/wanita-dalam-pandangan-islam/




Kedudukan Perempuan dalam Islam
Salah satu tema utama sekaligus prinsip pokok dalam ajaran Islam adalah persamaan antara manusia, baik antara lelaki dan perempuan maupun antar bangsa, suku dan keturunan. Perbedaan yang digarisbawahi dan yang kemudian meninggikan atau merendahkan seseorang hanyalah nilai pengabdian dan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Mahaesa.
Wahai seluruh manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (terdiri) dari lelaki dan perempuan dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal, sesungguhnya yang termulia di antara kamu adalah yang paling bertakwa (QS 49: 13).
Kedudukan perempuan dalam pandangan ajaran Islam tidak sebagaimana diduga atau dipraktekkan sementara masyarakat. Ajaran Islam pada hakikatnya memberikan perhatian yang sangat besar serta kedudukan terhormat kepada perempuan.
Muhammad Al-Ghazali, salah seorang ulama besar Islam kontemporer berkebangsaan Mesir, menulis: "Kalau kita mengembalikan pandangan ke masa sebelum seribu tahun, maka kita akan menemukan perempuan menikmati keistimewaan dalam bidang materi dan sosial yang tidak dikenal oleh perempuan-perempuan di kelima benua. Keadaan mereka ketika itu lebih baik dibandingkan dengan keadaan perempuan-perempuan Barat dewasa ini, asal saja kebebasan dalam berpakaian serta pergaulan tidak dijadikan bahan perbandingan."190
Almarhum Mahmud Syaltut, mantan Syaikh (pemimpin tertinggi) lembaga-lembaga Al-Azhar di Mesir, menulis: "Tabiat kemanusiaan antara lelaki dan perempuan hampir dapat (dikatakan) sama. Allah telah menganugerahkan kepada perempuan sebagaimana menganugerahkan kepada lelaki. Kepada mereka berdua dianugerahkan Tuhan potensi dan kemampuan yang cukup untuk memikul tanggung jawab dan yang menjadikan kedua jenis kelamin ini dapat melaksanakan aktivitas-aktivitas yang bersifat umum maupun khusus. Karena itu, hukum-hukum Syari'at pun meletakkan keduanya dalam satu kerangka. Yang ini (lelaki) menjual dan membeli, mengawinkan dan kawin, melanggar dan dihukum, menuntut dan menyaksikan, dan yang itu (perempuan) juga demikian, dapat menjual dan membeli, mengawinkan dan kawin, melanggar dan dihukum serta menuntut dan menyaksikan."191
Banyak faktor yang telah mengaburkan keistimewaan serta memerosotkan kedudukan tersebut. Salah satu di antaranya adalah kedangkalan pengetahuan keagamaan, sehingga tidak jarang agama (Islam) diatasnamakan untuk pandangan dan tujuan yang tidak dibenarkan itu.
Berikut ini akan dikemukakan pandangan sekilas yang bersumber dari pemahaman ajaran Islam menyangkut perempuan, dari segi (1) asal kejadiannya, dan (2) hak-haknya dalam berbagai bidang.
Asal Kejadian Perempuan
Berbedakah asal kejadian perempuan dari lelaki? Apakah perempuan diciptakan oleh tuhan kejahatan ataukah mereka merupakan salah satu najis (kotoran) akibat ulah setan? Benarkah yang digoda dan diperalat oleh setan hanya perempuan dan benarkah mereka yang menjadi penyebab terusirnya manusia dari surga?
Demikian sebagian pertanyaan yang dijawab dengan pembenaran oleh sementara pihak sehingga menimbulkan pandangan atau keyakinan yang tersebar pada masa pra-Islam dan yang sedikit atau banyak masih berbekas dalam pandangan beberapa masyarakat abad ke-20 ini.
Pandangan-pandangan tersebut secara tegas dibantah oleh Al-Quran, antara lain melalui ayat pertama surah Al-Nisa':
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari jenis yang sama dan darinya Allah menciptakan pasangannya dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan lelaki dan perempuan yang banyak.
Demikian Al-Quran menolak pandangan-pandangan yang membedakan (lelaki dan perempuan) dengan menegaskan bahwa keduanya berasal dari satu jenis yang sama dan bahwa dari keduanya secara bersama-sama Tuhan mengembangbiakkan keturunannya baik yang lelaki maupun yang perempuan.
Benar bahwa ada suatu hadis Nabi yang dinilai shahih (dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya) yang berbunyi:
Saling pesan-memesanlah untuk berbuat baik kepada perempuan, karena mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. (Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Tirmidzi dari sahabat Abu Hurairah).
Benar ada hadis yang berbunyi demikian dan yang dipahami secara keliru bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk Adam, yang kemudian mengesankan kerendahan derajat kemanusiaannya dibandingkan dengan lelaki. Namun, cukup banyak ulama yang telah menjelaskan makna sesungguhnya dari hadis tersebut.
Muhammad Rasyid Ridha, dalam Tafsir Al-Manar, menulis: "Seandainya tidak tercantum kisah kejadian Adam dan Hawa dalam Kitab Perjanjian Lama (Kejadian II;21) dengan redaksi yang mengarah kepada pemahaman di atas, niscaya pendapat yang keliru itu tidak pernah akan terlintas dalam benak seorang Muslim."192
Tulang rusuk yang bengkok harus dipahami dalam pengertian majazi (kiasan), dalam arti bahwa hadis tersebut memperingatkan para lelaki agar menghadapi perempuan dengan bijaksana. Karena ada sifat, karakter, dan kecenderungan mereka yang tidak sama dengan lelaki, hal mana bila tidak disadari akan dapat mengantar kaum lelaki untuk bersikap tidak wajar. Mereka tidak akan mampu mengubah karakter dan sifat bawaan perempuan. Kalaupun mereka berusaha akibatnya akan fatal, sebagaimana fatalnya meluruskan tulang rusuk yang bengkok.
Memahami hadis di atas seperti yang telah dikemukakan di atas, justru mengakui kepribadian perempuan yang telah menjadi kodrat (bawaan)-nya sejak lahir.
Dalam Surah Al-Isra' ayat 70 ditegaskan bahwa:
Sesungguhnya Kami telah memuliakan anak-anak Adam. Kami angkut mereka di daratan dan di lautan (untuk memudahkan mencari kehidupan). Kami beri mereka rezeki yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk-makhluk yang Kami ciptakan.
Tentu, kalimat anak-anak Adam mencakup lelaki dan perempuan, demikian pula penghormatan Tuhan yang diberikan-Nya itu, mencakup anak-anak Adam seluruhnya, baik perempuan maupun lelaki. Pemahaman ini dipertegas oleh ayat 195 surah Ali'Imran yang menyatakan: Sebagian kamu adalah bagian dari sebagian yang lain, dalam arti bahwa "sebagian kamu (hai umat manusia yakni lelaki) berasal dari pertemuan ovum perempuan dan sperma lelaki dan sebagian yang lain (yakni perempuan) demikian juga halnya." Kedua jenis kelamin ini sama-sama manusia. Tak ada perbedaan antara mereka dari segi asal kejadian dan kemanusiaannya.
Dengan konsideran ini, Tuhan mempertegas bahwa:
Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal, baik lelaki maupun perempuan (QS 3:195).
Pandangan masyarakat yang mengantar kepada perbedaan antara lelaki dan perempuan dikikis oleh Al-Quran. Karena itu, dikecamnya mereka yang bergembira dengan kelahiran seorang anak lelaki tetapi bersedih bila memperoleh anak perempuan:
Dan apabila seorang dari mereka diberi kabar dengan kelahiran anak perempuan, hitam-merah padamlah wajahnya dan dia sangat bersedih (marah). Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak disebabkan "buruk"-nya berita yang disampaikan kepadanya itu. (Ia berpikir) apakah ia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup). Ketahuilah! Alangkah buruk apa yang mereka tetapkan itu (QS 16:58-59).
Ayat ini dan semacamnya diturunkan dalam rangka usaha Al-Quran untuk mengikis habis segala macam pandangan yang membedakan lelaki dengan perempuan, khususnya dalam bidang kemanusiaan.
Dari ayat-ayat Al-Quran juga ditemukan bahwa godaan dan rayuan Iblis tidak hanya tertuju kepada perempuan (Hawa) tetapi juga kepada lelaki. Ayat-ayat yang membicarakan godaan, rayuan setan serta ketergelinciran Adam dan Hawa dibentuk dalam kata yang menunjukkan kebersamaan keduanya tanpa perbedaan, seperti:
Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya ... (QS 7:20).
Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan keduanya dikeluarkan dari keadaan yang mereka (nikmati) sebelumnya ... (QS 2:36).
Kalaupun ada yang berbentuk tunggal, maka itu justru menunjuk kepada kaum lelaki (Adam), yang bertindak sebagai pemimpin terhadap istrinya, seperti dalam firman Allah:
Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya (Adam) dan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepadamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan punah?" (QS 20:120).
Demikian terlihat bahwa Al-Quran mendudukkan perempuan pada tempat yang sewajarnya serta meluruskan segala pandangan yang salah dan keliru yang berkaitan dengan kedudukan dan asal kejadiannya.
Hak-hak Perempuan
Al-Quran berbicara tentang perempuan dalam berbagai ayatnya. Pembicaraan tersebut menyangkut berbagai sisi kehidupan. Ada ayat yang berbicara tentang hak dan kewajibannya, ada pula yang menguraikan keistimewaan-keistimewaan tokoh-tokoh perempuan dalam sejarah agama atau kemanusiaan.
Secara umum surah Al-Nisa' ayat 32, menunjuk kepada hak-hak perempuan:
Bagi lelaki hak (bagian) dari apa yang dianugerahkan kepadanya dan bagi perempuan hak (bagian) dari apa yang dianugerahkan kepadanya.
Berikut ini akan dikemukakan beberapa hak yang dimiliki oleh kaum perempuan menurut pandangan ajaran Islam.
Hak-hak Perempuan dalam Bidang Politik
Salah satu ayat yang seringkali dikemukakan oleh para pemikir Islam dalam kaitan dengan hak-hak politik kaum perempuan adalah yang tertera dalam surah Al-Tawbah ayat 71:
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka adalah awliya' bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh untuk mengerjakan yang ma'ruf, mencegah yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Secara umum, ayat di atas dipahami sebagai gambaran tentang kewajiban melakukan kerja sama antarlelaki dan perempuan dalam berbagai bidang kehidupan yang dilukiskan dengan kalimat menyuruh mengerjakan yang ma'ruf dan mencegah yang munkar.
Kata awliya', dalam pengertiannya, mencakup kerja sama, bantuan dan penguasaan, sedang pengertian yang dikandung oleh "menyuruh mengerjakan yang ma'ruf" mencakup segala segi kebaikan atau perbaikan kehidupan, termasuk memberi nasihat (kritik) kepada penguasa. Dengan demikian, setiap lelaki dan perempuan Muslimah hendaknya mampu mengikuti perkembangan masyarakat agar masing-masing mereka mampu melihat dan memberi saran (nasihat) dalam berbagai bidang kehidupan.193
Keikutsertaan perempuan bersama dengan lelaki dalam kandungan ayat di atas tidak dapat disangkal, sebagaimana tidak pula dapat dipisahkan kepentingan perempuan dari kandungan sabda Nabi Muhamad saw.:
Barangsiapa yang tidak memperhatikan kepentingan (urusan) kaum Muslim, maka ia tidak termasuk golongan mereka.
Kepentingan (urusan) kaum Muslim mencakup banyak sisi yang dapat menyempit atau meluas sesuai dengan latar belakang pendidikan seseorang, tingkat pendidikannya. Dengan demikian, kalimat ini mencakup segala bidang kehidupan termasuk bidang kehidupan politik.194
Di sisi lain, Al-Quran juga mengajak umatnya (lelaki dan perempuan) untuk bermusyawarah, melalui pujian Tuhan kepada mereka yang selalu melakukannya.
Urusan mereka (selalu) diputuskan dengan musyawarah (QS 42:38).
Ayat ini dijadikan pula dasar oleh banyak ulama untuk membuktikan adanya hak berpolitik bagi setiap lelaki dan perempuan.
Syura (musyawarah) telah merupakan salah satu prinsip pengelolaan bidang-bidang kehidupan bersama menurut Al-Quran, termasuk kehidupan politik, dalam arti setiap warga masyarakat dalam kehidupan bersamanya dituntut untuk senantiasa mengadakan musyawarah.
Atas dasar ini, dapat dikatakan bahwa setiap lelaki maupun perempuan memiliki hak tersebut, karena tidak ditemukan satu ketentuan agama pun yang dapat dipahami sebagai melarang keterlibatan perempuan dalam bidang kehidupan bermasyarakat --termasuk dalam bidang politik. Bahkan sebaliknya, sejarah Islam menunjukkan betapa kaum perempuan terlibat dalam berbagai bidang kemasyarakatan, tanpa kecuali.
Al-Quran juga menguraikan permintaan para perempuan pada zaman Nabi untuk melakukan bay'at (janji setia kepada Nabi dan ajarannya), sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Mumtahanah ayat 12.
Sementara, pakar agama Islam menjadikan bay'at para perempuan itu sebagai bukti kebebasan perempuan untuk menentukan pilihan atau pandangannya yang berkaitan dengan kehidupan serta hak mereka. Dengan begitu, mereka dibebaskan untuk mempunyai pilihan yang berbeda dengan pandangan kelompok-kelompok lain dalam masyarakat, bahkan terkadang berbeda dengan pandangan suami dan ayah mereka sendiri.195
Harus diakui bahwa ada sementara ulama yang menjadikan firman Allah dalam surah Al-Nisa' ayat 34, Lelaki-lelaki adalah pemimpin perempuan-perempuan... sebagai bukti tidak bolehnya perempuan terlibat dalam persoalan politik. Karena --kata mereka-- kepemimpinan berada di tangan lelaki, sehingga hak-hak berpolitik perempuan pun telah berada di tangan mereka. Pandangan ini bukan saja tidak sejalan dengan ayat-ayat yang dikutip di atas, tetapi juga tidak sejalan dengan makna sebenarnya yang diamanatkan oleh ayat yang disebutkan itu.
Ayat Al-Nisa' 34 itu berbicara tentang kepemimpinan lelaki (dalam hal ini suami) terhadap seluruh keluarganya dalam bidang kehidupan rumah tangga. Kepemimpinan ini pun tidak mencabut hak-hak istri dalam berbagai segi, termasuk dalam hak pemilikan harta pribadi dan hak pengelolaannya walaupun tanpa persetujuan suami.
Kenyataan sejarah menunjukkan sekian banyak di antara kaum wanita yang terlibat dalam soal-soal politik praktis. Ummu Hani misalnya, dibenarkan sikapnya oleh Nabi Muhammad saw. ketika memberi jaminan keamanan kepada sementara orang musyrik (jaminan keamanan merupakan salah satu aspek bidang politik). Bahkan istri Nabi Muhammad saw. sendiri, yakni Aisyah r.a., memimpin langsung peperangan melawan 'Ali ibn Abi Thalib yang ketika itu menduduki jabatan Kepala Negara. Isu terbesar dalam peperangan tersebut adalah soal suksesi setelah terbunuhnya Khalifah Ketiga, Utsman r.a.
Peperangan itu dikenal dalam sejarah Islam dengan nama Perang Unta (656 M). Keterlibatan Aisyah r.a. bersama sekian banyak sahabat Nabi dan kepemimpinannya dalam peperangan itu, menunjukkan bahwa beliau bersama para pengikutnya itu menganut paham kebolehan keterlibatan perempuan dalam politik praktis sekalipun.
Hak-hak Perempuan dalam Memilih Pekerjaan
Kalau kita kembali menelaah keterlibatan perempuan dalam pekerjaan pada masa awal Islam, maka tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa Islam membenarkan mereka aktif dalam berbagai aktivitas. Para wanita boleh bekerja dalam berbagai bidang, di dalam ataupun di luar rumahnya, baik secara mandiri atau bersama orang lain, dengan lembaga pemerintah maupun swasta, selama pekerjaan tersebut dilakukannya dalam suasana terhormat, sopan, serta selama mereka dapat memelihara agamanya, serta dapat pula menghindari dampak-dampak negatif dari pekerjaan tersebut terhadap diri dan lingkungannya.
Secara singkat, dapat dikemukakan rumusan menyangkut pekerjaan perempuan yaitu bahwa "perempuan mempunyai hak untuk bekerja, selama pekerjaan tersebut membutuhkannya dan atau selama mereka membutuhkan pekerjaan tersebut".
Pekerjaan dan aktivitas yang dilakukan oleh perempuan pada masa Nabi cukup beraneka ragam, sampai-sampai mereka terlibat secara langsung dalam peperangan-peperangan, bahu-membahu dengan kaum lelaki. Nama-nama seperti Ummu Salamah (istri Nabi), Shafiyah, Laila Al-Ghaffariyah, Ummu Sinam Al-Aslamiyah, dan lain-lain, tercatat sebagai tokoh-tokoh yang terlibat dalam peperangan. Ahli hadis, Imam Bukhari, membukukan bab-bab dalam kitab Shahih-nya, yang menginformasikan kegiatan-kegiatan kaum wanita, seperti Bab Keterlibatan Perempuan dalam Jihad, Bab Peperangan Perempuan di Lautan, Bab Keterlibatan Perempuan Merawat Korban, dan lain-lain.
Di samping itu, para perempuan pada masa Nabi saw. aktif pula dalam berbagai bidang pekerjaan. Ada yang bekerja sebagai perias pengantin, seperti Ummu Salim binti Malhan yang merias, antara lain, Shafiyah bin Huyay196 --istri Nabi Muhammad saw. Ada juga yang menjadi perawat atau bidan, dan sebagainya.
Dalam bidang perdagangan, nama istri Nabi yang pertama, Khadijah binti Khuwailid, tercatat sebagai seorang yang sangat sukses. Demikian juga Qilat Ummi Bani Anmar yang tercatat sebagai seorang perempuan yang pernah datang kepada Nabi untuk meminta petunjuk-petunjuk dalam bidang jual-beli. Dalam kitab Thabaqat Ibnu Sa'ad, kisah perempuan tersebut diuraikan, di mana ditemukan antara lain pesan Nabi kepadanya menyangkut penetapan harga jual-beli. Nabi memberi petunjuk kepada perempuan ini dengan sabdanya:
Apabila Anda akan membeli atau menjual sesuatu, maka tetapkanlah harga yang Anda inginkan untuk membeli atau menjualnya, baik kemudian Anda diberi atau tidak. (Maksud beliau jangan bertele-tele dalam menawar atau menawarkan sesuatu).
Istri Nabi saw., Zainab binti Jahsy, juga aktif bekerja sampai pada menyamak kulit binatang, dan hasil usahanya itu beliau sedekahkan. Raithah, istri sahabat Nabi Abdullah ibn Mas'ud, sangat aktif bekerja, karena suami dan anaknya ketika itu tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga ini.197 Al-Syifa', seorang perempuan yang pandai menulis, ditugaskan oleh Khalifah Umar r.a. sebagai petugas yang menangani pasar kota Madinah.198
Demikian sedikit dari banyak contoh yang terjadi pada masa Rasul saw. dan sahabat beliau menyangkut keikutsertaan perempuan dalam berbagai bidang usaha dan pekerjaan. Di samping yang disebutkan di atas, perlu juga digarisbawahi bahwa Rasul saw. banyak memberi perhatian serta pengarahan kepada perempuan agar menggunakan waktu sebaik-baiknya dan mengisinya dengan pekerjaan-pekerjaan yang bermanfaat. Dalam hal ini, antara lain, beliau bersabda:
Sebaik-baik "permainan" seorang perempuan Muslimah di dalam rumahnya adalah memintal/menenun. (Hadis diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dari Abdullah bin Rabi' Al-Anshari).
Aisyah r.a. diriwayatkan pernah berkata: "Alat pemintal di tangan perempuan lebih baik daripada tombak di tangan lelaki."
Tentu saja tidak semua bentuk dan ragam pekerjaan yang terdapat pada masa kini telah ada pada masa Nabi saw. Namun, sebagaimana telah diuraikan di atas, ulama pada akhirnya menyimpulkan bahwa perempuan dapat melakukan pekerjaan apa pun selama ia membutuhkannya atau pekerjaan itu membutuhkannya dan selama norma-norma agama dan susila tetap terpelihara.
Dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh setiap orang, termasuk kaum wanita, mereka mempunyai hak untuk bekerja dan menduduki jabatan jabatan tertinggi. Hanya ada jabatan yang oleh sementara ulama dianggap tidak dapat diduduki oleh kaum wanita, yaitu jabatan Kepala Negara (Al-Imamah Al-'Uzhma) dan Hakim. Namun, perkembangan masyarakat dari saat ke saat mengurangi pendukung larangan tersebut, khususnya menyangkut persoalan kedudukan perempuan sebagai hakim.
Dalam beberapa kitab hukum Islam, seperti Al-Mughni, ditegaskan bahwa "setiap orang yang memiliki hak untuk melakukan sesuatu, maka sesuatu itu dapat diwakilkannya kepada orang lain, atau menerima perwakilan dari orang lain". Atas dasar kaidah itu, Dr. Jamaluddin Muhammad Mahmud berpendapat bahwa berdasarkan kitab fiqih, bukan sekadar pertimbangan perkembangan masyarakat kita jika kita menyatakan bahwa perempuan dapat bertindak sebagai pembela dan penuntut dalam berbagai bidang.199
Hak dan Kewajiban Belajar
Terlalu banyak ayat Al-Quran dan hadis Nabi saw. yang berbicara tentang kewajiban belajar, baik kewajiban tersebut ditujukan kepada lelaki maupun perempuan. Wahyu pertama dari Al-Quran adalah perintah membaca atau belajar,
Bacalah demi Tuhanmu yang telah menciptakan... Keistimewaan manusia yang menjadikan para malaikat diperintahkan sujud kepadanya adalah karena makhluk ini memiliki pengetahuan (QS 2:31-34).
Baik lelaki maupun perempuan diperintahkan untuk menimba ilmu sebanyak mungkin, mereka semua dituntut untuk belajar:
Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap Muslim (dan Muslimah).
Para perempuan di zaman Nabi saw. menyadari benar kewajiban ini, sehingga mereka memohon kepada Nabi agar beliau bersedia menyisihkan waktu tertentu dan khusus untuk mereka dalam rangka menuntut ilmu pengetahuan. Permohonan ini tentu saja dikabulkan oleh Nabi saw.
Al-Quran memberikan pujian kepada ulu al-albab, yang berzikir dan memikirkan tentang kejadian langit dan bumi. Zikir dan pemikiran menyangkut hal tersebut akan mengantar manusia untuk mengetahui rahasia-rahasia alam raya ini, dan hal tersebut tidak lain dari pengetahuan. Mereka yang dinamai ulu al-albab tidak terbatas pada kaum lelaki saja, tetapi juga kaum perempuan. Hal ini terbukti dari ayat yang berbicara tentang ulu al-albab yang dikemukakan di atas. Setelah Al-Quran menguraikan tentang sifat-sifat mereka, ditegaskannya bahwa:
Maka Tuhan mereka mengabulkan permohonan mereka dengan berfirman: "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik lelaki maupun perempuan..." (QS 3:195).
Ini berarti bahwa kaum perempuan dapat berpikir, mempelajari dan kemudian mengamalkan apa yang mereka hayati dari zikir kepada Allah serta apa yang mereka ketahui dari alam raya ini. Pengetahuan menyangkut alam raya tentunya berkaitan dengan berbagai disiplin ilmu, sehingga dari ayat ini dapat dipahami bahwa perempuan bebas untuk mempelajari apa saja, sesuai dengan keinginan dan kecenderungan mereka masing-masing.
Banyak wanita yang sangat menonjol pengetahuannya dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan yang menjadi rujukan sekian banyak tokoh lelaki. Istri Nabi, Aisyah r.a., adalah seorang yang sangat dalam pengetahuannya serta dikenal pula sebagai kritikus. Sampai-sampai dikenal secara sangat luas ungkapan yang dinisbahkan oleh sementara ulama sebagai pernyataan Nabi Muhammad saw.:
Ambillah setengah pengetahuan agama kalian dari Al-Humaira' (Aisyah).
Demikian juga Sayyidah Sakinah putri Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib. Kemudian Al-Syaikhah Syuhrah yang digelari Fakhr Al-Nisa' (Kebanggaan Perempuan) adalah salah seorang guru Imam Syafi'i200 (tokoh mazhab yang pandangan-pandangannya menjadi anutan banyak umat Islam di seluruh dunia), dan masih banyak lagi lainnya.
Imam Abu Hayyan mencatat tiga nama perempuan yang menjadi guru-guru tokoh mazhab tersebut, yaitu Mu'nisat Al-Ayyubiyah (putri Al-Malik Al-Adil saudara Salahuddin Al-Ayyubi), Syamiyat Al-Taimiyah, dan Zainab putri sejarahwan Abdul-Latif Al-Baghdadi.201 Kemudian contoh wanita-wanita yang mempunyai kedudukan ilmiah yang sangat terhormat adalah Al-Khansa', Rabi'ah Al-Adawiyah, dan lain-lain.
Rasul saw. tidak membatasi anjuran atau kewajiban belajar hanya terhadap perempuan-perempuan merdeka (yang memiliki status sosial yang tinggi), tetapi juga para budak belian dan mereka yang berstatus sosial rendah. Karena itu, sejarah mencatat sekian banyak perempuan yang tadinya budak belian mencapai tingkat pendidikan yang sangat tinggi.
Al-Muqarri, dalam bukunya Nafhu Al-Thib, sebagaimana dikutip oleh Dr. Abdul Wahid Wafi, memberitakan bahwa Ibnu Al-Mutharraf, seorang pakar bahasa pada masanya, pernah mengajarkan seorang perempuan liku-liku bahasa Arab. Sehingga sang wanita pada akhirnya memiliki kemampuan yang melebihi gurunya sendiri, khususnya dalam bidang puisi, sampai ia dikenal dengan nama Al-Arudhiyat karena keahliannya dalam bidang ini.202
Harus diakui bahwa pembidangan ilmu pada masa awal Islam belum lagi sebanyak dan seluas masa kita dewasa ini. Namun, Islam tidak membedakan antara satu disiplin ilmu dengan disiplin ilmu lainnya, sehingga seandainya mereka yang disebut namanya di atas hidup pada masa kita ini, maka tidak mustahil mereka akan tekun pula mempelajari disiplin-disiplin ilmu yang berkembang dewasa ini.
Dalam hal ini, Syaikh Muhammad 'Abduh menulis: "Kalaulah kewajiban perempuan mempelajari hukum-hukum agama kelihatannya amat terbatas, maka sesungguhnya kewajiban mereka untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan rumah tangga, pendidikan anak, dan sebagainya yang merupakan persoalan-persoalan duniawi (dan yang berbeda sesuai dengan perbedaan waktu, tempat dan kondisi) jauh lebih banyak daripada soal-soal keagamaan."203
Demikian sekilas menyangkut hak dan kewajiban perempuan dalam bidang pendidikan.
Tentunya masih banyak lagi yang dapat dikemukakan menyangkut hak-hak kaum perempuan dalam berbagai bidang. Namun, kesimpulan akhir yang dapat ditarik adalah bahwa mereka, sebagaimana sabda Rasul saw., adalah Syaqa'iq Al-Rijal (saudara-saudara sekandung kaum lelaki) sehingga kedudukannya serta hak-haknya hampir dapat dikatakan sama. Kalaupun ada yang membedakan, maka itu hanyalah akibat fungsi dan tugas-tugas utama yang dibebankan Tuhan kepada masing-masing jenis kelamin itu, sehingga perbedaan yang ada tidak mengakibatkan yang satu merasa memiliki kelebihan atas yang lain:
Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain, karena bagi lelaki ada bagian dari apa yang mereka peroleh (usahakan) dan bagi perempuan juga ada bagian dari apa yang mereka peroleh (usahakan) dan bermohonlah kepada Allah dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (QS 4:32).
Maha Benar Allah dalam segala firman-Nya.
Catatan kaki
190 Muhammad Al-Ghazali, Al-Islam wa Al-Thaqat Al-Mu'attalat, Kairo, Dar Al-Kutub Al-Haditsah, 1964, h. 138.
191 Mahmud Syaltut, Prof. Dr., Min Taujihat Al-Islam, Kairo, Al-Idarat Al-'Amat lil Azhar, 1959, h. 193
192 Muhammad Rasyid Ridha, Tafsir Al-Manar, Kairo, Dar Al-Manar, 1367 H jilid IV, h. 330.
193 Amin Al-Khuli, Prof. Dr., Al-Mar'at baina Al-Bayt wa Al-Muitama', dalam Al-Mar'at Al-Muslimah fi Al-'Ashr Al-Mu'ashir, Baqhdad, t.t., h. 13.
194 Ibid.
195 Jamaluddin Muhammad Mahmud, Prof. Dr., Huquq Al-Mar'at fi Al-Mujtama' Al-Islamiy, Kairo, Al-Haiat Al-Mishriyat Al-Amat, 1986, h. 60.
196 Ibrahim bin Ali Al-wazir, Dr., 'Ala Masyarif Al-Qarn. Al-Khamis 'Asyar, Kairo, Dar Al-Syuruq 1979, h. 76.
197 Lihat biografi para sahabat tersebut dalam Al-Ishabat fi Asma' Al-Shahabat, karya Ibnu Hajar, jilid IV.
198 Muhammad Al-Ghazali, op.cit., h. 134.
199 Jamaluddin Muhammad Mahmud, Prof. Dr., op.cit., h. 71.
200 Ibid., h. 77.
201 Abdul Wahid Wafi, Prof. Dr., Al-Musawat fi Al-Islam, Kairo, Dar Al-Ma'arif, 1965, h. 47.
202 Ibid.
203 Jamaluddin Muhammad Mahmud, Prof. Dr., op.cit., h. 79.

MEMBUMIKAN AL-QURAN
Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat
Dr. M. Quraish Shihab
Penerbit Mizan, Cetakan 13, Rajab 1417/November 1996
Jln. Yodkali 16, Bandung 40124
Telp. (022) 700931 - Fax. (022) 707038
mailto:mizan@ibm.net
Indeks Islam | Indeks Quraish Shihab | Indeks Artikel | Tentang Penulis

ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota
http://media.isnet.org/islam/Quraish/Membumi/Perempuan.html

PASAL 11: WANITA DALAM MASYARAKAT ISLAM
WANITA SEBAGAI MANUSIA
Islam datang, sementara kebanyakan manusia mengingkari kemanusiaan wanita dan sebagian yang lain meragukannya. Ada pula yang mengakui akan kemanusiaannya, tetapi mereka menganggap wanita itu sebagai makhluk yang diciptakan semata-mata untuk melayani kaum laki-laki.
Maka merupakan 'izzah dan kemuliaan Islam, karena dia telah memuliakan wanita dan menegaskan eksistensi kemanusiaannya serta kelayakannya untuk menerima taklif (tugas) dan tanggung jawab, pembalasan, dan berhak pula masuk surga. Islam menghargai wanita sebagai manusia yang terhormat. Sebagaimana kaum laki-laki, wanita juga mempunyai hak-hak kemanusiaan, karena keduanya berasal dari satu pohon dan keduanya merupakan dua bersaudara yang dilahirkan oleh satu ayah (bapak) yaitu Adam, dan satu ibu yaitu Hawwa.
Keduanya berasal dari satu keturunan dan sama dalam karakter kemanusiaannya secara umum. Keduanya adalah sama dalam hal beban dan tanggung jawab, dan di akherat kelak akan sama-sama menerima pembalasan. Demikian itu digambarkan oleh Al Qur'anul Karim sebagai berikut:
"Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabbmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan isterinnya; dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (An-Nisa': 1)
Jika seluruh manusia baik laki-laki maupun perempuan itu diciptakan oleh Rabb mereka dari jiwa yang satu (Adam), dan dari jiwa yang satu itu Allah menciptakan isterinya agar keduanya saling menyempurnakan-- sebagaimana dijelaskan oleh Al Qur'an--kemudian dari satu keluarga itu Allah mengembangbiakkan laki-laki dan wanita yang banyak, yang kesemuanya adalah hamba-hamba bagi Tuhan yang Esa, dan merupakan anak-anak dari satu bapak dan satu ibu, maka persaudaraanlah yang semestinya menyatukan mereka.
Oleh karena itu Al Qur'an memerintahkan kepada manusia untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah dan memelihara hubungan kasih sayang antara mereka. Firman Allah:
." .. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim." (An-Nisa': 1)
Dengan penjelasan Al Qur'an, ini maka laki-laki adalah saudara perempuan dan perempuan adalah saudara kandung laki-laki. Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya tiada lain wanita adalah saudara sekandung kaum pria." (HR. Ahmad, Abu Dawad dan Thn�idzi)
Tentang persamaan antara wanita dan pria di dalam kebebasan kewajiban beragama dan beribadah, Al Qur'an mengatakan sebagai berikut:
"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang Muslim, laki-laki dan perempuan yang mu'min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang jujur, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki danperempuan yang khusyu ', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatanrya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (Al Ahzab: 35)
Di dalam masalah takalif (kewajiban-kewajiban) agama dan sosial yang pokok, Al Qur'an menyamakan antara keduanya, sebagaimana firman Allah SWT:
"Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (At Taubah: 71)
Di dalam kisah Adam, kewajiban Ilahi itu ditujukan kepadanya dan isterinya secara sama. Allah SWT berfirman:
"Hai Adam, diamilah olehmu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zhalim." (Al Baqarah: 35)
Tetapi yang terasa aktual di dalam kisah ini sebagaimana disebutkan oleh Al Qur'an, bahwa kesesatan itu ditujukan kepada syetan, bukan kepada Hawwa.
"Lalu keduanya digelincirkan oleh syetan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula...." (Al Baqarah: 36)
Bukan semata-mata Hawwa yang memakan buah pohon itu, bukan dia yang memulai, tetapi kesalahan itu dari Adam dan Hawwa secara sama-sama, sebagaimana penyesalan dan taubat itu dilakukan oleh keduanya:
Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, maka pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." (Al A'raf:23)
Bahkan di dalam ayat lain, kesalahan itu disandarkan kepada Adam saja:
"Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak kami dapati padanya kemauan yang kuat." (Thaha: 115)
"Kemudian syetan membisikkan pikiran jahat kepadanya (Adam), dengan berkata, "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa." (Thaha: 120)
"Dan durhakalah Adam kepada Tuhannya dan sesatlah ia." (Thaha: 121)
"Kemudian Tuhannya memilihnya, maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk." (Thaha: 122)
Ini semua membuktikan bahwa Adamlah yang berbuat maksiat, sedangkan isterinya sekedar mengikut.
Bagaimanapun keadaannya, maka kesalahan Hawwa hanya dia yang menanggung, sedangkan anak turunnya terlepas dari perbuatan itu dan dari dosanya. Karena dosa seseorang tidak bisa ditimpakan kepada orang lain. Allah SWT berfirman:
"Itu adalah ummat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan." (Al Baqarah1:134,141)
Wanita dengan laki-laki adalah sama dalam hal bahwa keduanya akan menerima pembalasan dari kebaikan mereka dan masuk surga. Allah SWT berfirman:
"Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan. (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain ...." (Ali 'Imran: 195)
Dari ayat ini jelas sekali bahwa amal perbuatan seseorang itu tidak akan sia-sia di sisi Allah SWT, baik laki-laki maupun wanita. Keduanya adalah berasal dari tanah yang satu dan dari tabiat yang satu. Allah SWT juga berfirman:
"Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keaanan beriman, maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (An-Nahl: 97)
"Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal shalih, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun." (An-Nisa': 124)
Tentang hak-hak harta bagi wanita, Islam telah membatalkan tradisi yang sering berlaku di kalangan masyarakat di dunia, baik orang-orang Arab atau 'ajam yaitu meniadakan hak milik dan hak pewarisan bagi kaum wanita atau mempersempit bagi mereka untuk mempergunakan apa yang mereka miliki. Juga sikap monopoli para suami terhadap harta isterinya. Maka Islam menetapkan hak milik bagi kaum wanita dengan berbagai jenis dan cabangnya sekaligus hak untuk mempergunakannya. Maka ditetapkan hukum wasiat dan hukum waris bagi kaum wanita seperti halnya bagi kaum pria. Islam juga memberikan kepada kaum wanita hak jual beli, persewaan, hibah (pemberian), pinjaman, waqaf, sedekah, kafalah, hawalah, gadai dan hak-hak yang lainnya.
Termasuk hak-hak itu adalah hak mempertahankan hartanya dan membela dirinya, dengan mengadukan kepada hukum, dalam berbagai aktifitas yang diperbolehkan.

Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur'an & Sunnah
(Malaamihu Al Mujtama' Al Muslim Alladzi Nasyuduh)
oleh Dr. Yusuf Qardhawi
Cetakan Pertama Januari 1997
Citra Islami Press
Jl. Kol. Sutarto 88 (lama)
Telp.(0271) 632990 Solo 57126

Indeks Islam | Indeks Qardhawi | Indeks Artikel | Tentang Pengarang

ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota
Please direct any suggestion to Media Team

http://download.ymci.web.id/pakdenono/content/pakdenono1/web_offline/media.isnet.org/ISLAM/Qardhawi/Masyarakat/WanitaMasyarakat.html




Islam Datang Memuliakan Wanita
[Print View] [kirim ke Teman]

Keberadaan Wanita Sebelum Islam
Panjang sudah zaman yang dilalui umat manusia yang berdiam di bumi Allah Subhanahu wa Ta’ala ini. Sekian waktu mereka lalui dalam memakmurkan bumi karena Allah Subhanahu wa Ta’ala memang menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi-Nya. Dia Yang Maha Tinggi berfirman kepada para malaikat-Nya sebagaimana diabadikan dalam Tanzil-Nya yang mulia:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي اْلأَرْضِ خَلِيفَةً

“Ingatlah ketika Rabbmu berkata kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi’.” (Al-Baqarah: 30)
Manusia pun membangun kehidupan dan peradaban mereka, generasi demi generasi, silih berganti. Namun sejarah mencatat sisi gelap perlakuan mereka terhadap makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang bernama wanita, padahal wanita merupakan bagian dari umat manusia. Kesewenang-wenangan dan penindasan mewarnai hari-hari kaum wanita dalam kegelapan alam jahiliyyah, baik di kalangan bangsa Arab maupun di kalangan ajam (non Arab). Perlakuan jahat dan ketidaksukaan orang-orang jahiliyyah terhadap wanita ini diabadikan dalam Al-Qur’anul Karim.

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِاْلأُنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيْمٌ. يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوْءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُوْنٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلاَ سَاءَ مَا يَحْكُمُوْنَ

"Apabila salah seorang dari mereka diberi kabar gembira dengan kelahiran anak perempuan, menjadi merah padamlah wajahnya dalam keadaan ia menahan amarah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak karena buruknya berita yang disampaikan kepadanya. (Ia berpikir) apakah ia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya hidup-hidup di dalam tanah? Ketahuilah alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu." (An-Nahl: 58-59)

وَإِذَا الْمَوْءُوْدَةُ سُئِلَتْ بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ

"Dan apabila anak perempuan yang dikubur hidup-hidup itu ditanya karena dosa apakah ia dibunuh?" (At-Takwir: 8-9)
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu menyatakan bahwa anak perempuan itu dikubur hidup-hidup oleh orang-orang jahiliyyah karena tidak suka dengan anak perempuan. (Tafsir Ibnu Katsir, 8/260)
Apabila anak perempuan itu selamat dari tindakan tersebut dan tetap hidup maka ia hidup dalam keadaan dihinakan, ditindas dan didzalimi, tidak diberikan hak waris walaupun si wanita sangat butuh karena fakirnya. Bahkan justru ia menjadi salah satu benda warisan bagi anak laki-laki suaminya apabila suaminya meninggal dunia. Dan seorang pria dalam adat jahiliyyah berhak menikahi berapa pun wanita yang diinginkannya tanpa ada batasan dan tanpa memerhatikan hak-hak para istrinya. (Al-Mu`minat, hal. 11)
Ini kenyataan yang didapatkan pada bangsa Arab sebelum diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kenyataan buruk yang sama juga terdapat pada bangsa ajam. Kita tengok perlakuan bangsa Yunani dan Romawi yang dulunya dikatakan telah memiliki “peradaban yang tinggi”. Mereka menempatkan wanita tidak lebih dari sekedar barang murahan yang bebas untuk diperjualbelikan di pasaran. Wanita di sisi mereka tidak memiliki kemerdekaan dan kedudukan, tidak pula diberi hak waris.
Di Hindustan, wanita dianggap jelek, sepadan dengan kematian, neraka, racun dan api. Bila seorang suami meninggal dan jenazahnya diperabukan maka si istri yang jelas-jelas masih hidup harus ikut dibakar bersama jenazah suaminya.
Bagi bangsa Yahudi, wanita adalah makhluk terlaknat karena sebabnyalah Nabi Adam melanggar larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala hingga dikeluarkan dari surga. Sebagian golongan Yahudi menganggap ayah si wanita berhak memperjualbelikan putrinya.
Wanita juga dihinakan oleh para pemeluk agama Nasrani. Sekitar abad ke-5 Masehi, para pemuka agama ini berkumpul untuk membahas masalah wanita; apakah wanita itu sekedar tubuh tanpa ruh di dalamnya, ataukah memiliki ruh sebagaimana lelaki? Keputusan akhir mereka menyatakan wanita itu tidak memiliki ruh yang selamat dari azab neraka Jahannam, kecuali Maryam ibu ‘Isa. (Al-Mar`ah fil Islam, hal. 10-12)

Kedudukan Wanita dalam Islam
Islam datang dengan cahayanya yang menerangi dunia. Kedzaliman terhadap wanita pun terangkat. Islam menetapkan insaniyyah (kemanusiaan) seorang wanita layaknya seorang lelaki, di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى

"Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan perempuan…” (.Al-Hujurat: 13)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً

"Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu, kemudian Dia ciptakan dari jiwa yang satu itu pasangannya. Lalu dari keduanya Dia memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak." (An-Nisa`: 1)
Sebagaimana wanita berserikat dengan lelaki dalam memperoleh pahala dan hukuman atas amalan yang dilakukan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُوْنَ

“Siapa yang beramal shalih dari kalangan laki-laki ataupun perempuan sedangkan ia dalam keadaan beriman maka Kami akan menganugerahkan kepadanya kehidupan yang baik dan Kami akan memberikan balasan pahala kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang mereka amalkan.” (An-Nahl: 97)
Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لِيُعَذِّبَ اللهُ الْمُنَافِقِيْنَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَالْمُشْرِكَاتِ وَيَتُوْبَ اللهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

“Agar Allah mengazab orang-orang munafik, baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan, dan orang-orang musyrik, baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan. Dan agar Allah mengampuni orang-orang yang beriman, baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan…” (Al-Ahzab: 73)
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengharamkan wanita dijadikan barang warisan sepeninggal suaminya.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لاَ يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا

"Wahai orang-orang yang beriman tidak halal bagi kalian mewarisi para wanita secara paksa." (An-Nisa`: 19)
Bahkan wanita dijadikan sebagai salah satu ahli waris dari harta kerabatnya yang meninggal. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُوْنَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيْبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُوْنَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ

"Bagi para lelaki ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabat-kerabatnya. Dan bagi para wanita ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabat-kerabatnya, baik sedikit ataupun banyak menurut bagian yang telah ditetapkan." (An-Nisa`: 7)
Dalam masalah pernikahan, Allah Subhanahu wa Ta’ala membatasi laki-laki hanya boleh mengumpulkan empat istri, dengan syarat harus berlaku adil dengan sekuat kemampuannya di antara para istrinya. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala wajibkan bagi suami untuk bergaul dengan ma’ruf terhadap istrinya:

وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ

“Dan bergaullah kalian dengan para istri dengan cara yang ma’ruf.” (An-Nisa`: 19)
Allah Subhanahu wa Ta’ala menetapkan adanya mahar dalam pernikahan sebagai hak wanita yang harus diberikan secara sempurna kecuali bila si wanita merelakan dengan kelapangan hatinya. Dia Yang Maha Tinggi Sebutan-Nya berfirman:

وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوْهُ هَنِيْئًا مَرِيْئًا

“Dan berikanlah mahar kepada para wanita yang kalian nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kalian sebagian dari mahar tersebut dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu sebagai sesuatu yang baik.” (An-Nisa`: 4)
Wanita pun dijadikan sebagai penanggung jawab dalam rumah tangga suaminya, sebagai pemimpin atas anak-anaknya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kabarkan hal ini dalam sabdanya:

الْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُوْلَةٌ عَنْهُمْ

"Wanita adalah pemimpin atas rumah tangga suaminya dan anak suaminya, dan ia akan ditanya tentang mereka." (HR. Al-Bukhari dan Muslim). (Al-Mukminat, hal. 12-14)

Wanita di hadapan Hukum Syariat
Syariat Islam yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi-Nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menetapkan bahwa wanita adalah insan yang mukallaf sebagaimana lelaki. Wanita wajib bersaksi tidak adanya sesembahan yang berhak diibadahi kecuali hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia harus menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa di bulan Ramadhan dan berhaji bila ada kemampuan. Ia wajib beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, beriman akan datangnya hari akhir dan beriman dengan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang baik ataupun yang buruk semuanya ditetapkan oleh-Nya. Wajib pula bagi wanita untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala seakan-akan ia melihat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bila tidak bisa menghadirkan yang seperti ini, maka ia harus yakin Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu melihatnya dalam seluruh keadaannya, ketika sendiri ataupun bersama orang banyak.
Wanita juga harus melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar semampunya, melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang. Ia pun diperintah untuk berhias dengan akhlak mulia seperti jujur, amanah, dan adab-adab Islam lainnya.
Pembebanan syariat atas wanita sebagaimana kepada lelaki ini tidak lain bertujuan untuk memuliakan wanita dan mengantarkannya kepada derajat keimanan yang lebih tinggi. Karena, pemberian beban syariat kepada seorang hamba hakikatnya adalah pemuliaan bagi si hamba, bila ia melaksanakannya sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukankah di balik beban syariat itu ada pahala yang dijanjikan dan kenikmatan abadi yang menanti…?
Perlu diketahui, sekalipun wanita memiliki kedudukan yang sama dengan lelaki dalam hukum syariat, namun ada beberapa kekhususan hukum yang diberikan kepada wanita. Di antaranya:
1. Wanita tidak diwajibkan mencari nafkah untuk keluarganya.
2. Dalam warisan, wanita memperoleh setengah dari bagian lelaki, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يُوْصِيْكُمُ اللهُ فِي أَوْلاَدِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ اْلأُنْثَيَيْنِ

“Allah memberi wasiat kepada kalian tentang pembagian warisan bagi anak-anak kalian, yaitu anak laki-laki mendapat bagian yang sama dengan bagian yang diperoleh dua anak perempuan.” (An-Nisa`: 11)
Pembagian seperti ini ditetapkan karena seorang lelaki memiliki kebutuhan untuk memberi nafkah, memikul beban, mencari rizki dan menanggung kesulitan, sehingga pantas sekali ia menerima bagian warisan dua kali lipat dari yang diperoleh wanita. Demikian dinyatakan Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu ketika menafsirkan ayat di atas.
3. Wanita tidak boleh memimpin laki-laki, bahkan ia harus berada di bawah kepemimpinan lelaki. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

الرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

“Kaum lelaki adalah pemimpin atas kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (lelaki) atas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka (lelaki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (An-Nisa`: 34)
Al-Imam Al-Alusi rahimahullahu berkata: “….Terdapat riwayat yang menerangkan bahwa para wanita kurang akal dan agamanya, sedangkan lelaki sebaliknya. Hal ini sangatlah jelas. Karena itulah para lelaki mendapat kekhususan mengemban risalah kerasulan dan kenabian menurut pendapat yang paling masyhur. Mereka mengemban amanah imamatul kubra (kepemimpinan global) dan imamatus shughra (kepemimpinan nasional), menegakkan syiar-syiar Islam seperti adzan, iqamah, khutbah, shalat Jum’at, bertakbir pada hari-hari tasyrik –menurut pendapat guru kami yang mulia–. Demikian pula memutuskan perceraian dan pernikahan menurut pendapat madzhab Syafi’iyyah, memberikan kesaksian-kesaksian dalam perkara pokok, mendapat bagian yang lebih banyak dalam pembagian harta warisan dan berbagai permasalahan lainnya.” (Ruhul Ma’ani, 3/23)
Ketika seorang wanita diangkat sebagai pemimpin oleh suatu kaum, maka mereka tidak akan beruntung. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌ وَلَّوْ أَمْرَهُمُ امْرَأَةٌ

"Tidak akan beruntung suatu kaum yang mereka menyerahkan urusan mereka kepada seorang wanita." (HR. Al-Bukhari)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda seperti ini tatkala sampai berita kepada beliau bahwa penduduk Persia menobatkan Buran, putri Kisra, sebagai ratu mereka. Al-Imam Ash-Shan’ani rahimahullahu berkata: “Di dalam hadits ini ada dalil yang menunjukkan tidak bolehnya seorang wanita memimpin sesuatu pun dari hukum-hukum yang bersifat umum di kalangan muslimin….” (Subulus Salam, 4/190)
Demikianlah. Semua kekhususan yang ditentukan oleh Islam terhadap wanita bertujuan untuk menjaga agama, akal, nasab/keturunan, jiwa dan harta, di mana –menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqalani rahimahullahu– bila kelima perkara ini terjaga niscaya akan terwujud kebaikan dunia dan akhirat. (Fathul Bari, 1/226)
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=436



Mencari Jati Diri Perempuan
Berbagai permasalahan yang menimpa kaum perempuan saat ini, diyakini akibat hegemoni budaya patriarki yang mendominasi semua lini kehidupan. Dari persoalan parfum sampai pada persoalan hukum, dari persoalan Kulit sampai dengan persoalan politik. Maka berbagai upaya mencari (baca melawan) sparing partner hegemoni budaya patriarki ini, bergerak seiring dengan euphoria kebebasan berekspresi sebagai bagian dari kelahiran ideologi kapitalis dunia. Terus menggerus tanpa ampun semua sendi-sendi kehidupan sekalipun bertentangan dengan nilai-nilai agama.
Pertanyaannya adalah apakah upaya mencari sparing partner( melawan ) dominasi patriarki yang selama ini digaungkan oleh para feminis telah benar-benar relevan berdasarkan asumsi posisi kaum perempuan selama ini adalah sebagai warga masyarakat kelas dua, atau menduduki posisi sub ordinat dalam ruang publik, menjadi terdobrak oleh wacana ‘kesetaraan jender’ dalam mensejahterakan kaum perempuan yang ‘tidak dapat ditolak’ oleh siapa pun, termasuk atas nama norma agama?tidakkah justru pertanyaan yang seharusnya dimunculkan adalah mengapa muncul budaya patriarki yang dianggap menyengsarakan kehidupan kaum perempuan?, serta bagaimanakah sejatinya perempuan sebagai makhluk ciptaan tuhan?
Tulisan berikut bermaksud mengajak kaum perempuan untuk kembali merenungkan ‘suara-suara’ yang telah didengungkannya selama ini agar selubung dehumanisme dapat tersingkap dan pencarian jati diri lewat basis perempuan sebagai makhluk tuhan dapat ‘memanusiakan’ kaum perempuan dengan sempurna.
Mengutip pernyataan Marwah Daud Ibrahim dalam tulisannya perempuan dan komunikasi beberapa catatan sekitar citra perempuan dalam media, beliau menjelaskan dari buku please Almanac,” nampak jelas bahwa sejarah tak akan mampu melupakan sejarah perempuan dalam lembaran penulisannya”. Dalam buku yang mencatat sejarah penting setiap tahunnya itu terlihat deretan gambar dan nama perempuan di dalamnya: Ada potret Amelia Earhart, penerbang solo di Atlantik, ada gambar Sandra Day O’connor perempuan pertama yang duduk dalam Mahkamah Agung Amerika; ada Sally K. Ride astronot perempuan pertama Amerika.
Di Indonesia sederet nama kaum perempuan mencatumkan nama-nama yang tak lepas dari perjuangan seperti R.A Kartini dan Tjoet Nya’ Dien. Dibidang pemerintahan, ada nama Megawati Soekarno Putri, sebagai presiden perempuan pertama di Indonesia, hal yang belum pernah terjadi di AS, negara pelopor demokrasi dunia, meskipun kandidat perempuannya Hillary Clinton telah menyeruak dalam bursa kepemimpinan AS. Sederetan nama-nama perempuan didalam media massa, koran, majalah dan program televisi dan siaran radio, interntet dapat kita temukan. Dalam tulisan Deddy Mulyana Iklan TV dan Martabat wanita, menurut perkiraan, 90 persen periklanan menggunakan wanita sebagai model iklannya(Tjitra, 1996). Kisah ‘Luna’ si gadis lugu yang karena keajaiban sebuah sabun mandi berubah menjadi gadis ‘dambaan’ setiap pria, lengkap dengan perubahan aksesoris yang dikenakannya menambah deretan materi perempuan sebagai komoditas iklan.
Content materi tayangan-tayangan sinetron kita pun bertumpu pada tokoh sentral perempuan, lihat saja sinetron’Suci, Cahaya, Intan, Wulan, Mentari, Soleha, Ronaldowati, Suami-Suami Takut Istri’, dsb. Nama perempuan tidak lepas mengiringi kebesaran nama laki-laki, Hillary Clinton, Evita Peron, Indira Gandhi. Tampil di panggung politik seiring kebesaran nama laki-laki disampingnya.
Menurut feminis permasalahan yang menimpa kaum perempuan sekarang ini akibat masih terhegemoninya kebebasan perempuan dalam ranah publik. Keterbelakangan pendidikan membawa akibat pada sub mental bawahan. Hal ini disebabkan belum cukup akomodirnya pendidikan berbasis jender dalam kuruikulum pendidikan di negara kita. Walhasil, Feminis pun menggagas kurikulum pendidikan berbasis jender. Keprihatinan masalah kesehatan perempuan, menurut feminis diakibatkan pemasungan hak menentukan reproduksi perempuan, maka ujung-ujungnya pun digagaslah UU tentang Kespro serta amandemen UU kesehatan Nomor 23 tahun 1992. Persoalan perburuhan yang lebih di dominasi oleh kasus pelecehan seksual majikan pada buruh, bagi feminis diakibatkan karena masih mendominasinya pandangan masyarakat tentang perempuan sebatas kelompok marjinal yang boleh dilecehkan. Diusulkan pula UU perburuhan berbasis jender. Kebijakan untuk mengentas posisi kaum perempuan terus sampai pada level politik. Bagi kalangan feminis kuota suara perempuan dalam politik haruslah lebih dari 30 persen atau lebih dari separuh suara laki-laki. Utamanya dalam mengambil kebijakan yang representasi suara perempuan. Perempuan dalam militer pun tak ketinggalan suara. Di Amerika Serikat semasa pendudukannya di Irak telah mengirim 11 ribu prajurit perempuan (insani/10/05). Di Indonesia meskipun belum ada wajib militer bagi kaum perempuan, akademi militer dan kepolisian sudah lebih ramah dengan persyaratan yang lebih mudah bagi calon prajurit perempuan untuk terjun dan berkarir dalam bidang militer.
Gaung suara-suara ini tidak sebanding dengan akibat yang diterima kaum perempuan ketika menyuarakan kesetaraan dalam peranannya di publik. Dalam bidang militer salah satunya, para prajurit perempuan mengalami trauma yang lebih berkepanjangan. Kayla William, mantan anggota intelijen yang bertugas di Irak mengakui, memang tantangan yang dihadapi prajurit perempuan di Irak jauh lebih berat. “ Mereka harus kuat, bukan saja menghadapi musuh, peperangan dan kematian, tapi juga hidup diantara para prajurit laki-laki yang kasar dan kadang tak terkendali”. Mereka, menurut Kayla, kerap menjadi objek pelecehan seksual serdadu laki-laki. Masih menurut Kayla, “ jangankan terhadap musuh, pada kami prajurit perempuan saja, perlakuan sebagian mereka sungguh kasar. Ada memang yang menganggap kami sebagai saudari, bahkan ibu. Tapi tak jarang pula yang memandang kami sebagai wanita jalang, pelacur”(insani/10/05). Dalam pengusungan suara kesetaran lewat kebebasan berekspersi tercermin melalui tayangan-tayangan pertelevisian kita. Eksploitasi kebertubuhan perempuan jelas merendahkan martabat perempuan, hal yang justru dianggap biasa oleh pelaku(atau justru korban?). Iklan permen yang notabene identik dengan anak-anak disuguhkan dalam tayangan sensual perempuan. Beginilah, satu saja akibat dari pengusungan suara kesetaraan perempuan dalam berbagai bidang. Dalam hal tayangan iklan yang seharusnya mempunyai nilai informasi saja sudah menimbulkan krisis, apatah lagi dalam bidang militer?
Munculnya budaya patriarki yang diklaim oleh feminis sebagai akar keterkungkungan perempuan dalam menyuarakan kebebasannya, dus penderitaan yang diikut sertakan akibat dominasi ini tidak serta merta ada begitu saja, tetapi melalui proses berkepanjangan. Perseteruan kaum cendekiawan dan kaum Gereja di abad ke enam belas menimbulkan polemik berkepanjangan. Dalam perjalanannya , jalan tengah ditempuh sebagai solusi konflik ini, yaitu agama harus dipisahkan dari kehidupan dan menjadi azas bagi peri kehidupan umat manusia. Inilah pangkal sekularisme yang menjadikan dikotomi ruang agama dan ruang publik. Cikal bakal sekularisme ini membuahkan pemikiran tentang empat kebebasan yaitu kebebasan berpendapat, kebebasan bertingkah laku (berekspresi), kebebasan beragama serta kebebasan berkepemilkian modal. Kapitalisme mendorong banyak umat di dunia berlomba-lomba mencapai taraf kebahagiaan yang bersifat materi melalui banyak kepemilikan modal, maka di mulailah abad revolusi industri di Prancis dan Inggris. Hampir semua bidang dikuasai oleh para laki-laki, serta sedikit saja perempuan yang bekerja disektor industri ini. Kerasnya persaingan serta streotype perempuan sebagai makhluk yang lemah membuat posisi perempuan semakin terpinggirkan.
Perubahan pun dilakukan diberbagai belahan dunia seiring dengan mengglobalnya kapitalime itu sendiri. Konfrensi di Beijing 1995 dianggap sebagai momentum kebangkitan kaum perempuan di dunia. Sayangnya kebangkitan ini tidak berpijak pada akar masalah kemunculan dominasi budaya patriarki ini yang notabene berasal dari azas kapitalis-sekularis. Kebangkitan yang dilakukan oleh feminis justru bertumpu pada upaya equality peran laki-laki dan perempuan se-setara-setaranya. Tidak perduli jika harus bertentangan dengan nilai-nilai agama dan moral.

Pandangan tentang keduduan perempuan
Jika saja agama tidak dipinggirkan, Andai saja hidup itu seharusnya bertumpu pada agama, niscaya kegamangan mencari jati diri tidak akan terjadi. Dus, pencarian jati diri kaum perempuan dapat terselamatkan. Islam adalah agama yang sempurna(Al Maa-idah : 3), setiap permasalahan yang terjadi hendaklah diputuskan dalam agama yang sempurna ini (Al Maa-idah : 48). Pun sejatinya pencarian jati diri perempuan. Bahwa dalam Islam laki-laki dan perempuan adalah makhluk yang sama, yaitu seorang hamba, ciptaan Allah, yang harus tunduk dan rela diatur dalam kehidupannya di dunia ini (Adz-Dzaariyaat : 56) dengan Islam, secara sempurna dalam semua lini kehidupan. Apakah dalam sektor publik maupun domestik. Derajat takwa saja yang membedakan antara laki-laki dan perempuan. Sesungguhnya telah terbukti absurdnya ‘kesetaraan jender’ ini. Laki-laki dan perempuan diciptakan sesuainya fithrahnya yaitu makhluk ciptaan Allah yang butuh diatur apakah sekedar untuk memenuhi kebutuhan naluri ataupun kebutuhan badaninya. Perbedaan ini ada secara fithrah, maka pemenuhannya pun harus berdasarkan kesesuaian dengan fithrah penciptaannya. Manakala pemenuhan kebutuhan ini dipaksakan agar sama antara laki-laki dan perempuan akibatnya kerusakan dan terjadi dilema berkepanjangan . Bukti kegagalan upaya’ setara’ secara hakiki berdasarkan sejarah kemunculan feminisme, dimana sindrom cinderella complex yakni perasaan kegamangan menjadi “public woman” telah melanda pengusung kesetaraan ini. Di Amerika Serikat sebagai barometer penggiat feminisme,Gerakan keluar rumah mulai ditinggalkan oleh kaum perempuan. Ironis, Hal yang justru diserukan oleh penggiat feminis di negri ini lewat ‘kesetaran jender’nya. Sudah saatnya kita kembali pada agama, sudah saatnya kita mempertanyakan kembali ‘perlawanan’ yang absurd tentang jender itu sendiri, karena Allah menciptakan dua makhluk laki-laki dan perempuan dalam kedudukan yang sama sebagai hamba, yang harus tunduk dengan hukum-hukmunya, jika kita mengambilnya niscaya kita akan selamat. (Trisno Kumari; Ketua Aliansi Penulis Pro Syariah Surabaya)

http://hizbut-tahrir.or.id/2008/04/24/mencari-jati-diri-perempuan/

serbuiff wrote on Jul 13, '08
Faithfreedom is billion dollar long term program supported by international christian organization and some American ‘non-profit’organization like USAID (this also provide financial support to local liberal ‘Islamic’ organization, but 20 times to Christian organization to make bad information about Islam).

It is estimated as high as 1 billion USD to help such activities (online and offline activities in parallel) including proposal in degrading some countries like degrading down Saudi Arabia, Iran, Palestine, Iraq, Yemen, UAE, Qatar, Malaysia. However as usual they didn’t admit this sum of finance and program, they usually promote their support for ‘Islamic’ organization program. They will support to promote their country-link like Israel, Singapore, United States. Their programs are also supported by international oil companies which have interest to seize any chunk of oil resources all around the world.

sumber : http://www.answering-faithfreedom.org/
serbuiff wrote on Jul 13, '08
LIHAT LAGI :

Paus Benediktus Tiba di Amerika Serikat
Getty Images
Paus Benediktus XVI
Artikel Terkait:

* Ribuan Orang Akan Sambut Paus di Gedung Putih
* Kunjungan Paus Ubah Kebiasaan Bush
* Paus Serukan Perdamaian di Irak, Palestina dan Tibet
* Paus: Sudah Cukup Kekerasan di Irak
* Paus Benediktus Kritik Pers

Rabu, 16 April 2008 | 06:18 WIB

MARYLAND, RABU - Paus Benediktus XVI menginjakkan kaki di tanah Amerika Serikat saat pesawat yang ditumpanginya tiba di pangkalan udara Andrews, Maryland, Selasa (15/4) waktu setempat atau Rabu (16/4) waktu Indonesia. Hiruk pikuk sambutan umat terdengar saat Paus Benediktus tiba di AS beberapa jam setelah pemimpin Katholik Roma tersebut mengaku merasa sangat malu dengan skandal seks yang terjadi di gereja Katholik Roma di negeri Paman Sam itu.

Setibanya di lanud Andrews, Paus Benediktus XVI disambut oleh Presiden AS George W. Bush yang didampingi oleh istri dan putrinya, Laura dan Jenna. Paus melambaikan kedua tangannya saat melangkah meninggalkan pesawat maskapai Alitalia yang mengangkutnya dari Roma.

Beberapa siswa dari sebuah sekolah Katholik setempat nampak histeris saat mereka melihat Paus Benediktus XVI. Ratusan umat yang diantaranya berasal dari gereja Katholik Roma di AS bertepuk tangan dan juga histeris saat mereka melihat kedatangan Paus.

Gereja Katholik Roma di AS telah membayar hingga 2 miliar dolar AS terhadap gugatan kasus penyimpangan seks yang dilakukan oleh beberapa pastur terhadap anak-anak sejak tahun 1950, sebagian besar diantaranya terjadi dalam 6 tahun terakhir. Paus mengaku sulit memahami bagaimana kasus pedofilia sampai dilakukan oleh kalangan pastur.

Kunjungan Benediktus ke AS merupakan kunjungan pertama yang diadakan oleh seorang Paus sejak kasus Boston tahun 2002 meluas di AS hingga ke luar negeri. Sejak saat itu, setiap tahunnya beberapa warga AS atau mencapai ratusan orang mengaklaim pernah mengalami pelecehan seksual pada masa kanak-kanak di Keuskupun Boston.

Ini merupakan pertama kalinya bagi Presiden Bush menyambut seorang pemimpin asing di lanud Andrews. Bush dan Paus Benediktus akan bertemu kembali di Gedung Putih pada hari Rabu waktu Washington saat 9.000 orang lebih siap untuk menyambut Paus dari Jerman ini pada ulang tahunnya ke-81.

Sekretaris Gedung Putih Dana Perino memperkirakan masalah HAM, toleransi agama serta perlawanan terhadap ekstremisme akan menjadi bahan perbincangan antara Paus Benediktus dan Presiden Bush. Perino tidak menutup kemungkinan skandal seks di gereja Katholik Roma akan mengemuka dalam perundingan tersebut meskipun tidak menjadi prioritas utama Bush dalam pertemuannya dengan Paus. Perino tidak menyebutkan apakah perbedaan pandangan tentang perang di Irak akan menjadi bahan perbincangan Paus dan Presiden Bush. (AP)
http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/16/06183067/paus.benediktus.tiba.di.amerika.serikat
.